
Aku pamit. Aku mengalah kepada keadaan. Maafkan aku yang selalu merepotkan. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dan juga ibu. Salam dariku, Lilia Hana.
Begitulah isi surat yang Lilia tuliskan. Tentu saja hal ini membuat jantung Alexander berdegup kencang. Ia merasa kehilangan udara dalam sekejap. Wanitanya pergi meninggalkannya tanpa kabar. Alexander pun menarik napas dalam-dalam.
Lilia ....
Pikirannya kacau seketika kala kehilangan Lilia. Alexander pun segera mengambil ponsel lalu menelponnya. Namun sayang, nomor tujuannya ternyata berada di luar jangkauan. Ia harus dapat menerima jika Lilia sudah pergi darinya. Tanpa kata pisah, tanpa kata putus, Lilia pergi begitu saja.
Lilia ....
Alexander pun segera keluar dari apartemennya. Ia bergegas menemui resepsionis gedung yang ada di bawah. Ia ingin menanyakan perihal Lilia.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian...
"Jadi dia pergi tanpa meninggalkan pesan?" Alexander memastikan ke resepsionis apartemen.
"Benar, Tuan. Nona Lilia pergi membawa koper dan tasnya. Saat kami tanya, raut wajahnya terlihat sedih, entah mengapa." Resepsionis itu menceritakan.
Lilia ....
Saat itu juga Alexander menyadari kesalahannya. Ia merasa bersalah kepada Lilia. Seorang wanita yang telah dilamarnya itu kini telah pergi meninggalkannya. Alexander harus menerima kenyataan pahit karena Lilia ternyata benar-benar pergi darinya. Hal ini tentu saja membuat polemik besar di hatinya. Rasa bersalah muncul dan mencengkeram jiwanya.
Alexander gundah. Gemuruh di dalam hatinya mulai mendominasi. Ia merasa serba salah menghadapi situasi ini. Ia ingin semuanya baik-baik saja. Tapi ternyata kenyataannya tidaklah demikian. Alexander pun bersedih hati karenanya.
__ADS_1
Sidang perceraian ke dua...
Hari terus berganti, waktu pun terus berlalu meninggalkan kenangan. Di sana, di dalam ruang persidangan, tampak beberapa orang duduk melingkari meja bundar yang besar. Yang mana di tengah meja itu dikosongkan. Jake pun berada di sana dengan menggenakan pakaian serba hitam. Persidangan kali ini akan berjalan tertutup dan lebih transparan. Hanya orang-orang terkait saja yang boleh hadir di sana.
Wanita berdres hijau itu tampak hadir tanpa mengenakan make up-nya. Ia terlihat begitu pucat dan tidak bergairah. Seperti habis menangis semalaman karena hari ini akan digelar sidang. Sedang Jake tampak duduk tenang di sana. Ia didampingi seorang pengacaranya.
Jake menghadirkan seorang pengacara dalam sidang ke dua. Ia tidak ingin banyak bicara di sidang kali ini. Cukup pengacaranya saja yang menjelaskan apa yang Jake punya. Sedang lawannya tampak berbisik-bisik di seberang sana. Seperti ingin mengacaukan situasi persidangan. Namun, bukan Jake jika tidak tenang menghadapinya. Ia tetap duduk tenang sampai diberikan izin untuk bicara. Hakim ketua pun memulai persidangannya.
"Pihak penggugat dan tergugat silakan menyiapkan bukti untuk mengajukan banding di sidang kali ini." Hakim ketua meminta.
Saat itu juga baik pengacara Lea maupun pengacara Jake menyiapkan bukti-bukti untuk membela kliennya masing-masing. Jake pun tampak memerhatikan Lea yang ada di seberangnya. Ia merasa lucu dengan penampilan wanita itu.
__ADS_1
Tidak memakai make up untuk menarik simpatik orang? Lea, caramu sudah terlalu kuno.
Jake tersenyum tipis. Ia menertawakan cara Lea untuk memenangkan sidang perceraian.