
Pukul dua siang waktu ibu kota dan sekitarnya...
Keadaan bandara tampak mulai ramai menjelang sore ini. Wanita bertubuh sintal itu pun menunggu antrian masuk ke pesawat keberangkatannya. Ia duduk di lobi seorang diri. Saat itu juga kenangan bersama seorang pria terlintas di benaknya.
Dear, kemarin kita baru di sini.
Ialah Lilia yang sudah siap berangkat menuju luar negeri. Ponsel sengaja ia matikan agar tenang melakukan perjalanan. Ia pun duduk menunggu keberangkatannya. Lilia akan pergi ke Malaysia sore ini. Ia berharap perjalanannya akan menjadi titik tolak bagi kehidupannya. Lilia ingin membuka lembaran baru di sana.
Lilia melihat-lihat keadaan sekeliling bandara yang ramai orang lalu-lalang. Tak berapa lama pihak maskapai penerbangan mengonfirmasikan tujuan keberangkatan. Lilia pun segera beranjak dari duduknya lalu menuju pintu keberangkatan. Ia akan meninggalkan ibu kota untuk waktu yang belum ditentukan. Lilia sudah membulatkan tekad untuk meraih masa depan.
Sementara itu, Jake baru saja selesai melakukan pertemuan dengan beberapa relasi Petrus. Ia kembali ke showroom mobil. Namun, alangkah terkejutnya ia saat melihat mobil yang terpajang di showroom tersebut. Ia seperti mengenali mobil itu.
"Mobil ini?" Jake bertanya kepada pemilik showroom.
__ADS_1
"Tadi pagi ada seorang wanita yang menjualnya, Tuan," jawab pemilik showroom.
"Apa?! Siapa namanya?" tanya Jake segera.
"Saya lupa namanya. Tapi rekaman CCTV masih ada. Apakah Tuan ingin melihatnya?" tanya pemilik showroom kepada Jake.
Jake mengangguk. Saat itu juga ia diarahkan ke sebuah ruangan tertutup. Yang mana di ruangan itu ternyata berisi pengendali rekaman CCTV. Pemilik showroom pun menunjukkan siapa wanita yang menjual mobil itu. Dan alangkah terkejutnya Jake saat melihat wanita yang menjual mobil tersebut. Jantungnya berdetak kencang seketika.
Lilia ...?!
Lilia, ternyata kita ....
Hampir saja mereka bertemu. Tapi ternyata semesta belum merestuinya. Jake pun segera keluar dari ruangan lalu menelepon seseorang. Ia menginginkan kabar secepatnya.
__ADS_1
"Minta tim penjaga Lilia menghubungiku segera!" pintanya, saat panggilan teleponnya diangkat. Jake ternyata ingin mengetahui keberadaan Lilia.
Jake pun menunggu. Ia mencari tempat sepi agar dapat mendengar jelas laporan yang akan diterimanya. Hatinya tak karuan. Detak jantungnya pun melaju kencang. Berharap kabar baik akan segera ia dapatkan. Tak lama kemudian ponselnya juga berdering. Jake pun segera mengangkat telepon tersebut.
"Apa?! Dia di bandara?!" Jake begitu kaget mendengar informasi yang ia dapatkan. "Minta pihak maskapai membatalkan penerbangannya. Sekarang!" seru Jake segera.
Jake mendapat kabar jika Lilia sedang berada di bandara. Tentu saja hal ini membuatnya bertanya-tanya.
Lilia, kau ingin pergi lagi? Apa yang terjadi padamu? Apakah pria itu menyakitimu?
Rasa cemas mulai menyelimuti hatinya. Ia tidak ingin Lilia sampai terluka. Hatinya mulai melunak. Perasaannya pun berfungsi saat berkenaan dengan wanita cantik itu. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Lilia. Jake sangat mencemaskan keadaannya.
Lilia, tunggu aku. Aku segera ke sana.
__ADS_1
Jake pun berharap dapat bertemu Lilia di sana. Ia segera melaju menuju bandara.