
Siang tadi, di kantor GOC...
Jam makan siang hampir saja tiba. Para karyawan pun sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk sementara waktu. Jam istirahat yang hanya berdurasi satu jam itu dipergunakan sebaik mungkin oleh mereka. Karena mereka tahu bos besarnya sangat tidak menyukai ketidakdisiplinan. Mereka pun menunggu jam makan siang datang sambil bersenda gurau.
Di sana, di dalam ruang kerja Jake yang besar, tampak seorang pria sedang duduk tegang di hadapan Jake. Siang ini Jake memintanya datang untuk membicarakan sesuatu yang membuat jantungnya deg-degan tak karuan. Ia khawatir Jake tiba-tiba memecatnya.
Ialah Andrian yang duduk di depan Jake. Ia menunggu Jake bicara kepadanya. Sedang Jake tampak diam sambil mengetik sesuatu di laptopnya. Tak lama kemudian ia pun mengirimkan email kepada seseorang. Saat itu juga ia beralih kepada Andrian yang sudah menunggunya.
"Bagaimana keadaan kantor cabang?" Jake memulai pembicaraan seraya menyandarkan punggungnya.
"Kabar baik, Tuan Jake. Beberapa kendala yang terjadi rasanya masih bisa teratasi." Andrian menjawabnya.
__ADS_1
Jake mengangguk pelan. Ia kemudian mengambil map dari dalam lacinya. "Sebelumnya terima kasih atas kedatangan Anda, Tuan Andrian." Jake mengucapkan terima kasih seraya duduk santai menyandar di kursi.
Andrian segera menjawabnya. "Sudah menjadi kewajiban saya untuk memenuhi panggilan pimpinan perusahaan, Tuan Jake." Andrian tersenyum paksa di hadapan Jake.
Jake mengangguk dengan semburat muram di wajahnya. Ia tahu gestur tubuh Andrian yang seperti tidak senang dipanggil olehnya. Tapi Jake harus melancarkan serangan hari ini agar peperangan bisa cepat diselesaikan. Ia harus memenangkannya.
Bukan Jake namanya jika tidak bisa menarik-ulur hati seseorang dengan sikap acuh tak acuhnya. Jake pun membalas senyum Andrian. Senyuman yang memiliki arti dalam namun mematikan. Ia membuat Andrian santai sebelum melakukan penyerangan.
Sontak Andrian menelan ludahnya. Ia merasa Jake sudah mengetahui tentangnya.
Andrian gugup saat ditanyakan ketidaksinkronan laporan biaya bahan bakar. Karena bagaimanapun ia adalah General Manager GOC. Andrian yang bertanggung jawab atas laporan dari semua kantor cabang. Secara tidak langsung pertanyaan ini menuduhnya sebagai pengutak-atik laporan perusahaan. Andrian tersinggung dengan tuduhan Jake kepadanya.
__ADS_1
Aku pikir dia tidak akan pernah mengetahui hal ini.
Di balik itu semua, memang benar Andrian telah melakukan penyimpangan laporan biaya bahan bakar. Dan karena pertanyaan itulah Andrian jadi tersinggung kepada Jake. Jake seperti tahu jika Andrian melakukan sesuatu terhadap laporan final semua kantor cabang. Tapi ia membiarkan Andrian menikmati uang ratusan juta itu sendirian. Andrian pun merasa dipermainkan. Jake seperti sengaja ingin menjebaknya.
"Saya rasa ada kesalahan dalam penginputan data, Tuan Jake," terang Andrian kepada Jake.
"Penginputan data?"
"Ya. Benar. Mungkin ada struk pembelian bahan bakar yang lupa dimasukkan." Andrian beralibi.
Jake tampak berpikir mengenai jawaban dari Andrian ini. Sedang Andrian terus mencari jawaban yang tepat agar apa yang dilakukannya tidak ketahuan.
__ADS_1
"Ada beberapa data pembelian bahan bakar yang tidak tercantum dalam estimasi maupun laporan. Sedang memegang dua puluh kantor cabang tidaklah mudah, apalagi sampai harus menyimpan bukti pembelian dari semua kantor cabang. Saya rasa daftar estimasi perlu dibuatkan lagi agar laporan temuan bisa sinkron dengan laporan yang saya berikan." Andrian menjelaskan.