
...Andrian...
...Lea...
.........
Biden datang sendiri. Ia tanpa pengawalan berarti. Padahal ia adalah pebisnis sekelas Jake yang selalu ingin bersaing dengan sang pria berwajah muram. Namun sayang, Biden belum pernah satu kali pun melampaui Jake. Baik di bursa pasar modal maupun penghargaan tahunan yang diberikan majalah bisnis terkenal. Jake masih berada di atasnya.
Biden adalah saudara tiri dari Petrus, ayah Lea Kenandra. Pengusaha besar itu memiliki satu ayah namun berbeda ibu. Ayah mereka sendiri meninggalkan wasiat yang melebihkan harta kepada Petrus. Sehingga karena hal itulah yang membuat Biden iri dan ingin mengambilnya kembali. Padahal warisan yang diberikan sudah sepertujuan ayah mereka.
"Kau di mana?" Pria berjas hitam itu menelepon Andrian.
"Sekat nomor lima, Tuan." Andrian menuturkan.
__ADS_1
Selepas bertemu dengan Lea, Andrian segera membuat janji temu dengan Biden. Ia mempunyai urusan yang harus segera diselesaikan. Padahal masih berada di dalam jam kerja GOC.
"Baik." Biden pun segera mematikan teleponnya.
Biden melangkahkan kaki menuju sebuah ruang makan bernomor lima. Tak lama ia pun sampai lalu segera masuk ke dalam. Dan ternyata benar, Andrian memang sudah berada di sana. Pria selingkuhan Lea itu menunggunya.
"Sudah dari tadi?" Biden segera menanyakan kepada Andrian.
"Lumayan. Tapi aku sambil berteleponan," jawab Andrian santai.
"Dengan Lea?" tanya Biden, kemudian duduk di kursi. Ia duduk dengan menekuk satu kakinya.
Biden mengambil cerutu dari balik jasnya. Ia menghidupkan cerutu itu. Ruang makan ber-AC itupun menjadi saksi asap rokoknya yang mulai mengudara.
"Sesungguhnya aku tidak peduli kau berhubungan dengan siapa. Kita punya tujuan masing-masing." Biden menghisap cerutunya.
Andrian mengangguk. "Ya. Tapi aku harap Jake tidak pernah tahu perselingkuhanku dengan istrinya," balas Andrian seraya menyandarkan punggung dengan santai.
__ADS_1
Biden tersenyum miris. "Dia juga tidak peduli pada Lea. Dia hanya sebatas menjalankan perjanjiannya saja. Dia tidak peduli dengan yang lain," kata Biden lalu mengembuskan asap cerutunya.
"Sepertinya Anda sangat bersungguh-sungguh untuk menjatuhkan Jake, Tuan." Andrian menduga.
Biden tersenyum kecil. "Jake adalah benteng Petrus. Jika dia hancur, maka Petrus mudah untuk kujatuhkan. Dia harus membayar semuanya." Biden mengungkapkan.
Andrian tersentak. "Jadi tujuan Anda yang sebenarnya adalah tuan Petrus?" tanya Andrian tak percaya. Ia mendapatkan informasi siang ini.
"Mungkin." Biden menjawabnya dengan ragu.
Andrian tahu jika sesuatu telah terjadi di keluarga besar. Siapa lagi yang memberi tahunya jika bukan Lea sendiri. Rahasia Biden berada di tangan Lea yang mana Lea menceritakan hal itu kepada Andrian. Sehingga Andrian dan Biden kini berteman dekat karena memegang rahasia masing-masing.
Perjanjian antara Jake dan Petrus bukanlah tanpa maksud. Melainkan untuk melindungi Petrus sendiri. Tentunya dengan keuntungan besar yang diberikan kepada Jake. Dan Jake memberikan Jinny sebagai hadiah untuk Petrus. Bukan juga tanpa alasan, melainkan sebagai mata-matanya di rumah keluarga besar.
"Petrus telah memercayakan semuanya kepada Jake. Dia seolah berwasiat akan mewariskan hartanya jika Jake mau menikahi Lea," tutur Biden lagi.
Seketika Andrian merasa bingung. "Bukankah Lea bukan anak kandung dari Petrus, Tuan?" Andrian terheran-heran.
__ADS_1
"Ya. Benar. Lea memang bukan anak kandung dari Petrus. Tapi Petrus sudah berjanji kepada mendiang ibu Lea untuk menjaga putrinya. Dan Petrus terikat dengan janji itu." Biden seperti tahu segalanya.