Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kenyataan yang sangat pahit


__ADS_3

zihan dan rey menunggu willy pulang, mereka semua tidak tau kemana willy pergi. Zihan menjadi khawatir, willy pergi dengan perasaan yang tidak menentu karena permasalahan tentang ibu mereka.


"rey, apa kamu tidak bisa menghubungi pak willy?" tanya zihan


":aku sudah mencobanya bu, tapi pak willy tidak merespon teleponku" jawab rey yang semakin membuat zihan khawatir.


"bagaimana jika terjadi sesuatu kepada pak willy?" kata zihan yang juga membuat rey sekarang semakin khawatir.


"kita berdoa saja agar pak willy sampai di rumah dengan keadaan selamat." kata rey.


Mereka berdua masih menunggu willy pulang kerumah, bahkan zihan sampai melewatkan makan malamnya hanya demi menunggu willy, dia tidak nafsu makan karena mencemaskan willy.


terdengar suara mobil masuk kedalam pekarangan rumah, zihan dan rey langsung berlari keluar rumah, dilihatnya willy pulang dan sebuah senyuman terlukis diwajah zihan, willy yang melihat senyuman itu, seketika hatinya menjadi damai, wanita yang dia cintai dapat dia lihat ketika dirinya merasa sedang terpuruk.


"andai kau adalah milikku, mungkin kegelisahanku tidak akan sebanyak seperti saat ini, sayangnya kau milik laki-laki lain, aku tidak tau kini harus berbuat apa" gumam willy yang saat ini masih berdiri di depan mobilnya.


Willi berjalan mendekat ke arah zihan dan rey, zihan dan rey pun langsung menegruminu willy.


"pak, kau pergi kemana saja?" tanya rey.


"benar pak willy, aku sangat khawatir" kata zihan.


Setelah zihan berkata seperti itu, willy langsung membalikkan badannya dan memeluk zihan yang berjalan di belakangnya saat ini. Rey yang melihatnya langsung terkejut dan menutup matanya dengan tangan sambil sedikit merenggangkan jari-jarinya.


Willy mendekap zihan dengan sangat erat, zihan hanya bisa mematung karena willy memeluknya dengan tiba-tiba, zihan tidak bisa berbuat apa-apa, dia membiarkan willy memeluknya smentara, dia faham bagaimana perasaan willy saat ini, dia sangat mengerti willy butuh seseorang untuk memeluknya, menguatkannya dan mengerti posisinya.


*****


Ilham sedang berada di dalam kamarnya, dia memikirkan kemana zihan pergi.


"apa zihan pergi bersama willy dan dia membuat seolah-olah dia di culik? Agar akau mencarinya?" kata ilham.


Diotak ilham saat ini begitu banyak pertanyaan, namun pertanyaan itu tidak menemukan satupun jawaban yang dia mau.

__ADS_1


"jika dia benar di culik, kemana aku harus mencarinya? Dan siapa yang melakukan itu?" tanya ilham lagi.


Sungguh ilham saat ini tidak dapat berfikir dengan jernih, tidak ada satupun solusi yang dapat dia pikirkan. Belum lagi banyak pertanyaan yang harus dia jawab dari syamil, beberapa hari ini, syamil sangat merindukan zihan, dia selalu mengigau ketika tidur di malam hari.


Ilham juga mendapat desakan dari ibunya karena di minta untuk mencari istrinya, ilham bukan tidak mau tapi dia tidak tau dimana zihan saat ini, lagi pula dirinya juga masih sakit hati dengan semua yang dia tau tentang perselingkuhan zihan dengan willy.


Tok tok tok pintu kamar ilham terketuk.


Ilham yang sedang sendirian di kamarnya, mengizinkan sang penegtuk pintu masuk ke dalam kamarnya dan ternyata itu adalah joanna.


"mas, aku boleh masuk?" tanya joanna yang masih berdiri diantara pintu.


"hmm" jawab ilham yang sedang malas bicara.


"mas, aku sudah mendengar semuanya dari ibu, zihan pergi dengan willy?" tanya joanna.


Ilham yang mendengar perkataan joanna terkejut,.


"aku mendengar dari beberapa rekanku yang masih bekerja, dia bilang seorang pengusaha muda membawa seorang wanita ke luar negeri saat perjalanan bisnisnya, dan ciri-ciri mereka sama persis seperti zihan dan willy, jadi aku berfikir bahwa itu mereka berdua" kata joanna yang kembali mngobarkan api di hati ilham agar terus berfikir bahwa zihan adalah wanita yang jahat.


"tidak mungkin!" kata ilham.


"kenapa tidak mungkin? Mereka saling jatuh cinta, apa yang tidak mungkin jadinya?" joanna membalas perkataan ilham yang mengelak perkataan joanna.


"keluar dari kamarku, aku tidak mau mendengar perkataanmu yang sukanya melantur dan selalu membuat orang terkecoh" kata ilham mengusir joanna.


Joanna tak membantah ketika dia diminta keluar dari kamar ilha, joanna sudah selesai menjalankan misinya, jadi dia dengan senang hati di usir oleh ilham kali ini.


*****


livia menunggu supirnya pulang, dia ingin tau bagaimana ekspresi willy saat tadi diantarnya pulang, livia tidak bisa tenang saat ini sebelum mengetahui pasti keadaan willy.


"bagaimana? Apa willy terlihat sangat murung?" tanya livia ketika supirnya sampai di rumahnya.

__ADS_1


"pak willy terlihat murung tadi, tapi saat melihat seorang wanita muda tersenyum, seperti kemurungan itu terlihat hilang dari wajahnya" kata supir pribadi livia.


Livia betanya-tanya siapa wanita muda itu.


"ah, terima kasih pak, tadi sudah mengantarkan wil pulang" kata livia dan dia masuk ke dalam rumah dengan pertanyaan di benaknya.


"apa itu wanita yang tadi dia bicaraka?" tanya livia.


"jika wanita itu bisa mengusir kesedihan di wajah wil, kenapa tidak kami jodohkan saja mereka, bukannya tadi wil bilang wanita itu adalah anak dari ibu penggantinya?!" ujar livia sendirian.


*****


"zihan, boleh aku tau, di mana kuburan ibuku?" tanya willy


Zihan yang mendengar pertanyaan willy cukup terkejut, karena ternyata willy sudah mengetahui semua kebenarannya.


"apa kamu sudah memastikan semuanya tentang ibu?" tanya zihan.


Willy mengangguk dan dia kembali menangis willy menundukkan kepalanya dan terisak, zihan yang melihatnya sungguh tidak tega, ingin dia menghibur tapi ragu, zihan tidak tau harus begaimana agar kesedihan willy menghilang sejenak saja.


"aku, akan mengantarmu, jika kamu sudah siap ke makam ibu, pak willy, tetaplah menjadi anak ibuku selama dia masih belum menerima ingatannya lagi." zihan ingin menyentuh tangan willy tapi dia ragu, karena tidak pantas wanita yang sudah bersuami bersentuhan dengan pria yang tidak memiliki hubungan keluarga dengannya.


"pak, bisakah anda tenang dulu, aku tidka tau ada apa ini?" tanya rey yang tidak mengerti maksud semua pembicaraan zihan dan willy.


"ibu anda ada di rumah ini, kenapa anda harus meminta diantar ke kuburan ibu anda?" rey mengajukan beberapa pertanyaan namun willy tetap bungkap dan tetap menangis.


"jika sudah waktunya, pak willy pasti akan menjelaskannya, jika dia tidak menjelaskannya, jangan dipaksa untuk dirinya bercerita" kata zihan kepada rey.


Rey mengangguk mengerti maksud zihan dan akan mengikiti semua perkataan zihan.


"saku akan menyiapkan minuman hangat dan sedikit makanan, makanlah, bukannya kau yang bilang, meski bersedih dan dalam masalah kita harus tetap makan? Agar kita bisa kuat menghadapi smeuanya? Agar kita tetap bisa berfikir dengan jernih?" kata zihan.


willy menatap zihan yang baru saja membalikkan kata-kata yang dia tulis beberapa hari lalu demi menghibur wanita yang dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2