
...Smith, ayah Alexander...
.........
"Ada apa dengan Alexander?" Smith memastikannya.
Jake membuang abu rokoknya ke dalam asbak. "Putramu membawa lari kucingku. Bahkan sampai pakaiannya juga. Padahal aku sudah membelinya dengan harga yang sangat mahal," tutur Jake kepada Smith.
Sontak Smith menelan ludahnya. Ia tahu benar apa maksud dari perkataan Jake ini. "Apakah perlu ganti rugi, Tuan Jake?"
Smith mencoba mencari jalan tengah. Ia tidak ingin terlibat pertikaian karena wanita. Apalagi dikarenakan putranya.
Jake menoleh ke arah Smith dengan tatapan tajam. "Aku tidak butuh uangmu, Tuan. Aku ingin kucingku kembali. Itu saja." Jake berkata dengan intonasi yang membunuh.
__ADS_1
Smith pun mengerti apa yang sedang terjadi. Sampai-sampai membuat Jake mendatanginya. Ia tak menyangka jika putranya mempunyai urusan dengan Jake dalam hal wanita. Ia juga tak habis pikir jika putranya sampai membawa lari wanita milik Jake. Karena selama ini Smith menilai Alexander tidak pernah tertarik dengan urusan asmara. Tapi malam ini kenyataan mengagetkannya.
"Aku tidak tahu mengenai hal ini. Aku baru saja mendengarnya dari Anda. Selama ini setahuku Alexander tidak pernah mempunyai hubungan asmara dengan siapapun." Smith membela putranya.
Jake mengembuskan asap rokoknya. "Manusia bisa berubah setiap waktu, Tuan. Begitu juga dengan anakmu." Jake tampak kesal saat membicarakan Alexander, namun ia berusaha tetap tenang.
Smith memahami apa yang terjadi. Dan sebagai bos dari banyak model cantik, ia merasa putranya tidak perlu sampai berebut wanita dengan Jake. Wanita seperti apapun ada dalam agensinya. Pastinya Alexander juga bisa memilih sesuai selera. Tapi malam ini Smith benar-benar kaget dengan maksud tujuan Jake menemuinya. Tak lain tak bukan hanya karena wanita.
"Jadi, menurutmu apa yang harus kulakukan?" Jake menuju ke inti pembicaraan.
"Ya, Tuan?" Suara seseorang pun terdengar dari seberang sana.
"Cepat cari tahu di mana keberadaan Alexander dan bersama siapa. Kutunggu secepatnya." Smith mulai memerintahkan orang-orangnya.
"Baik, Tuan." Seseorang itupun menyanggupi.
__ADS_1
Smith segera mengutus anak buahnya untuk mencari tahu di mana keberadaan Alexander sekarang. Hanya untuk memastikan kebenaran berita yang disampaikan oleh Jake. Menit demi menit pun menjadi waktu yang mendebarkan bagi Smith karena harap-harap cemas terhadap berita yang didapatkannya. Benarkah Alexander membawa wanita Jake?
Tak berapa lama sebuah panggilan masuk pun diterima olehnya. Yang mana telepon itu berisi berita tentang anaknya. Dan betapa terkejutnya Smith mendengar kebenaran yang disampaikan anak buahnya. Saat itu juga ia merasa tidak enak hati kepada Jake.
"Baik." Smith memutus sambungan teleponnya dengan wajah tak percaya.
Jake terlihat masih menikmati setiap asap rokoknya. Ia menantikan tanggapan Smith atas kabar ini. Padahal di dalam hatinya ingin sekali yang diinginkan cepat kembali. Tapi bukan Jake jika tidak menutupinya. Ia harus bisa menjaga image di depan orang lain sekalipun di dalam hati menggebu-gebu.
"Aku akan membicarakan hal ini kepada putraku. Tapi dua-tiga minggu ini aku harus bolak-balik ke luar negeri untuk menghadiri beberapa acara peragaan busana. Aku harap Tuan Jake mau menunggunya." Smith mengambil keputusan.
Jake menghela napas seraya mematikan puntung rokoknya di dalam asbak. "Waktu yang lama. Tapi jika itu kemampuan Anda, aku akan menunggunya." Jake menerima keputusan Smith.
.........
...Jake...
__ADS_1