PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Confuse


__ADS_3

Pria itu adalah pengusaha kelas menengah yang sedang duduk bersama para pengusaha lainnya. Biden juga tampak berada di sana dan mendengarkan cerita. Ia ikut tak percaya jika Jake menolak ajakan berjudi. Padahal yang ia tahu Jake adalah seorang penjudi akut. Biden tak menyangka jika cerita itu benar adanya.


"Mungkin dia ingin menikah lagi," tutur salah satunya.


"Lalu bagaimana dengan nyonya Lea. Mau dikemanakan dia?" Yang lainnya tambah tak percaya.


"Entahlah. Kudengar tuan Jake memiliki asisten pribadi yang sangat menggoda " Pria itu menuturkan.


"Wah! Benarkah?! Aku baru tahu kabarnya." Pria yang lain menimpali.


Biden pun mendengarkan obrolan tersebut sampai ia harus mengakhirinya. "Namanya Lilia. Dia ... wanita cantik yang memesona." Biden ikut bicara.


"Benarkah? Tuan Biden pernah bertemu langsung dengannya?" tanya salah seorang yang ada di sana.

__ADS_1


Biden mengangguk. Ia meminum kembali anggurnya. "Dia seksi. Tubuhnya begitu indah. Dia memiliki bola mata yang mampu menghipnotis pria. Tutur bicaranya juga membangkitkan gairah." Biden mengingat kembali tentang Lilia.


"Wooow..." Saat itu juga yang hadir di sana terperangah mendengarkan ceritanya.


"Sayang aku tidak bisa mendapatkannya. Andai saja bisa, mungkin aku tidak akan tertarik lagi dengan yang lain," timpal Biden kembali.


Para pengusaha yang ada di sana tampak saling pandang satu sama lain. Mereka sangat penasaran dengan sosok wanita yang diceritakan. Mereka ingin melihatnya secara langsung. Sedang Biden tampak mengingat kembali perlakuan Lilia padanya yang begitu menggoda.


Lilia, sayang kau bersama putra Smith saat ini.


Siang itu akhirnya nama Lilia menjadi perbincangan hangat para hidung belang yang ada di sana. Bagaimana kemolekan dan paras cantiknya. Mereka pun mulai berangan-angan tentangnya. Tanpa peduli Lilia milik siapa. Seolah tidak takut jika Jake mendengarnya.


Sore harinya...

__ADS_1


Semilir angin sore menyapu helaian rambut seorang wanita yang dibiarkan tergerai panjang. Wanita cantik bertubuh sintal itu kini tengah merenung di teras apartemen prianya. Ia sendiri di sana sambil meratapi nasibnya. Sang pria yang dicintainya ternyata belum juga memberikan kabar gembira.


Dear, apa yang sebenarnya terjadi?


Ialah Lilia yang kini tampak gundah gulana. Ia merasa Alexander seperti menjauh darinya. Selepas makan malam bersama di restoran waktu itu, esok harinya Alexander segera berpamitan menuju desa untuk menemui ibunya. Namun, sampai sekarang Alexander belum juga pulang. Sedang kabar yang Lilia dapatkan hanya sekedar saja.


Apakah benar kau langsung ke kantor setelah dari desa, Dear?


Dua hari Lilia menunggu. Tapi nyatanya kabar bahagia itu belum juga ia dapatkan. Lilia pun mulai berkecil hati. Hatinya mengatakan jika Alexander gagal menyakinkan ibunya sendiri. Sedang Lilia masih menantikan kabar gembira darinya.


Apa aku ke restoran Angelina saja?


Terlintas di pikiran Lilia untuk menemui sahabat dekatnya lalu menceritakan hal ini. Namun, ia berpikir ulang kembali.

__ADS_1


Tidak. Aku tidak perlu ke sana karena hanya akan merepotkannya saja. Lagipula sudah sore. Dia pasti sudah pulang ke rumah dan bertemu suaminya.


__ADS_2