
Lea tersenyum simpul di seberang Jake. Ia merasa menang malam ini. Tapi Jake tidak khawatir. Ia malah merasa senang karena Lea sudah bertindak. Itu berarti rencananya berjalan sesuai yang diharapkan.
Jake memancing Lea untuk memulai penyerangan. Jake juga sudah mengantongi bukti kuat untuk menyerang balik. Tapi ia masih diam dan menerima serangan dari Lea. Ia tidak ingin membuat Petrus salah prasangka terhadapnya. Bagaimanapun ia harus selamat dari perjanjian yang telah disepakati bersama.
"Aku tidak merasa melakukannya, Yah. Mungkin saja ada orang yang mirip atau mengeditnya dengan sengaja. Bukankah zaman sekarang sudah canggih? Mudah bagi seseorang untuk merubah foto bagaimanapun bentuknya." Jake tampak santai menanggapi.
"Kau!"
Saat itu juga roman wajah Lea berubah. Ia tidak terima dengan alibi Jake atas foto di majalah bisnis tersebut. Ia merasa kesal dengan perkataan Jake. Sedang Petrus tampak membenarkan ucapan Jake. Tapi ia juga tidak ingin menuduh Lea di balik foto yang dilihatnya.
__ADS_1
"Ayah, dia telah berbohong!" Lea beranjak berdiri sambil menunjuk Jake.
Jake diam. Ia tetap duduk tenang di samping Petrus.
"Selama ini dia selalu membohongiku, Yah! Aku pernah memergokinya berada di apartemen wanita itu. Dia bahkan membela wanita itu di hadapanku yang istrinya. Dia tidak menganggapku sama sekali." Lea mulai mendramatisir keadaan.
Petrus tampak pusing menghadapi permasalahan yang terjadi. "Benar, Jake?" tanya Petrus kepada Jake.
Petrus menghela napas panjang-panjang. Ia menoleh ke arah Lea yang marah. "Jadi jalan apa yang ingin kau ambil, Lea?" tanya Petrus. Ia sudah merasa pusing menghadapi permasalahan Lea.
__ADS_1
Lea mengatur napasnya karena menahan amarah. "Aku ingin cerai. Kami sudah tidak cocok lagi. Dua tahun terakhir dia juga tidak pernah memberikan nafkah lahir ataupun batin kepadaku. Aku tidak dianggapnya sama sekali. Aku tidak ingin terikat lagi dengannya," tutur Lea, bak lampu hijau untuk Jake.
Lea mengatakan ingin cerai dari Jake di depan ayah angkatnya, Petrus. Tentu saja hal itu membuat Petrus mengambil napas panjang. Ia merasa akan menderita kerugian besar dari gugatan anaknya ke Jake. Sedang Jake merasa senang dengan pernyataan ini. Rencana yang telah disusunnya berjalan dengan lancar. Namun, ia bersikap menyayangkan tindakan Lea. Seolah-olah tidak menginginkan perceraian. Padahal di dalam hatinya sangat bertolak belakang.
Pria itu ternyata lebih cepat mengadu dari yang kuperkirakan. Selamat datang di perangkapku, Lea.
Jake membuat strategi untuk memenangkan peperangan. Yang mana ia melempar umpan agar Lea segera mengeksekusinya. Karena Jake ingin peperangan ini cepat berakhir. Ia ingin segera menyusul Lilia di sana.
"Terserah kalian. Ayah sudah lelah dengan semua ini." Saat itu juga Jake tahu akan maksud perkataan Petrus.
__ADS_1
Rencana Jake akhirnya berjalan dengan lancar tanpa Lea sadari. Padahal Jake hanya ingin melihat tanggapan Lea terhadap hal yang ia lakukan di kantor tadi. Dan ternyata, hal itu begitu cepat dieksekusi olehnya. Jake tak menyangka jika hal kecil yang dilakukannya segera ditanggapi. Lea pun seperti kepanasan sendiri.