
Tubuhku ....
Ini adalah pertama kalinya Alexander meminta Lilia. Sedangkan Lilia yakin benar jika hal ini adalah efek dari minuman yang memabukkan. Sehingga hasrat di dalam tubuh prianya menggelora. Karena Lilia pun pernah merasakannya.
Saat dalam keadaan mabuk, pikiran seperti melayang entah ke mana. Dan hal itu jugalah yang dirasakan Alexander saat ini. Walaupun bilang hanya pura-pura mabuk kepada Lilia, tetapi tetap saja satu atau dua gelas minuman bisa membuatnya seperti ini.
"Lilia, tubuhmu harum sekali."
Alexander tampak terhanyut dengan suasana yang ia ciptakan. Lilia yang sudah lama menantikan belaian lembut darinya pun tampak menikmati momen ini. Lilia merasa bahagia sekali.
Lantas Lilia meremas tangan Alexander yang memegangi tangannya. Ia pun menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh prianya.
"Dear ...."
Keadaan semakin bertambah panas saat Alexander terus menyusuri leher Lilia dari belakang dengan bibirnya. Lilia pun tidak dapat berontak karena kedua tangannya dipegangi Alexander. Alhasil, semakin lama Lilia semakin menginginkan hal itu. Lilia menginginkan prianya.
__ADS_1
Aku kehilangan kendali.
Lilia tidak ingin tinggal diam. Ia juga ingin Alexander merasakan apa yang ia rasakan. Lilia pun beranjak dari atas pangkuannya. Ia duduk kembali lalu berhadapan dengan prianya. Terlihat jelas mata sayu Alexander di hadapan Lilia. Tubuhnya pun terasa panas saat disentuh. Api di dalam tubuh Alexander seakan membakar dirinya sendiri. Ini adalah sisi lain dari Alexander yang sebenarnya. Yang mana hanya Lilia yang mengetahuinya.
"Berikan balasan padaku, Lilia ...."
Alexander berbisik lembut di telinga Lilia. Jantung Lilia pun berdegup kencang mendengarnya. Aliran darahnya ikut melaju begitu deras. Lilia ingin menyerah dengan sensasi yang dirasakannya ini.
"Dear, kau yakin?" tanya Lilia di tengah keraguannya.
Alexander seperti sudah siap dengan apa yang akan Lilia lakukan. Suaranya terdengar berat, menantikan wanitanya. Lilia pun mulai mencoba apa yang diminta oleh prianya. Ia melakukan perlawanan atas apa yang Alexander berikan.
Dear, jangan salahkan aku. Kau sudah membangunkan singa betina yang sedang tidur.
Lantas Lilia pun meraih bibir Alexander dengan lembut. Ia menyapunya dengan perlahan agar Alexander dapat menikmatinya. Alexander pun mencengkram kuat pinggul Lilia. Ia tampak terhanyut dalam permainan ini. Lilia melihat prianya tengah memejamkan mata, seperti menikmati ciuman darinya.
__ADS_1
"Dear ...."
"Lilia ...."
Lilia pun memijat lembut bibir Alexander dengan bibirnya. Sambil mencoba untuk membuka mulut prianya. Alexander pun tampak mengerti maksud Lilia. Ia kemudian mengeluarkan lidahnya untuk mengajak Lilia beradu. Mereka saling menikmati benang saliva yang terhubung.
Lidah mereka berpadu, saling beradu di antara benang-benang saliva yang terhubung. Lilia pun menekan lembut perut Alexander dengan pinggulnya, sedang kedua tangannya melingkar di leher Alexander. Mereka menikmati momen ini bersama.
"Lilia ... shh."
Deru napas Alexander begitu memburu. Ia seperti menginginkan Lilia melakukan hal lebih dari ini. Alexander pun membalas ciuman Lilia. Bibir wanita itu menjadi sasaran hasratnya. Sesaat kemudian, tubuh Alexander mulai menegang. Gerakan pinggul Lilia begitu memabukkannya.
"Lilia ... Lilia ...."
Alexander lebih menurunkan daster Lilia lagi. Ia turunkan daster itu hingga setengah bagian dada Lilia terlihat olehnya. Sontak Lilia pun terkejut dengan sikap agresif Alexander malam ini. Ia tak menyangka jika Alexander mempunyai sisi lain dari dalam dirinya. Lilia pun merasa mulai tergoda kembali.
__ADS_1
Dear, jangan lakukan itu ....