PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Make You


__ADS_3

Begitulah Jake. Si muram wajah dengan sejuta hasrat terpendamnya. Hanya dengan Lilia saja ia berani melepas hasratnya. Setelah berulang kali lolos dari godaan Lilia, akhirnya Jake jatuh juga. Ia tak berdaya di hadapan wanitanya. Jake pun tidak ingin mengecewakan Lilia. Transaksi itu mengantarkan keduanya untuk jatuh cinta.


Malam ini akhirnya menjadi saksi kekesalan seorang bos besar karena wanitanya pergi di saat ia menginginkannya. Jake pun gundah-gulana di atas sofa karena sesuatu yang tidak tersalurkan pada tempatnya. Hingga akhirnya ia mengalami kesulitan tidur di antara tubuh yang lelah. Lilia berhasil mengerjainya.


Esok harinya...


Pagi hari telah datang. Cahaya mentari terasa menghangatkan. Begitu juga dengan kehadiran Jake yang datang ke toko Lilia. Ia membuat hati Lilia bergetar.


"Jake, ini untukku?"


Semalaman Jake tidak bisa tidur. Tapi semalaman ia juga menyadari jika tidak harus selalu berhubungan intim untuk mengungkapkan rasa sayang yang ada di hatinya. Seperti pagi ini, Jake membawakan Lilia boneka beruang yang besar. Sangat besar untuk mengungkapkan rasa sayangnya.


"Nanti sore aku berencana kembali ke dalam negeri." Ia membawakan kabar untuk Lilia.


"Secepat itu?" Lilia tak percaya.


Jake mengangguk. Ia melihat ke luar toko. "Aku sudah mempersiapkan semuanya untuk acara Grand Opening tokomu. Kau jangan khawatir." Jake menenangkan.

__ADS_1


Saat itu juga hati Lilia terenyuh. Ternyata Jake telah memikirkan semuanya untuk kemajuan usahanya. Sampai-sampai acara pembukaan toko pun Jake telah mempersiapkannya.


"Aku ...." Lilia tertunduk di hadapan Jake.


Jake tersenyum. "Apa kau ingin bilang jika menyesal karena tidak memberikannya semalam?" Jake berharap.


Saat itu juga Lilia mendongakkan kepalanya, melihat Jake. "Kenapa kau berpikir seperti itu?" Lilia kaget dengan pemikiran Jake.


Jake menahan tawanya. "Baiklah."


"Jake, turunkan aku!"


"Babe, semakin hari kau semakin cantik. Apa rahasiamu?" tanya Jake sambil mengunci tubuh Lilia. Kedua tangannya menghimpit paha Lilia.


"Jake, nanti ada yang lihat. Ini terlalu dekat." Lilia mengingatkan. Ia melirik ke arah pintu toko.


Jake tetap menatap wanitanya. "Ada orang-orangku di luar. Lagipula tidak ada siapa-siapa di toko ini. Lalu tunggu apa lagi?" Tatapan Jake berubah nakal. Ia melihat ke arah dada Lilia.

__ADS_1


Lilia menelan ludahnya. "Sebaiknya kau minum susu yang lain dulu." Ia bak mengerti apa yang Jake inginkan.


Babe, semalaman aku dibuat tak bisa tidur. Maka pagi ini aku akan membuatmu tidak bisa melupakannya.


"Aku hanya suka satu merek." Jake pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Lilia.


"Jake ...." Lilia pun menghindar.


Jake merasa senang. Sifat malu-malu Lilia membuat dirinya merasa tertantang untuk menaklukkan. Wanitanya itu membangkitkan gairah kejantanannya dalam sekejap. Lilia pun seperti tidak bisa berbuat apa-apa. Hangat napas Jake mulai menerpa permukaan wajahnya.


"Dua atau tiga jilatan," katanya, yang membuat Lilia menelan ludah.


Jake mulai mendominasi. Lilia pun tidak bisa melarikan diri. Kedua tangan Jake menguncinya dari sisi. Hingga akhirnya bibir tipis itu hinggap di kancing seragam Lilia. Lilia pun memejamkan matanya. Ia pasrah kepada si muram wajah. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menyerahkannya.


"Jake, pelan-pelan. Ah!"


.........

__ADS_1


...Tamat...


__ADS_2