Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Membandingkan


__ADS_3

flashback on


"Bu, jangan bergerak dulu" kata seorang perawat ketika Zihan siuman.


"aku dimana?" tanya Zihan


"ada di rumahku!" kata Willy yang tiba-tiba datang.


"pak Willy?"


"kenapa aku bisa ada di rumah mu?" tanya Zihan.


"karena kamu diselamatkan oleh aku!" Willy mendekat dan duduk di tepi kasur.


"aku mau pulang" kata Zihan


"tidak bisa! kamu masih harus dirawat, dan kamu tidak bisa kemana-mana, aku khawatir Joanna akan kembali menyakitimu"


"Jo... Joanna, bagaimana dengan mba Joanna? kamu tidak menyakitinya kan?" tanya Zihan


"aku sangat ingin menyakitinya! tapi sayang, aku lebih memilih menyelamatkanmu!" kata Willy.


Zihan lega karena Willy tidak menyakiti Joanna, dia sangat khawatir jika Willy menyakiti istri pertama suaminya.


flashback off.


Willy yang sedang berbicara dengan Zihan, kembali mengingat potongan-potongan kejadian kemarin saat Zihan pertama kali dibawa kerumahnya dan saat Zihan siuman.


"Zihan, aku bukan ingin meragukanmu, tapi dia adalah ibuku" kata Willy.


"tidak, aku sangat yakin dan aku juga ingat kalau itu adalah wajah ibuku, ibuku yang mengalami kecelakaan tujuh tahun lalu" kata Zihan.


Willy tersentak ketika Zihan bilang tujuh tahun lalu, itu adalah dimana ayah dan ibunya mengalami kecelakaan maut yang menewaskan seorang pria dan juga seorang wanita.


"tidak mungkin kalau orang ini adalah ibu Zihan! ayah bilang ibu melakukan operasi plastik karena wajahnya yang rusak akibat kecelakaan" kata Willy.


Willy kembali termenung dan dia bingung harus apa, dulu ketika ibunya sakit kepala dengan cepat ayahnya selalu memberikan sebuah obat dan ibunya kembali tenang, dia memang tidak pernah tau obat apa dan apa manfaatnya.


"Zihan, aku mohon, bersikaplah tenang dihadapan ibuku, dia sakit sudah sejak lama, jadi aku mohon jangan bicara tentang apapun, jika kamu merasa dia seperti ibumu silahkan anggap ibuku seperti ibumu" kata Willy.


Zihan terdiam mendengar kata-kata Willy, dia merasa Willy meragukan pernyataannya dan merasa kalau Willy seperti orang kebingungan.

__ADS_1


*****


Zihan kembali ke kamar ibu Willy, dia memandangi wajah yang sangat lekat di hatinya, wajah yang selama ini dia rindukan, dan wajah yang sangat dia sayangi.


"Zihan, kamu bisa menganggapku ibu mu, aku senang miliki seorang putri" kata Rubby dengan memeluk Zihan.


saat dipeluk oleh Rubby, hati Zihan sangat nyaman dan hangatnya sama seperti kehangatan ibunya, Zihan semakin yakin jika wanita itu adalah ibunya.


"terimakasih, aku minta maaf, karena sedikit tertekan aku merasa ibu adalah ibuku" ujar Zihan.


"tidak apa, kamu anak yang cantik" puji Rubby.


Zihan dan Rubby berbincang, Zihan sesekali tersenyum dan sesekali menitikkan air matanya.


Willy yang melihat semua itu merasa bahwa memang ada kemiripan diantar wajah kedua wanita didepannya.


"jika benar dia adalah ibunya Zihan? berarti selama ini ...?" Willy pergi kesuatu tempat dimana dia bisa mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya.


"pak Willy! Anda mau kemana?" tanya Rey saat dia tiba di rumah Willy.


"aku harus pergi dulu, tetaplah di sini sampai aku pulang" perintah Willy.


Willy pergi menggunakan mobilnya, dia pergi menuju suatu tempat di mana pria itu bisa menjawabnya.


Willy memarkir mobilnya dan masuk kedalam sebuah rumah sakit besar milik keluarganya.


"selamat siang pak Willy" sapa seorang perawat yang sudah mengenal Willy.


"di mana dokter edrik?" tanya Willy.


"ada di ruangannya pak" jawab perawat itu.


Willy terus meneruskan langkahnya dan masuk ke dalam ruangan edrik, seorang dokter yang juga pamannya.


"paman" sapa Willy.


"Hay, sudah lama sekali kamu tidak main ke rumah sakit ini, apa kabarmu? keponakan ku yang sangat tampan" kata edrik dengan menyambut kedatangan Willy.


edrik sangat menyayangi keponakannya itu, dulu dia sangat dekat seperti ayah dan anak, tapi seiring waktu karena sebuah pekerjaan yang menyibukkan mereka, membuat hubungan itu meregang namun kasih sayang edrik terhadap Willy masih tetap sama.


"paman, apa ibuku selamat dalam kecelakaan tujuh tahun lalu?" tanya Willy.

__ADS_1


edrik terdiam sejenak karwna terkejut keponakannya bertanya tentang kecelakaan tujuh tahun lalu.


"apa maksudmu? tentu saja selamat dan bukan kah yang aku dengar Rubby sekarang ada di rumah mu? kenapa kamu bertanya seperti itu?" kata edrik.


"paman, aku menolong seorang wanita dan dia bilang, itu adalah ibunya, ibu kandung yang dulu juga kecelakaan tujuh tahun lalu" kata Willy


"tidak! tidak mungkin! aku sudah memastikan wanita itu tidak memiliki siapapun!" edrik bergumam dalam hatinya.


flashback on


kecelakaan tujuh tahun lalu mengakibatkan dua mobil berbenturan dengan sangat kencang, yang selamat hanya ayah Willy dan wanita yang berada di dalam mobil lain.


edrik diminta oleh ayah Willy untuk menjadikan wanita itu istrinya, dia tidak mau Willy terguncang karena mengetahui bahwa ibunya meninggal dunia.


"aku mohon, bicara kepada Willy bahwa ibunya telah di operasi wajah karena kecelakaan, aku hanya tidak ingin Willy terguncang"


"tapi kak, bagaimana jika wanita ini memiliki seorang anak?" kata edrik yang mencoba menentang ke inginan kakaknya yang tidak masuk akal.


"aku sudah pastikan dia tidak memiliki keluarga, tanya saja kepadanya"


edrik mendekati wanita itu dan bertanya tentabv keluarga, wanita itu menjawab dia tidak punya keluarga dan ternyata setelah diketahui wanita itu amnesia.


edrik menyetujui kemauan kakaknya dengan syarat hanya satu atau dua tahun paling lama, dia tidak mau terus menerus membohongi keponakannya


flashback off


"paman! paman kenapa kau malah diam saja paman!" kata Willy


"Willy, ingat! dia adalah ibumu!" kata edrik


"tapi Paman, wanita itu bilang dia punya bukti foto-foto keluarganya!" kata Willy terus mendesak pamannya.


"Tuhan, dulu aku meminta kepada kakaknya untuk sementara melakukan hal ini, tapi ternyata setahun setelah kecelakaan, kakakmu meninggal dunia, dan belum sempat mencerigakan kebenarannya kepada Willy! apa ini saatnya?" edrik bertanya-tanya dalam hatinya.


"Willy, tidak perlu diragukan lagi, dia ibumu, aku yang meminta temanku melakukan operasi plastik untuk membuat wajah ibumu kembali normal meski tak serupa" kata edrik terus meyakinkan Willy.


Willy mengangguk, dia mengerti dengan apa yang pamannya bicarakan, namun sukit untuknya percaya begitu saja, Willy juga tidak meragukan Zihan, dia yang pertama kali melihat Rubby, langsung terkejut dan memanggilnya ibu.


"aku akan mencari tahu kebenarannya! jika aku tau kebenarannya! apa aku bisa menerimanya jika memang benar dia bukan ibuku?" kata Willy sambil berjalan menuju mobilnya.


Willy masuk ke dalam mobil, di sana dia melihat foto bersama ibunya ketika dia masih kecil.

__ADS_1


"kalau dilihat-lihat memang tidak mirip, dan sifat kalian sangat berbeda, ibu selalu memarahiku saat aku merajuk tapi, sejak tujuh tahun lalu, ibu selalu diam dan membantuku diam-diam dalam menyelesaikan masalah ku" kata Willy berusaha mengingat masa kecilnya dan membandingkannya dengan kejadian tujuh tahun belakangan ini.


__ADS_2