PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Don't Forget


__ADS_3

Lilia, berbulan-bulan lamanya aku menahan untukmu. Tapi kau tidak juga memberikannya padaku.


Jake kesal. Lilia seringkali meninggalkannya tanpa peduli perasaannya. Ia jadi tersadar bagaimana perasaan Lilia terdahulu padanya. Yang ingin bermesra-mesraan tapi malah ia tinggalkan karena urusannya. Jake merasa sedang menuai apa yang ia tanam. Ia kini merasakan sendiri bagaimana tidak enaknya ditinggalkan.


Lantas Jake pun segera mengambil handuknya. Ia akan mandi pagi ini. Ia tidak bisa berbuat apa-apa manakala waktu belum berpihak padanya. Sekalipun ia amat menginginkannya, ia tidak akan memaksakan kepada Lilia. Jake ingin semuanya mengalir begitu saja. Tanpa ada keterpaksaan, tanpa ada beban. Jake tidak ingin menambah pikiran.


Beberapa jam kemudian...


Suara mixer itu terus saja terdengar manakala Lilia sedang belajar membuat kue ala bintang lima. Di sampingnya sudah ada seorang master kue yang mengajarinya dalam mencampur bahan. Lilia pun amat serius melatih kemampuannya. Sedang Jake tampak menunggu di depan dapur sambil menghidupkan laptopnya. Ia terhubung langsung dengan suasana di kantor GOC.


Jake masih sempat bekerja karena Lilia sibuk berlatih membuat kuenya. Ia juga tidak mungkin mengganggu Lilia dan aktivitasnya. Namun, ia sudah menyiapkan pistol jika master kue itu macam-macam atau menyentuh Lilia. Jake tidak terima jika Lilia ada yang menyentuhnya.

__ADS_1


Jake menyewa master kue selama beberapa hari ke depan agar Lilia mempunyai bekal yang banyak dalam hal pembuatan kue. Ia tidak perhitungan terhadap apapun yang Lilia butuhkan. Bahkan ia akan mempekerjakan karyawan agar Lilia tidak kelelahan. Ia menjaga Lilia dari balik layar. Jake tidak ingin Lilia sampai kelelahan.


Bagi Jake, perjalanannya bersama Lilia adalah sesuatu hal yang amat istimewa. Awalnya ia memang merasa risih dengan kehadiran Lilia di kantornya. Namun, Lilia tidak pernah putus asa untuk menggodanya. Hingga akhirnya Jake diam-diam melihat Lilia dari monitor CCTV yang terhubung langsung dengan laptopnya. Jake memerhatikan Lilia yang sedang berada di ruang kerjanya. Dan ternyata, perlahan-lahan rasa ketertarikan pun muncul pada hatinya. Namun, bukan Jake jika tidak menutupinya. Ia tetap bersikap dingin kepada Lilia.


Sudah jam sebelas siang. Tapi belum selesai juga?


Jake melirik ke arah Lilia yang berada di dapur bersama sang master kue. Ia sebenarnya ingin sekali berdua dengan Lilia. Tapi ia juga harus menahan diri agar Lilia mempunyai bekal yang cukup untuk berwirausaha. Jake mendukung usaha Lilia. Ia sampai terjun langsung untuk membantunya.


"Nona, silakan beristirahat. Nanti kita lanjutkan lagi." Master kue itu meminta Lilia beristirahat.


Lilia mengangguk. "Nanti aku kembali lagi." Lilia pun segera melepas celemek yang dipakainya.

__ADS_1


Lilia segera keluar dari dapur lalu menghampiri Jake yang berada di dekat pintu. "Sedari tadi di sini?" Lilia menyapa Jake.


"Kau sampai tidak menyadari kehadiranku?" Jake malah balik bertanya.


"Hm ...?" Lilia tampak berpikir. Jari telunjuk itu diletakkan di dagunya.


"Jangan biarkan aku kelaparan lagi." Jake mengingatkan.


Seketika itu juga Lilia tersadarkan. "Aku punya mie. Mau?" Lilia menawarkan.


"Kita makan di luar saja. Bagaimana?" Jake ternyata ingin makan di luar.

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan—" Lilia menoleh ke arah dapur. Ia tidak enak meninggalkan master kue sendirian.


__ADS_2