
Lara adalah agen ganda milik Jake. Ia diasuh Jake sejak remaja dan dididik bak militer wanita. Namun, penampilannya bak wanita lugu yang tak berdaya. Ia memainkan peran dengan sangat baik sampai tidak ada satupun orang yang menyangka jika ia adalah seorang penembak jitu yang handal. Lara mampu menembak sasaran bergerak dalam radius setengah kilometer dari posisinya. Dan hal itu tentunya tidak terlepas dari dukungan Jake.
Lara banyak berutang budi kepada Jake. Jake yang telah mengurusnya dan juga memberikan kehidupan yang layak. Bahkan Lara tidak perlu repot-repot mengeluarkan uangnya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semua sudah ditanggung oleh Jake. Namun, fasilitas yang Lara dapatkan sebanding dengan bahaya yang akan dihadapinya. Karena jika sampai ketahuan, ia tidak akan segan untuk dibunuh. Lara pun tahu konsekuensi dari pekerjaannya.
Terlepas dari itu, Lara menjabat sebagai sekretaris Jake yang banyak diam. Namun, ia diam bukan tanpa alasan, melainkan membaca situasi dan gerak-gerik lawan. Maka dari itu Lara seringkali diajak oleh Jake untuk menemui rekan-rekan bisnisnya. Sehingga saat Lilia yang diajak, rekan-rekan bisnis Jake tampak terkejut karena bukan Lara yang biasanya.
Hal itu jugalah yang membuat Jake menyayangi Lara seperti adiknya sendiri. Selain pintar dan dapat diandalkan, Lara mahir memainkan senapan. Dan ia hanya menjawab apa yang ditanyakan oleh Jake saja. Lara tidak berani membantahnya.
Ibu kota, pukul setengah satu siang...
__ADS_1
Seorang pria berwajah muram datang ke anak perusahaannya dengan mengendarai mobil. Tampak dirinya berjalan tanpa membawa apapun di tangannya. Ia memasuki lobi kantor lalu menuju lantai lima anak perusahaannya. Tempat di mana karyawannya bekerja. Ialah Jake Thompson yang siang ini datang ke Sky Grup. Sebuah perusahaan di bidang pembangunan dengan kualitas arsitektur internasional.
Anak perusahaannya ini dulunya seringkali mendapat penghargaan karena mampu membuat para pemakai jasanya puas. Alhasil Sky Grup mampu bersaing dengan GOC, perusahaan yang dipimpin Jake. Namun, sayangnya Sky Grup mengalami kesalahan manajemen yang membuatnya harus mengakuisisi diri. Dan Jake lah yang berhasil mengakuisisinya.
"Selamat siang, Tuan Jake." Beberapa karyawan di lantai lima pun menyapanya dengan hormat.
"Siang."
"Tuan Jake?" Seseorang yang berada di dalam ruangan pun segera berdiri begitu melihat kedatangan Jake.
__ADS_1
"Aku ada urusan sebentar." Jake berbicara kepada seseorang itu.
Seseorang itu adalah Aurelia, mantan kepala administrasi GOC yang sekarang menjadi tangan kanan Jake di Sky Grup. Untuk sementara waktu pekerjaan Lilia diberikan kepada Aurelia. Mau tak mau Aurelia pun menyanggupinya. Tentunya dengan tekanan yang lebih besar dari Jake. Aurelia dituntut mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.
"Silakan duduk, Tuan." Aurelia mempersilakan
Jake duduk.
Jake pun duduk sambil menyandarkan punggung dan menekuk satu kakinya. Raut wajahnya terlihat seperti ingin perbincangan ini cepat dimengerti. Tampak Aurelia yang harap-harap cemas menantikan apa yang akan Jake katakan.
__ADS_1
"Kau kupercaya untuk memegang anak perusahaan ini sementara waktu. Tapi apa tahu konsekuensi terbesar jika sampai mengkhianatiku?" Jake langsung ke inti pembicaraan.
Bak petir di siang bolong. Tentu saja pertanyaan itu membuat Aurelia gugup. Jake tiba-tiba bertanya tanpa aba-aba sebelumnya. Aurelia pun menelan ludahnya.