PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Payment


__ADS_3

Jake menjanjikan keselamatan atas Bian dari istrinya. Tapi Jake meminta Bian melakukan sesuatu untuknya. Yang mana sesuatu itu berhubungan dengan kedatangan Bian ke rumah ibu Alexander. Jake lah yang memberi alamat dan memfasilitasi semua kebutuhan Bian dalam menjalankan misi darinya. Bahkan Bian dibelikan tas mewah untuk menjalankan misi ini. Tak lain tak bukan karena tujuan pribadi Jake sendiri.


.........


"Baiklah. Sekarang mari kita pergi ke luar negeri."


Bian menarik pedal gigi mobilnya. Angsa-angsa itu pun sudah terlihat menyeberangi jalan pedesaan. Beberapa kendaraan yang mengantri mulai melaju, melintasi jalan dua arah di pedesaan itu. Begitu juga dengan Bian yang akan segera kembali ke ibu kota lalu bersiap-siap untuk pergi dari negeri ini. Ia akan pergi dengan fasilitas yang diberikan Jake. Bian memutuskan kontrak sepihak tanpa diketahui Lea sebelumnya.


Ibu kota, pukul sepuluh malam waktu sekitarnya...


Jake mendatangi sebuah klub bersama dua orang pengawalnya. Ia akan memasuki ruangan yang ada di ujung sana. Ia tidak memasuki area hingar-bingar di tempat tersebut. Ia fokus menatap ke depan, ke tempat di mana akan dilangsungkannya pertemuan. Jake akan menemui seseorang malam ini.


Pintu pun terbuka. Terlihatlah seorang pria tua berkaca mata sedang dikelilingi oleh banyak wanita cantik. Di sisi ruangan tersebut terdapat dua orang penjaga yang berdiri tegap mengawasi ruangan. Hingga akhirnya si empu ruangan menyambut kedatangan Jake.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan." Pria tua itu menyadari jika tamunya sudah datang.


Pria tua itu lantas meminta wanita-wanitanya untuk pergi. Para wanita itupun pergi dengan didampingi dua pria yang berjaga. Mereka keluar ruangan selepas Jake datang. Pengawal Jake pun ikut menunggu di luar. Sebuah percakapan penting akan segera terjadi malam ini.


"Maaf membuatmu menunggu." Jake pun masuk ke dalam ruangan.


"Tak apa. Mari." Pria tua itu mempersilakan Jake duduk di dekatnya.


"Malam ini kami kedatangan tequila dari Itali. Mungkin Tuan mau mencobanya." Pria tua itu menuangkan tequila untuk Jake, sejenis minuman beralkohol yang beraroma.


"Terima kasih." Jake pun menghidupkan puntung rokoknya tanpa segan.


Di ruangan itu hanya dihadiri oleh keduanya. Tidak ada orang lain ataupun CCTV yang merekam. Namun, keduanya mempunyai penjagaan masing-masing. Para pengawal mereka dapat mendengar apa saja yang terjadi di dalam ruangan. Karena mereka harus siaga dalam mengawal bosnya.

__ADS_1


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bahkan saat acara di pantai pun tidak sempat." Pria tua itu membuka pembicaraan.


Pria tua itu adalah Smith, ayah dari Alexander. Jake datang menemuinya untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan putra pria tersebut. Apalagi kalau bukan berkenaan dengan Lilia, wanita yang pernah dipekerjakan oleh istrinya.


"Ya. Aku banyak urusan. Tapi malam ini aku harus menyempatkan diri untuk menemuimu," cetus Jake kepada Smith.


"Sepertinya sangat penting. Apakah berkaitan dengan model yang ada di sini?" duga Smith kepada Jake.


Jake mengembuskan asap rokoknya. "Tidak. Tapi ini berkaitan dengan putramu," kata Jake yang membuat Smith terperanjat seketika.


"Alexander?!"


"Ya." Jake mengangguk lalu mengembuskan asap rokoknya.

__ADS_1


__ADS_2