
Ia adalah Jake yang masih sibuk di jam akhir kantornya. Namun, pekerjaannya itu harus tertunda karena paman istrinya datang, Biden Somerhalder. Pria paruh baya berambut pirang itu tersenyum seraya memasuki ruangan. Jake pun tampak menoleh ke arahnya.
"Sepertinya sibuk."
Tanpa diminta, Biden segera duduk di sofa tamu yang berada di ruang kerja Jake. Ruang kerja yang amat luas untuk ukuran pekerja biasa. Di dalam ruangannya itu terdapat sofa tamu, meja kerja yang besar, lemari baca dan juga lemari kaca berisi dokumen-dokumen kantornya. Tak lupa juga piala-piala terpajang di atasnya. Di dalam ruangannya pun terdapat kamar mandi yang luas dan bisa untuk berendam. Fasilitas itu hanya bisa didapatkan olehnya. Serba ada bagi seorang pimpinan perusahaan besar.
"Pekerjaanku belum selesai. Ada apa?" Jake tampak malas duduk di sofa tamu dekat Biden.
Biden menggerak-gerakkan jarinya di ujung sofa. "Kudengar Lilia mengundurkan diri dari Sky Grup. Apa ada hubungannya dengan putra Smith?" Biden langsung ke inti pembicaraan.
Jake menghentikan aktivitasnya sejenak. "Anda tahu banyak tentang mereka." Ia menanggapinya dengan datar.
__ADS_1
Biden tersenyum. "Aku hanya menduganya saja, Tuan Jake. Tanpa sengaja mengetahui putra Smith kini sedang berada di Dubai bersama Lilia. Apa mereka berbulan madu di sana?" tanya Biden yang seolah-olah ingin membuat Jake terbakar api cemburu.
Jake tentu tahu apa maksud Biden bicara seperti itu. Pena yang di tangannya pun seketika diletakkan ke atas meja. Jake mengambil napas dalam-dalam menanggapi kedatangan Biden sore ini. Tentu saja percakapan ini membuatnya melangkahkan kaki ke sofa tamu. Ia kemudian duduk di seberang Biden dan menghidupkan batang rokoknya. Membuat Biden melihat ke arah AC yang masih menyala.
"Untuk apa membicarakan orang yang sudah tidak ada?" Jake mengembuskan asap rokoknya. Sontak Biden terkejut dengan pernyataan Jake tentang Lilia.
"Aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Jadi untuk apa dibicarakan?" Jake dengan santainya berkata seperti itu.
Jake seperti tidak ada beban sama sekali dengan kepergian Lilia bersama Alexander ke Dubai. Hal itu menuai tanda tanya besar di dalam hati Biden. Apakah benar Jake dan Lilia memang tidak mempunyai hubungan?
Waktu di natatorium dia begitu melindungi Lilia dari penglihatanku. Begitu juga saat di acara pertemuan keluarga besar. Dia seakan meminta Lilia untuk menghindariku. Apa sebenarnya yang dia rencanakan? Apakah dia belum tahu jika Lilia adalah orang suruhan Lea?
__ADS_1
Biden berdehem. Ia mengambil cerutu dari balik jas hitamnya. Ia ingin ikut merokok di dalam ruangan kerja Jake. Namun, Jake menatap tajam ke arahnya. Seketika ia pun tidak jadi menghidupkan cerutunya.
"Bagaimana proyekmu dengan tuan Lores. Apakah kau membutuhkan bantuan?" Biden mengalihkan pembicaraan.
Jake menghisap asap rokoknya lalu mengembuskan ke atas. Ia terlihat tenang sekalipun sudah disinggung oleh Biden tentang Lilia.
"Kabar baik. Dan aku masih bisa mengatasinya." Jake menjawabnya santai.
"Syukurlah. Kau pasti bisa mengatasi semuanya sendiri." Biden tersenyum penuh maksud kepada Jake.
Jake tersenyum tipis. "Tentu. Aku yakin dengan kemampuanku karena tidak pernah berbagi kekuatan dengan orang lain," kata Jake yang membuat Biden diam seribu bahasa.
__ADS_1