
Andrian merasa bingung. Tentu saja hal ini membuat tanda tanya besar di dalam hatinya. Ia ingin mengetahui hal yang lebih mendetail lagi.
"Tuan, jadi sebenarnya apa status ibu Lea? Apakah menikah siri dengan tuan Petrus atau ...?"
"Kau tidak perlu tahu banyak tentang Lea. Kau akan menyesal." Biden memperingatkannya.
Sontak kata-kata itu membuat Andrian terdiam. Ia merasa curiga dengan latar belakang Lea.
"Entah mengapa aku jadi tertarik dengan isi perjanjian Jake dan tuan Petrus. Aku juga jadi ingin mengetahui latar belakang Lea." Andrian mengungkapkan.
Biden tersenyum miris di hadapan Andrian. Tak lama seorang pelayan pun datang membawakan pesanan.
"Permisi Tuan." Dua gelas minuman beserta botolnya dibawakan. Ia pun segera menyajikan ke atas meja. Dan setelah selesai, pelayan itu lekas pergi dari ruangan. "Permisi." Pelayan itu berpamitan kepada keduanya.
Biden memerhatikan pelayan yang mengantarkan pesanan. Sedang Andrian tampak antusias mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di keluarga besar. Ia merasa mendapat amunisi untuk melancarkan aksinya.
"Sebenarnya aku mengundang Tuan Biden untuk menawarkan kerja sama." Andrian memulai pembicaraan.
"Kerja sama?"
__ADS_1
"Ya. Aku ingin Tuan membantuku. Karena saat ini Jake sudah mulai mencurigaiku." Andrian menuturkan.
"Kau ingin bantuan apa?" tanya Biden segera.
"Aku ... ingin Tuan memberiku posisi yang lebih tinggi dari sekedar General Manager. Itu saja." Andrian membuka tujuan pembicaraan siang ini.
Biden tersenyum tipis. "Apa keuntunganku?" tanya Biden segera.
"Bukankah Tuan ingin menghancurkan Jake?" tanya Andrian segera. "Dengan aku mengundurkan diri, pastinya dia bertanya-tanya alasannya apa. Dan setelah tahu aku pindah ke perusahaanmu, pasti dia akan kecewa luar biasa. Dan saat itu Tuan bisa menghancurkannya." Andrian mengungkapkan.
Biden mengangguk. "Kau benar. Menjatuhkan Jake memang tidaklah mudah. Karena itu harus menghancurkan mentalnya terlebih dahulu. Kudengar dia amat sulit untuk ditaklukkan oleh wanita cantik sekalipun. Apalagi dengan hal-hal yang lain." Biden mengemukakan pendapatnya.
Andrian tak mau tahu. "Jadi apa bisa kita mulai perjanjian ini segera?" tanya Andrian langsung ke inti.
Saat itu juga Andrian merasa senang. Ia seperti menemukan tempat baru jikalau Jake tiba-tiba memecatnya. Keduanya mempunyai tujuan masing-masing yang harus segera dicapai. Entah bagaimana nantinya, mereka sendiri yang akan melihat hasilnya.
.........
...Biden...
__ADS_1
.........
Sore harinya...
Lelah, itulah yang dirasakan Andrian, selingkuhan dari istri Jake Thompson ini. Ia pulang ke rumah dengan raut wajah amat lelah, sampai-sampai sapaan dari istrinya tidak dihiraukan.
"Ayah, sudah pulang?"
Andrian berlalu begitu saja dari pertanyaan istrinya. Istrinya itu tampak sedang mengandung anak mereka. Perutnya besar seperti sedang hamil sembilan bulan. Dan ini adalah anak ke empat mereka.
"Ayah! Ayah! Ayah!"
Tak lama kemudian ketiga anaknya berhamburan ke arah Andrian. Namun, Andrian hanya tersenyum kecil kepada anak-anaknya. Di antara mereka belum ada yang memasuki usia remaja. Mereka masih kecil semua.
"Ayah, main sepak bola yuk!" ajak salah seorang anak laki-lakinya.
"Ayah, tadi aku di sekolah mendapat nilai ulangan tertinggi, lho!" Anak perempuannya bercerita.
__ADS_1
Andrian sudah lelah. Ia tak lagi bisa menanggapi cerita atau ajakan anaknya. Sang istri pun segera meminta anak-anaknya untuk tidak mengganggu Andrian.
"Ayo lekas mandi. Sudah sore hari." Istrinya meminta ketiga anaknya agar lekas mandi. Memberi waktu bagi Andrian untuk beristirahat sejenak.