
"Di mana Lara?" Lea pun segera menanyakan sekretaris suaminya.
"Nona Lara ada di ruangannya, Nyonya," jawab karyawan itu.
Lea mengangguk. Ia kemudian melangkahkan kaki menuju ruang kerja Lara. Yang mana ruangan kerja itu disekat-sekat sesuai divisi pekerjaannya. Layaknya ruangan karyawan pada umumnya.
Lea menghampiri Lara yang sedang sibuk mengetik sesuatu di komputernya. "Ke mana Tuan Jake?" tanya Lea tanpa berbasa-basi.
"Nyonya?" Lara pun segera berdiri, menyambut kedatangan Lea dengan penuh hormat. "Tuan Jake sedang menemui tuan Lores hari ini. Apakah ada pesan untuknya? Nanti saya sampaikan." Lara begitu antusias menanggapi.
Lea melihat suasana kantor yang masih tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ia kemudian beralih ke Lara kembali. "Aku titip ini padamu. Sampaikan padanya, jangan sampai tidak datang." Lea menyerahkan selembar surat kepada Lara.
__ADS_1
"Baik, Nyonya." Lara pun menerimanya.
Lea memerhatikan Lara sejenak. Ia pun segera membalikkan badan lalu berjalan menuju lantai dasar gedung. Ia telah menitipkan sesuatu kepada sekretaris Jake sendiri. Padahal hari ini ia ingin menemui Jake secara langsung. Wanita glamor berdres hitam itupun tidak ingin membuang waktunya lagi. Ia segera pergi dari gedung tinggi GOC.
Sementara itu, Lara segera membuka surat yang diberikan Lea untuk bosnya. Ia harus mengetahuinya lebih dulu sebelum disampaikan kepada Jake. Karena ia adalah seorang agen ganda yang betugas untuk melindungi Jake secara tidak langsung. Yang mana hal itu membuatnya harus tetap waspada. Apalagi Lara tahu bagaimana tindak-tanduk Lea.
"Gugatan cerai?" Lara pun membuka isi surat tersebut. Yang mana hal itu mengejutkannya. "Aku rasa harus memberi tahu tuan Jake secepatnya." Ia pun segera menelepon Jake untuk mengabarkan hal ini.
Lain Lara, lain pula dengan Lea. Lea yang hari ini datang ke kantor membawa mobil sendiri tampak menghubungi Andrian yang sedang mengunjungi salah satu kantor cabang GOC. Ia menelepon karena ingin memberikan kabar terkini.
"Sayang, aku sudah memberikan surat gugatan cerai kepada Jake. Tak lama lagi persidangan akan dimulai," tuturnya kepada Andrian di seberang sana.
__ADS_1
Andrian pun yang sedang mengunjungi kantor cabang tampak tersenyum mendengarnya. "Bagus, Sayang. Jangan sampai dia menyerang duluan. Cukup sudah kemarin dia mempermainkan aku. Hari ini mari kita bergantian mempermainkannya." Andrian tersenyum licik di sana.
Lea pun mematikan teleponnya. Ia terus melajukan mobilnya. Ia mempunyai urusan lain yang harus segera diselesaikan hari ini.
Jake, kau ingin memutarbalikkan keadaan? Tidak. Aku yang akan menyerang duluan. Kita lihat saja nanti.
Lea tersenyum. Ia mengganti pedal gigi lalu menekan gas mobilnya. Mobil yang dikendarai Lea pun melaju dengan cepat. Ia merasa akan memenangkan sidang perceraian. Ia sudah menyiapkan sesuatu untuk menghadiri sidang.
Sementara itu...
Di sebuah klub tertutup, terdapat beberapa bos besar sedang tertawa terbahak-bahak membicarakan perihal yang diceritakan salah seorang dari mereka. Tampak Biden juga berada di sana. Ia tertawa lalu meneguk anggurnya.
__ADS_1
"Jadi tuan Jake tidak bermain judi lagi? Luar biasa sekali. Hahahaha." Tampak pria seusia Jake menertawakan cerita tersebut.
"Ya. Itu benar. Dia bilang sedang menabung karena ingin membuat pesta perayaan besar. Aku juga tidak percaya jika dia akan mengatakan hal itu padaku," tutur salah seorang pria yang bertemu Jake waktu itu.