PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN

PENYESALAN TERDALAM CEO AROGAN
Start


__ADS_3

Jake tersenyum simpul. Ia tahu gelagat Andrian yang tidak ingin disalahkan. Ia pun mengangguk dengan raut wajah yang mengiyakan alasan perbedaan itu. Tapi di dalam hatinya sudah tidak sabar ingin melakukan penyerangan terhadap seseorang yang telah berkhianat padanya.


"Kau terlalu sibuk mengantar jemput istriku, Tuan. Sehingga membuatmu lalai dari tugas dan tanggung jawab perusahaan. Aku khawatir pekerjaan tambahan itu membuatmu tidak layak lagi untuk dipertahankan." Jake berkata dengan intonasi yang mematikan.


Andrian menelan ludahnya. "Tuan, nyonya meminta saya mengantarnya karena Anda tidak bisa mengantarkannya. Nyonya membutuhkan teman berbincang yang sepadan dengannya." Andrian menerangkan.


Jake mengembuskan napasnya. "Aku khawatir dari supir menjadi teman tidur yang menyalahi aturan," kata Jake lagi yang sontak membuat Andrian terdiam.


Di-dia ...?!

__ADS_1


Jake sudah mulai melakukan penyerangan. Ia ingin peperangan ini cepat diselesaikan. "Tuan Andrian, rasa nyaman karena obrolan itu bisa membuat sepasang insan bertukar cairan. Tidak kah Anda menyadarinya?" tanya Jake yang membuat Andrian diam seribu bahasa. "Tapi ... aku berharap hal itu tidak terjadi pada kalian," lanjut Jake yang membuat Andrian menelan ludahnya.


Jake berbicara sambil mendekatkan wajahnya ke Andrian. Saat itu juga jantung Andrian melaju kencang bukan kepalang. Ia menduga Jake telah mengetahui perselingkuhannya bersama Lea. Andrian pun mencari cara untuk menutupinya. Seribu satu cara ia gunakan agar bangkai itu tidak sampai tercium baunya.


Kembali ke rumah keluarga besar...


Petrus beranjak berdiri. Ia meninggalkan keduanya yang sedang berseteru. Lea pun ikut beranjak dari duduknya. Ia menatap tajam ke arah Jake yang duduk di seberang sana. Tatapannya seolah menyiratkan jika ingin mengakhiri drama yang selama ini dimainkan. Jake pun duduk santai menanggapinya.


Dia begitu cepat bertindak tanpa berpikir lagi.

__ADS_1


Jake mengambil sebatang rokok lalu menghidupkannya. Ia biarkan Lea berlalu dari hadapannya. Sedang Lea segera mengejar ayahnya. Ia masih ingin membicarakan sesuatu kepada Petrus sebelum mengambil langkah selanjutnya. Karena bagaimanapun Lea harus mendapatkan persetujuan Petrus terlebih dulu. Karena Petrus lah yang membiayai kehidupan glamornya. Jika Lea tidak menurut, maka semua fasilitas yang didapatkannya akan hilang begitu saja. Dan Lea tidak menginginkannya.


Lusa kemudian...


Peperangan sedang berlangsung. Dua kubu berlawanan saling menyerang dan bertahan. Baik Jake maupun Lea sama-sama tidak ingin dirugikan. Tapi sepertinya Lea begitu cepat tanggap terhadap umpan yang Jake berikan. Hari ini ia segera mendatangi Jake di kantornya.


Wanita berdres hitam itu datang memasuki gedung Great Ocean Contruction. Di mana ia membawa tas dan selembar surat di tangannya. Ia datang memasuki gedung dengan disambut hormat oleh para karyawan. Hingga akhirnya ia sampai di lantai tujuan. Ia pun segera menanyakan di mana keberadaan bos besar GOC kepada salah satu karyawan yang ditemuinya.


"Tuan Jake ada di dalam?"

__ADS_1


Lea datang seorang diri ke kantor Jake dengan membawa sebuah surat di tangannya. Terlihat karyawan Jake itu tampak gugup berhadapan dengan istri bos besarnya.


"Tuan Jake sedang keluar, Nyonya. Apakah ada pesan untuk disampaikan?" tanya karyawan itu kepada Lea.


__ADS_2