PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Initial Attack


__ADS_3

Empat puluh menit kemudian, di rumah keluarga besar...


Malam semakin larut. Udara pun semakin dingin. Tak terasa sudah pukul sepuluh malam waktu ibu kota dan sekitarnya. Rumah bak istana putih itu pun terlihat sepi di sana. Hanya ada suara jangkrik yang mengisi malamnya.


Jake datang ke rumah keluarga besar untuk memenuhi panggilan Lea. Ia datang ditemani supirnya yang menunggu di dalam mobil. Malam-malam Lea menelepon dan memintanya untuk segera datang. Jake pun memenuhinya. Sesampainya di sana ia segera turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Ia siap menghadapi apapun yang akan terjadi. Jake sudah menguatkan mentalnya.


Banyak pekerjaan yang harus Jake tangani. Waktunya begitu sempit untuk urusan yang tidak terlalu penting. Tapi ia menyempatkan diri untuk menemui Lea di rumah keluarga besar. Bukan tanpa alasan, tapi karena ingin mengetahui bagaimana reaksi Lea terhadap rencana yang telah dijalankannya.


"Ayah."


Jake datang. Ia memasuki ruang keluarga yang besar. Sofa berwarna hitam yang disusun rapi itu menjadi saksi perbincangan yang akan segera terjadi. Jake pun langsung duduk di dekat ayah mertuanya.

__ADS_1


"Ada hal yang ingin aku bicarakan." Petrus tampak dingin kepada Jake malam ini.


Lea berada di sana, tepatnya di seberang Jake. Tapi ia diam saja sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia tampak melirik tajam ke arah Jake, tidak ada mesranya. Seperti bukan pasangan suami istri, melainkan musuh bebuyutan yang nyata.


"Silakan, Ayah." Jake pun mempersilakan Petrus memulai pembicaraan malam ini.


Petrus melihat ke arah Jake dengan tatapan penuh tanya. "Kau selingkuh dengan asisten pribadimu?" tanya Petrus yang membuat Jake terkejut seketika.


"Aku tidak punya asisten pribadi, Ayah. Aku masih mengerjakan tugas perusahaan sendiri." Jake menjawabnya.


Petrus menoleh ke arah Lea yang duduk di kanannya. "Lea, asisten pribadi mana yang kau maksud?" Petrus tampak serius menanyakan hal ini.

__ADS_1


Lea berdehem. "Asistennya dulu, Yah. Yang pernah datang ke sini. Berita mereka tersebar sampai ke majalah bisnis. Jake telah mengkhianatiku." Lea menyudutkan Jake.


Petrus berpikir keras. "Ambilkan aku majalah bisnis yang dimaksud!" Petrus pun meminta pengawalnya yang ikut hadir di ruangan untuk mengambilkan majalah bisnis tersebut.


Lea sudah mempersiapkan semuanya untuk menjatuhkan Jake malam ini. Majalah bisnis itu pun ia bawa untuk membuktikan kebenaran ucapannya. Petrus kemudian melihatnya sendiri. Ia memperhatikan saksama berita yang ada di majalah bisnis tersebut.


Ini ...???


Semenjak memasuki usia senja, Petrus lebih memilih menghabiskan waktu di kebun sawitnya. Ia tidak lagi mengurusi perusahaan dan memercayakan sepenuhnya kepada Jake. Sehingga ia tidak tahu jika ada kabar simpang siur yang beredar. Tentunya foto yang ada di majalah bisnis itu membuat Petrus terkejut. Di mana Jake mencium seorang wanita yang merupakan asisten pribadinya, Lilia Hana.


"Jake, kau telah menyalahi aturan!" Petrus melempar majalah bisnis itu ke atas meja.

__ADS_1


Intonasi nada bicara Petrus seperti kecewa terhadap Jake. Lea pun tersenyum senang di sana. Ia merasa telah menang dari Jake. Sedang Jake tampak tenang menghadapi hal ini. Ia sudah mempersiapkan diri sebelumnya.


__ADS_2