
Sementara itu...
Tamparan keras melayang ke wajah Jinny saat ia menolak permintaan dari seorang wanita berambut pirang. Raut wajah wanita itu tampak marah karena Jinny tidak mau menurut padanya. Alhasil Jinny pun jadi bulan-bulanan wanita tersebut.
"Kau benar-benar tidak tahu diri! Kau bukan siapa-siapa di rumah ini!"
Ialah Lea Kenandra yang merasa kesal karena Jinny tak kunjung menurut padanya. Lea meminta Jinny untuk membantunya, tapi sudah berminggu-minggu Jinny tidak menggubrisnya. Lea pun kehilangan kesabarannya.
"Nyonya, sampai kapanpun aku tidak akan menuruti apa katamu. Kalau memang membutuhkan uang, harusnya kau minta langsung kepada tuan. Bukan perantara aku." Jinny menjelaskan walau sudah jatuh terduduk di lantai karena tamparan keras Lea.
"Wanita murahan! Bangun kau!" Lea pun semakin naik pitam. Ia menarik Jinny secara paksa agar berdiri kembali.
Jinny bak tidak mempunyai kekuatan. Ia terjebak di dalam situasi. Petrus sedang tidak berada di rumah. Orang-orang Jake juga entah di mana. Lea mendatangi Jinny di dalam kamarnya saat Jinny baru saja selesai belajar. Lea pun membabi-buta kepadanya. Tanpa peduli lagi siapa dirinya, siapa Jinny.
__ADS_1
Lea mencekik Jinny. "Kuperingatkan padamu! Cepat minta sepuluh milyar kepada Petrus atau nasibmu akan berakhir malam ini!" Lea mencekik Jinny tanpa ampun.
Jinny kesakitan. Ia hanya bisa memegangi tangan Lea yang mencekiknya. Wajahnya memerah karena mulai kehilangan udara. Lea benar-benar melampaui batasannya.
"Hentikan!"
Saat itu juga seorang pria tua datang dan melihat apa yang terjadi. Lea pun menoleh, melihat siapa yang datang. Dan ternyata...
"A-ayah?!" Lea tidak percaya jika Petrus sudah pulang ke rumah keluarga besar.
"Apa yang terjadi?" Petrus melangkah mendekati keduanya.
Lea pun segera melepas tangannya dari leher Jinny. Ia merasa kepergok malam ini. "Ayah, Jinny ... Jinny meminjam uang padaku. Tapi dia tidak mau membayarnya." Lea beralibi.
__ADS_1
"Meminjam uang?!" Petrus tampak tak percaya.
"Benar Ayah. Dia meminjam uang sepuluh milyar padaku. Tapi belum juga membayarnya." Lea kembali berbohong.
Petrus menoleh ke arah Jinny. Jinny pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia merasa hal itu tidak benar terjadi. Petrus pun mulai curiga kepada Lea.
"Ikut ayah ke ruang keluarga, sekarang!" Petrus meminta Lea mengikutinya.
Petrus curiga. Bukan tak melihat apa yang sedang Lea lakukan kepada Jinny, tetapi ia tidak ingin lekas-lekas menghakimi tanpa menanyakan kebenarannya. Sehingga hal itu dimanfaatkan oleh Lea untuk beralibi.
Lea berjalan menuju Jinny. Ia pun berhenti tepat di dekat Jinny. "Jika waktunya sudah pas, aku akan membunuhmu. Camkan itu!" Lea mengancam Jinny.
Sungguh berat penderitaan yang Jinny rasakan kala berada di rumah keluarga besar. Terlebih Lea seringkali berlaku kasar padanya. Jinny merasa hidupnya sebatang kara. Ia tak berdaya dengan perjanjian yang telah dibuatnya.
__ADS_1
Petrus sendiri mulai curiga terhadap tingkah laku Lea. Ia merasa ada hal yang tak beres terjadi pada anaknya. Ia pun meminta Lea untuk mengikutinya ke ruang keluarga. Ia akan bicara baik-baik pada anaknya.
Petrus adalah seorang pria baik hati. Walaupun Lea bukan anak kandungnya, ia tetap memperlakukan Lea sebagaimana mestinya. Ia membesarkan Lea dengan kerja kerasnya. Namun sayangnya, Lea lupa diri. Ia malah memanfaatkan situasi dan ingin menguras harta Petrus.