
Alexander adalah seorang pria yang selama ini lebih senang belajar dan juga mengaplikasikan ilmunya ke berbagai desain bangunan. Baru dengan Lilia inilah ia merasakan ketertarikan. Yang mana rasa itu membawanya menuju sebuah rasa yang lebih besar. Rasa ingin memiliki dan bersama selamanya.
Alexander juga seorang pria yang bertanggung jawab. Ia amat peduli dengan keadaan sekitarnya. Ia juga tipikal pria perasa yang amat berlawanan dengan Jake. Sampai-sampai Lilia pernah menganggapnya lemah. Padahal di balik itu semua ada sesuatu hal yang tidak Lilia ketahui. Tentang siapa Alexander yang sebenarnya.
Penampilan Alexander memang sedikit berbeda dengan Jake. Ia lebih santai dan juga kalem jika dibandingkan pria berwajah muram itu. Sedangkan Jake berpenampilan serius dan juga ambisius. Tapi walaupun begitu, keduanya adalah pria yang membuat hati Lilia luluh hingga sampai menyerahkan diri. Namun, kini hanya Alexander lah yang bertahta.
Lilia sendiri tampak dipenuhi sejuta cinta kepada pria berambut pirang di sampingnya. Ia tidak lagi peduli terhadap segala apa yang akan terjadi nanti. Lilia sudah siap menerima konsekuensinya. Sekalipun teror dari Jake terus didapatkannya. Lilia sudah ingin serius menata hidupnya.
Terlepas dari itu semua, Jake masih berusaha keras untuk menyelesaikan segala permasalahannya. Ia berharap dapat membawa Lilia kembali ke pelukannya. Lantas kepada siapakah nanti Lilia akan menikah? Apakah dengan pria di sampingnya? Atau dengan Jake yang masih sibuk di sana? Tentunya Lilia berharap yang terbaik untuk hidupnya.
__ADS_1
"Tidurlah, Honey. Perjalanan masih jauh. Aku bantu panjangkan kursinya, ya." Alexander meminta Lilia untuk tidur di sampingnya.
Pesawat yang ditumpangi mereka adalah pesawat kelas eksklusif. Sehingga mereka mendapat pelayanan yang lebih dari pihak maskapai penerbangan. Dan kini Lilia mulai tertidur nyenyak di samping prianya. Ia sudah percaya sepenuhnya kepada Alexander. Alexander pun menjaga Lilia dengan baik.
Sesampainya di bandara ibu kota...
Perjalanan panjang akhirnya dilalui sepasang insan yang sedang dimabuk cinta. Baik Alexander dan Lilia tampak menjaga kemesraannya di sepanjang perjalanan. Bahkan saat turun dari pesawat, Alexander tidak melepas pegangan tangannya dari Lilia. Membuat Lilia bak seorang putri yang dijaga oleh pangerannya. Hingga akhirnya keduanya tiba di lobi penumpang tiba. Mereka duduk sambil menunggu barang bawaan selesai dilakukan pengecekan.
Alexander tersenyum. Ia mengusap kepala Lilia dengan lembut. Ia sudah memposisikan dirinya sebagai suami dari wanita bertubuh sintal itu. Alexander menjaga dan menyayangi Lilia sepenuh hatinya. Tinggal selangkah lagi mereka akan mengikat janji suci.
__ADS_1
"Sebentar. Aku aktifkan ponselku dulu." Alexander mengambil ponselnya.
Lilia melihat nomor urut pengecekan barang. Ia pun melihat barang bawaannya tak lama lagi akan dicek pihak bandara. Ia kemudian ikut mengaktifkan ponselnya. Hingga akhirnya barang bawaannya itu selesai dicek. Saat itu juga Lilia mengajak Alexander untuk mengambilnya.
"Dear, sudah."
Alexander pun mengangguk. Keduanya kemudian berjalan bersama untuk mengambil barang bawaan mereka. Tim Alexander yang ikut kembali ke dalam negeri terlihat baru saja menuruni pesawat dari kelas bisnis. Mereka akan menyusul Alexander dan Lilia nanti.
Alexander mengambilkan koper miliknya dan juga Lilia. "Biar aku saja yang bawa." Dengan senang hati Alexander membawakan koper milik wanitanya.
__ADS_1
Lilia pun tersenyum. Keduanya melangkah menuju pintu keluar. "Kita menunggu mereka di mana, Dear?" tanya Lilia seraya berjalan bersama.