
Jake mengangguk. Untuk yang pertama kalinya ia menerima saran dari orang lain. "Lalu apa yang harus kulakukan saat ini?" tanya Jake kepada Paul.
Paul tersenyum. Ia merasa senang karena Jake mau menerima saran darinya. "Untuk sementara selesaikan dulu permasalahanmu dengan Lea. Biarkan Lilia di Dubai bersama putra dari Smith itu. Kau bisa, bukan?" Paul bertanya ke Jake.
"Apa?!" Jake merasa saran dari Paul tidak sesuai dengan pemikirannya.
"Begini, Jake. Mari kita melakukan perhitungan sederhana." Paul mengajak Jake berpikir. "Kau hanya mempunyai waktu satu hari untuk menjemputnya. Sedang belum tentu Lilia mau dijemput olehmu saat ini, sekalipun secara paksa. Putra dari Smith itu juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Dia pasti melawanmu karena kau ingin membawa pergi wanitanya." Paul mengatakan.
__ADS_1
Jake terdiam, menelaah perkataan temannya.
"Dan jika kau berhasil membawa Lilia pulang dengan kekuasaanmu, apa kau pikir Alexander tidak menaruh dendam padamu? Kau harus ingat, Alexander itu satu-satunya putra Smith. Tentunya Smith juga tidak akan tinggal diam jika anaknya disakiti. Dia akan melawanmu. Dan jika hal itu sampai terjadi, maka tercetuslah perang besar di antara kalian. Baku-tembak tidak lagi bisa terelakkan. Dan kau ingin mengorbankan orang-orangmu demi seorang wanita? Mari kita berpikir lagi, Jake." Paul menasehati.
Jake melihat ke arah temannya. Ia merasa pendapat temannya tidak salah.
Jake tersentak.
__ADS_1
"Lea mempunyai uang. Dia bisa membayar orang untuk mencelakai Lilia. Sedang kau tidak bisa berada sepenuhnya di samping Lilia. Jadi menurutku ... biarkan Lilia di Dubai sementara waktu. Sedang kau di sini memperbaiki dirimu dan juga menuntaskan masalahmu. Sehingga saat Lilia kembali, ia tidak lagi mendapat kekerasan dari Lea. Karena inti dari semua permasalahan ini ada pada dirimu, Jake. Kau sendiri yang harus mengambil keputusan. Slow but sure. You can do it, Brother!" terang Paul.
Jake menelan ludahnya. Ia merasa risiko yang diambilnya begitu besar jika tetap membiarkan Lilia bersama Alexander di Dubai. Tapi ia juga membenarkan apa yang dikatakan Paul. Jake bisa kalah perang jika bersama Lilia saat ini. Lea akan memanfaatkan situasi untuk memenangkan sidang perceraian, dan Jake akan kehilangan setengah hartanya.
Jake menarik napas dalam-dalam. "Bagaimana jika Alexander sampai menyentuhnya? Atau menidurinya?" Jake tampak ragu.
Paul lebih duduk mendekat kepada temannya. "Itu risiko dalam mengambil keputusan, Jake. Kau juga harus ingat perjanjianmu dengan tuan Petrus. Kau harus merelakan Lilia sementara waktu, apapun risikonya. Demi peperangan yang akan kau menangkan." Paul kembali menyemangati temannya.
__ADS_1
Jake mengangguk. Ia akhirnya mengambil keputusan. Ia akan merubah sikap dan sifatnya terlebih dahulu. Ia juga akan dengan cepat menyelesaikan permasalahannya. Jake tidak rela jika Lilia bersama pria lain. Karena perasaan di hatinya sudah mulai tumbuh dan merekah indah. Tapi untuk sementara waktu, mau tak mau ia harus merelakannya. Demi memenangkan sidang perceraian dari Lea. Dan untuk menyelamatkannya dari perjanjian bersama Petrus. Tapi, apakah Lilia masih mau menerima Jake kembali?