PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Clear


__ADS_3

Jake ....


Saat itu juga Lilia tersadar jika Jake sangat menginginkan bayinya hidup. Namun, emosi Jake belum bisa dikendalikan karena rasa kehilangan yang menyakitkan. Pada akhirnya ia memilih untuk tidak menemani Lilia di rumah sakit. Sedang hal itu dimanfaatkan oleh Alexander untuk mendekatinya. Alhasil, Lilia pun jadi gundah terhadap perasaannya. Terlebih Alexander seperti tahu apa yang diinginkannya. Perhatian dan kasih sayang.


"Lalu, mengapa kau tidak pernah menjengukku di rumah sakit? Apa kau terlalu sibuk dengan Bian?" Lilia mulai mengeluarkan unek-unek di hatinya.


Jake menggelengkan kepalanya. "Itu hal ke dua yang ingin aku jelaskan padamu, Lilia." Jake ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tentang mengapa Bian ada di kantormu?" tanya Lilia lagi.


Jake mengangguk. "Lilia, pemilik GOC sebenarnya adalah Petrus. Aku hanya mempunyai dua puluh lima persen saham di sana. Sedang jika ingin menjadi pimpinan perusahaan, minimal memiliki lima puluh persen saham. Sehingga karena hal itulah Petrus memberikan dua puluh lima persen sahamnya kepadaku. Dengan syarat dan perjanjian tertentu. Termasuk dengan menikahi Lea." Jake menjelaskannya.

__ADS_1


"Lalu apa hubungannya dengan Bian?" Lilia tak mengerti.


Jake memegang tangan Lilia. "Lea meminta kepada Petrus untuk menaruh orangnya di dekatku. Lea curiga karena aku tidak pernah pulang ke rumah. Petrus pun memenuhinya. Ia memintaku untuk menerima Bian. Aku pun tidak bisa menolaknya. Kejadiannya sama seperti saat kau datang ke GOC. Tidak jauh berbeda." Jake menerangkan lagi.


Lilia mulai mengerti. "Lalu kenapa kau usir aku, Jake? Kau mengusirku di depan musuhku sendiri! Kau tega!" Lilia tidak terima.


"Babe, dengar." Jake memegang tangan Lilia agar tidak pergi. "Saat itu aku bersandiwara untuk meyakinkan Bian jika kita memang tidak ada hubungan apa-apa. Bian adalah orang suruhan Lea. Dan kau tahu sendiri bagaimana Lea, bukan? Dia ingin mengambil setengah harta dariku. Jika aku menyambutmu, pasti Bian akan menceritakan hal itu kepada Lea. Dan Lea akan memanfaatkannya untuk menjadi bukti di persidangan." Jake berharap Lilia mengerti situasi saat itu.


Lilia tertunduk "Tapi aku hampir gila karenanya, Jake. Kau tidak ada penjelasan sama sekali." Lilia tampak bersedih.


Terurailah kesalahpahaman yang telah terjadi selama ini. Lilia akhirnya mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Ia menjadi lebih tenang sekarang setelah Jake menjelaskan semuanya. Lilia memang membutuhkan penjelasan dari Jake.

__ADS_1


"Masih banyak hal yang ingin aku ceritakan. Tapi sebentar lagi pukul satu. Kita harus kembali ke toko untuk membuat kue lagi." Jake mengingatkan Lilia.


Lilia mengangguk. Ia masih merasa lemas karena mendengar penjelasan Jake.


"Kau tidak ingin memelukku?" tanya Jake yang berharap Lilia memeluknya.


Lilia menoleh. "Kau masih suami orang, Jake." Lilia menolaknya.


Saat itu juga Jake menelan ludahnya. "Sebelumnya tidak seperti ini?" Jake masih berharap Lilia memeluknya.


Lilia pun beranjak berdiri. "Anggap saja sebelumnya aku khilaf." Lilia pun berjalan pergi, kembali meninggalkan Jake.

__ADS_1


Apa? Khilaf?


Jake tak percaya jika Lilia akan mengatakan hal itu padanya. Padahal sebelum-sebelumnya tidak. Sedang Lilia sudah berjalan duluan di depan. Ia menuruni anak tangga kedai sendirian.


__ADS_2