
Andrian ingin mencari cela agar dapat selamat dari pengkhianatan yang ia lakukan. Andrian juga tidak ingin masuk penjara karena sudah selingkuh dengan istri orang. Yang ia inginkan adalah mendapatkan dua puluh lima persen saham di GOC. Ia ingin menyaingi Jake di sana. Tapi ia juga harus memutar arah untuk mencari cara agar bisa masuk ke hati Petrus. Karena Petrus adalah pemilik GOC yang sebenarnya.
Lain Andrian, lain pula dengan Lea. Lea tampak khawatir dengan kabar yang Andrian berikan tentang percakapan bersama Jake di kantor kemarin. Lea khawatir Jake memutarbalikkan keadaan yang membuatnya menjadi pihak tergugat. Lea bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan setengah harta Jake. Malah ia sendiri yang bisa kehilangan hartanya. Sehingga karena hal itulah ia segera cepat bertindak.
Di lain kesempatan Lea juga berhasil mengetahui isi perjanjian Jake dan ayah angkatnya. Namun, saat itu tidak memungkinkan bagi Lea untuk membaca semuanya. Ia hanya membaca sebagiannya saja. Ia hanya mengingat hal yang penting. Sedang kabar simpang siur yang beredar di rumah keluarga besar mengatakan jika sisa saham Petrus akan diberikan kepada seseorang. Namun, Lea tidak tahu siapa itu.
Great Ocean Contruction sebenarnya adalah milik Petrus. Ia dahulunya memegang lima puluh persen saham yang ada di sana. Sehingga ia menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan. Karena syarat menjadi pimpinan GOC adalah memiliki lima puluh persen saham. Dan karena hal itu ia memberikan dua puluh lima persen sahamnya kepada Jake dengan syarat mau menikahi Lea. Tentunya dengan perjanjian berat yang harus Jake tanggung selama kurun waktu tertentu. Dan Jake harus memenuhinya jika saham itu ingin dimilikinya cuma-cuma. Karena dua puluh lima persen saham tidaklah bernilai rendah.
__ADS_1
Lalu apakah Lea akan berhasil mendapatkan dua puluh lima persen saham tersebut? Yang mana setara dengan setengah harta dari Jake. Atau Lea akan kalah dari Jake dalam sidang perceraian? Tentunya Lea juga tidak ingin menderita kerugian.
Sementara itu...
Malam semakin larut. Seorang wanita berparas cantik baru saja terbangun dari tidur selepas bertengkar dengan prianya. Ia melihat keadaan sekitar kamarnya yang gelap. Ia pun segera menghidupkan lampunya. Dan ternyata sudah pukul delapan malam saja.
"Astaga, aku ketiduran?!"
__ADS_1
"Dia ke mana?"
Ialah Lilia yang baru saja terbangun dari tidurnya setelah sempat berseteru dengan Alexander, perihal kepastian hubungan mereka. Dan kini Lilia seorang diri di apartemen. Lilia ditinggal pergi prianya.
"Dia tidak meninggalkan pesan?"
Lekas-lekas Lilia mengecek ponselnya. Ia memang sengaja tidak mengaktifkan ponsel karena bertengkar dengan Alexander. Tak lama kemudian ponselnya pun kembali aktif setelah lama dimatikan. Sebuah pesan dari prianya pun diterima. Lilia segera membaca pesan tersebut.
__ADS_1
/Honey, aku pergi sebentar. Klien lamaku datang dan ingin bertemu, serta membahas pekerjaan baru untuk perusahaan. Tunggu aku di rumah, ya./
Begitulah bunyi pesan Alexander. Walaupun Lilia sudah marah kepadanya, Alexander masih bisa bertutur lembut kepada wanitanya. Namun sayang, Lilia malah merasa kesal membacanya. Ia merasa Alexander tidak mengerti keinginannya.