
zihan mendatangi willy untuk meminta bantuan kepadanya, zihan dan willy sudah berada di dalam ruangan willy yang super megah.
"duduklah" willy mempersilahkan zihan untuk duduk.
"terima kasih" kata zihan sambil duduk.
"ada apa?" tanya willy.
"saya ingin meminta bantuanmu"
"bantuan? Apa?"
"kemarin saat pak willy pergi ke taman dan bertemu dengan saya, ternyata ada seseorang yang merekam dan dia juga mengirimkan video rekaman dengan rekaman suara, rekaman suara itu memang benar adalah suara kita, tapi semua percakapannya tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya" kata Zihan dengan menggebu dan hampir menangis saat bercerita.
"lalu?" tanya Willy
"suami saya marah, dan merasa kalau kita memang ada hubungan, saya mohon bantu saya untuk meyakinkan mas Ilham" pinta Zihan dengan rasa putus asanya.
"aku tidak tau harus membantu seperti apa, Zihan" kata Willy
__ADS_1
"ya, pak Willy tinggal menjelaskan bahwa kita tidak pernah memiliki hubungan, dan pertemuan kita kemarin bukan karena sebuah kesengajaan" Zihan berusaha menahan diri agar tidak menangis.
"tapi kenyataannya, aku kesana untuk menemui mu, aku kesana karena khawatir kepadamu, jadi semua yang aku lakukan kemarin memang atas dasar keinginanku"
"pak, tapi semua ini tidak akan terjadi, jika pak Willy tidak datang, jadi saya harap, pak Willy bisa meluruskan, kesalah pahaman ini kepada suami saya" kata Zihan penuh pengharapan.
"saya akan mencoba untuk bicara dengan pak Ilham, kita pergi ke kantor Ilham sekarang saja" kata Willy sambil bangun dari duduknya.
Zihan dan Willy keluar dari loby hotel, Zihan kini di dalam mobil bersama Willy, mereka akan menemui Ilham dan memberikan penjelasan yang sesungguhnya.
tak sampai satu tiga puluh menit, mereka sudah sampai di kantor Ilham karena memang kondisi jalan yang lancar.
"selamat siang Bu Zihan dan pak Willy" sapanya ketika berpapasan.
"selamat siang, pak Ilham, ada di dalam?" tanya Willy.
"ada, pak" jawab Bella dengan sangat tanggap.
Zihan dan Willy kini sudah berada di dalam ruangan Ilham.
__ADS_1
"ada apa? kenapa kalian berdua kemari?" tanya Ilham sambil terus melihat foto yang ada di tangannya saat ini.
"pak Ilham, saya hanya ingin menjelaskan sesuatu yang harus anda ketahui dan agar kita semua tidak ada kesalah pahaman" kata Willy bicara dengan sangat hati-hati.
ilham kini masih terbakar api cemburu dan amarah yang memuncak, di tangan Ilham kini sudah ada tiga lembar foto Willy dan Zihan.
"kalian ingin menjelaskan tentang hubungan istimewa yang tersembunyi?" kata Ilham langsung tanpa basa basi.
"hubungan istimewa?" kata Willy tak mengerti perkataan Ilham.
"Iyah, aku sudah tau! kalian memiliki hubungan istimewa di belakangku! lihat semua foto-foto mesra kalian saat dirumah sakit!" kata Ilham sambil memperlihatkan foto .
foto tersebut memperlihatkan bagaimana Willy memegang tangan Zihan saat berada di dalam ruangan medis, dan juga ada foto bagaimana Zihan merawat Willy. semua foto itu semakin membangkitkan amarah Ilham.
"dari mana semua foto-foto ini?" kata Willy yang merasa seseorang sedang mempermainkannya.
"seorang informan yang perduli dengan diriku!" kata Ilham
"perduli? apa ingin merusak rumah tangga orang lain adalah hal yang terpuji hingga dianggap perduli?" kata Willy sambil membuang foto-foto itu.
__ADS_1
"mungkin, bagi kalian ini adalah aib! mungkin buat kalian ini adalah sebuah permainan yang sedang dibuat untuk menjebak kalian! tapi untukku, ini adalah kenyataan yang harus aku terima! dua kali di khianati oleh istri sendiri!" kata Ilham dengan nada tinggi.