
"Jake, banyak-banyaklah mengalah untuk mendapatkan hatinya kembali. Buat dia jatuh cinta lagi setelah kau menyakiti. Dan jika sudah dapat, jangan biarkan dia pergi. Kunci dia dengan ikatan yang resmi."
Jake teringat dengan obrolannya bersama Paul waktu itu. Ia pun hanya bisa menghela napas saat harus menurunkan egonya di hadapan Lilia. Jake sudah terbiasa meninggikan diri. Tapi kali ini ia harus berbanding terbalik dalam perilakunya. Sedang Lilia tampak tersenyum-senyum sendiri di sana. Ia menoleh ke belakang untuk melihat Jake lagi.
Saatnya membalas dendam, Jake.
Lilia ternyata ingin balas dendam. Tapi bukan dengan kekerasan. Ia mempunyai cara tersendiri agar Jake ikut merasakan apa yang ia rasakan dahulu. Jake pun tak berdaya di hadapannya. Rasa cinta itu membutakan segalanya. Sampai-sampai tidak ingat siapa dirinya.
Kadangkala cinta memang bisa membuat orang buta. Kadang kala cinta juga dapat melahirkan kasih sayang atau kebencian. Tergantung bagaimana sang penikmat cinta menempatkannya. Begitu juga dengan Jake dan Lilia. Kini giliran Jake yang berusaha habis-habisan untuk membuat Lilia jatuh hati kembali. Dan Lilia memanfaatkan hal ini untuk membalas dendam kepada Jake. Jake pun hanya bisa pasrah kepadanya.
__ADS_1
Sore harinya...
Tiga pesanan kue telah jadi. Lilia pun sudah banyak belajar hari ini. Sedang Jake tampak tertidur pulas di lantai depan dapur. Ia menghamparkan tikar sambil menunggu Lilia selesai membuat kue. Dan ya, sang master kue pun berpamitan kala jam kerjanya sudah habis. Ia menitipkan pesan kepada Lilia agar disampaikan kepada Jake. Sang master kue tidak ingin menganggu Jake yang sedang tertidur.
Untuk sementara waktu toko kue Lilia ditutup karena akan banyak belajar membuat kue. Semua peralatan dan perlengkapan juga sudah dibeli. Tinggal keahlian Lilia yang membuat kuenya sendiri. Jake pun memenuhi semua hal yang dibutuhkan Lilia. Ia tidak pilih-pilih berapapun harganya.
Sore ini keadaan cuaca tampak mendung saat waktu menunjukkan pukul lima lewat sepuluh. Lilia pun segera membangunkan Jake yang sedang tertidur. Ia ingin meminta Jake ikut mengantarkan kue pesanannya. Dan ya, Jake belum juga terbangun. Ia terlihat pulas sekali. Lilia pun mengulur waktu agar Jake bisa tidur lebih lama lagi. Ia berniat mandi terlebih dahulu.
Lilia tahu jika Jake memiliki aktivitas yang begitu padat. Ia juga merasa beruntung karena bisa menjadi wanita pertama yang membuatnya cuti. Lilia amat menghargai itu. Jauh di dalam lubuk hatinya pun masih terukir jelas nama Jake di sana. Tapi Lilia mencoba menepiskannya. Ia ingin fokus menjalankan usaha.
__ADS_1
Lantas Lilia pun segera mandi. Ia meninggalkan Jake yang tertidur di depan dapur. Keduanya bak pasangan suami istri yang saling mengerti. Lilia pun membiarkan Jake tetap tertidur. Ia membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Setengah jam kemudian...
Hari sudah memasuki petang. Tampak Lilia yang masih berusaha untuk membangunkan Jake dengan menarik atau mengguncang tubuhnya. Ia mengenakan kaus putih dan celana jeans biru. Jake pun mulai terjaga dari tidurnya.
"Babe ...."
Jake kembali memanggil Lilia dengan kata sayang yang hanya teruntuknya saja. Lilia pun tampak kelelahan setelah membangunkan pria berotot tersebut. Ia menyandarkan punggung di dinding toko sambil menghela napas panjang-panjang. Ternyata Jake susah sekali untuk dibangunkan.
__ADS_1
Dasar gajah!