PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Finally Fixed


__ADS_3

Di saat seperti ini dia masih ingin menerima pekerjaan? Seminggu lebih aku menunggu kepastian, tapi belum juga ada kabar memuaskan. Dear, apa maumu yang sebenarnya?!


Lilia kesal. Ia mengusap wajahnya sendiri karena Alexander seperti tidak mengerti keinginannya. Ia kemudian membereskan pakaiannya. Lilia ingin pergi saja. Ia tidak mampu digantung terus-menerus tanpa kepastian. Lilia tidak ingin membuang-buang waktunya.


Esok harinya...


Pagi hari telah datang. Suara burung berkicau pun terdengar. Mata indah itu terjaga dari alam mimpinya. Ia baru saja terbangun dari tidurnya. Ialah Lilia yang terbangun saat matahari terbit. Ia pun lekas-lekas keluar dari kamarnya.


Semalaman Lilia dibuat menunggu. Tapi ternyata prianya tidak kunjung pulang. Lantas ia mengisi malamnya dengan membuat kue kesukaan. Dan kini kue itu sudah tersedia bertoples-toples banyaknya. Ia mencoba mengisi waktu di tengah kegundahan hatinya. Namun sayangnya, sang pria tidak pulang juga.


"Dia belum pulang?"

__ADS_1


Lilia terduduk lemas saat mengetahui prianya tidak pulang semalam. Ia merasa hatinya bertambah kacau balau. Lilia pun menarik napas dalam, mencoba membuat keputusan. Hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk memberi Alexander pelajaran. Lilia ingin pergi karena berhari-hari tidak ada kepastian.


Dear, maafkan aku. Aku harus melakukan hal ini.


Sungguh di hatinya masih ada rasa cinta yang besar untuk Alexander. Tapi ia merasa cinta itu disia-siakan begitu saja. Lilia merasa cintanya tak dihargai prianya. Alexander selalu saja mengulur-ulur waktunya. Sedang Lilia ingin cepat mendapat kepastian. Ia tidak mau membuang-buang waktunya.


Lantas ia pun segera berkemas. Ia akan pergi dari apartemen Alexander hari ini. Ia tidak sanggup lagi menahan kesedihan akan penantian. Lilia menyerah kepada keadaan.


Satu jam kemudian...


"Seratus juta? Mobil ini masih baru. Baru beberapa bulan kupakai. Harga belinya saja mencapai tiga ratus juta lebih." Lilia tidak terima mobilnya ditawar begitu rendah.

__ADS_1


"Nona, bagaimanapun jika sudah pernah dipakai, jatuhnya barang second." Pemilik showroom menerangkan.


Lilia menggelengkan kepalanya. "Terima kasih. Lain kali saja aku kembali." Lilia pun segera pergi.


"Nona bagaimana jika seratus sepuluh?" Pemilik showroom menawar kembali.


"Tidak!" Lilia pun segera masuk ke dalam mobilnya.


Lilia tidak terima mobilnya ditawar begitu rendah. Sedang mobil itu ia beli dengan harga tiga ratus juta dan baru beberapa bulan dipakai. Ia pun segera pergi dari showroom mobil tersebut lalu mencari tempat yang lainnya. Ia berharap mobilnya bisa terjual dengan harga yang lebih besar.


Aku harus mendapatkan uang lebih banyak sebagai bekal pergi dari negeri ini. Aku tidak bisa mengandalkan siapapun selain diriku sendiri.

__ADS_1


Pedal gas ditekan. Mobil Lilia pun melaju cepat ke tempat berikutnya. Lilia berharap dapat menemukan tempat jual yang lebih menguntungkan, karena ia harus mendapatkan bekal yang banyak.


Lilia harus memperhitungkan semuanya sebelum pergi ke luar negeri. Karena biaya hidup di luar sana tentulah tidak murah. Setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Sehingga Lilia harus berjaga-jaga.


__ADS_2