Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Aku membencimu


__ADS_3

"berikan aku minuman lagi" Joanna terus menerus meminta minuman beralkohol.


Joanna sudah mulai kehilangan kendali, fikirannya sudah melayang, tubuhnya sudah tak seimbang, namun dia tetap meminta minuman lagi.


"Bu, maaf anda sudah sangat mabuk" seorang waiters memperingatinya.


"siapa kamu? apa kamu si Zihan wanita ****** itu? kamu berani memerintahkan? kamu pikir kamu hebat? aku akan membunuhmu Zihan! hidupku hancur karena mu! aku kehilangan suamiku!" racau Joanna yang kemudian menangis sambil memukul dadanya sendiri.


Joanna merasa sangat terpuruk, dia merasa kehidupannya telah dihancurkan oleh Zihan, istri kedua dari suaminya telah merebut suami yang dia cintai.


Joanna meneguk lagi satu gelas minuman itu, dia kini telah kehilangan dunianya.


"hmmm... mungkin aku mengkhianatimu Ilham, tapi aku tidak pernah mencintai pria itu, aku hanya ingin kepuasan darinya! tapi kau! kau menginginkan wanita itu, menikahinya dan jatuh cinta!" Joanna terus meracau sambil memegang gelas ditangannya.


Joanna tak sadarkan diri setelah terus meracau, seorang waiters wanita mendekatinya dan memapahnya.


"taksi" panggilnya.


"tolong antar wanita ini, ke alamat yang tertulis disini" waiters itu memberikan sebuah kertas kepada sopir taksi.


"hah! selalu merepotkan jika dia kemari, tapi setelah dua tahun dia baru terlihat lagi disini" gumamnya.


Joanna dibawa oleh sopir taksi menuju rumah nya.


"permisi, apa benar wanita ini tinggal di rumah ini?" tanya sopir taksi sambil menunjuk kearah Joanna yang masih berada di dalam taksinya.


"benar, itu nyonya Joanna" kata satpam dengan lantangnya.


mereka semua mengeluarkan Joanna dari dalam taksi dan memapahnya masuk kedalam rumah.


"ada apa ini"histeris mbok min yang membuka pintu rumah.


"mbok nyonya sepertinya mabuk, karena sangat bau alkohol"


"permisi, saya sopir taksinya, saya mau menagih pembayaran taksi"kata sopir taksi


"berapa pak?" tanya mbok min


"dua ratus ribu" ujarnya


mbok min mengeluarkan dompet kecil dari dalam kantongnya dan memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada sopir taksi itu.


"letakkan saja Bu Joanna di sofa" kata mbok min.

__ADS_1


kedua satpam itu kemudian keluar dari rumah dan kembali menjaga didepan.


******


"Bu, aku pulang dulu sebentar, ada sesuatu yang tertinggal dirumah" pamit Zihan.


"hati-hati" kata Retno.


Zihan pulang kerumah dengan menggunakan ojek yang berada di halte sekolah.


"pak, tolong agak cepat ya" kata Zihan.


Zihan meninggalkan ponselnya di rumah saat terburu-buru mengantar Syamil kesekolah dan dia ingin menanyakan kabar suaminya tentang proses mediasi.


Zihan sampai dirumahnya dan masuk kedalam rumah.


******


"ah... kepalaku sakit, ahahahhaa apa aku dirumah? mungkin aku sedang bermimpi" joannna terbangun namun dia masih setengah sadar karena pengaruh minuman beralkohol.


ceklek


pintu rumah terbuka, Zihan masuk kedalam dan dia tak sengaja melihat Joanna yang sedang tertidur di sofa.


"mba Joanna" panggil Zihan dengan menghampiri Joanna.


"hmmm" senyum Joanna.


Joanna bangkit dari tidurnya dan dia mulai berdiri perlahan-lahan meski kepalanya masih terasa pusing.


Joanna kini sudah berdiri dan dia seketika menampar Zihan.


plak


"Aaw" teriak Zihan.


satu tamparan mendarat di pipi Zihan dan dia begitu terkejut melihat Joanna yang tiba-tiba menamparnya.


"mba, sadar mba!" kata Zihan sambil memegang pipinya yang terasa sakit.


"sadar katamu? kamu yang seharusnya sadar! kamu telah merebut suamiku!" Joanna mencekik Zihan.


"mba...mba" Zihan memanggil Joanna dengan keadaan lehernya tercekik.

__ADS_1


Zihan meronta memohon Joanna melepaskan cekikkannya namun dia malah semakin kencang.


******


"mba... mba..."


Mbok min yang sedang menggosok di ruang gosokan seperti mendengar jeritan, dia dengan seksama mendengarkan suara jeritan itu dan benar memang seseorang yang menjerit dan itu seperti suara Zihan.


"Bu Zihan" teriaknya ketika melihat Joanna mencekik Zihan.


"nyonya... sadar nyonyaa" teriak Mbok min.


"aduh bagaimana ini, nyonya tidak mendengar ku, aku harus menelepon tuan" kata mbok min.


"mbak joannna,. aku mohon lepaskan" Zihan semakin tak bisa bernafas.


*****


"hallo,Mbok ada apa?" jawab Ilham ketika mendapat panggilan telepon dari asisten rumah tangganya.


"apa? saya akan segera pulang!" ilham langsung mematikan ponselnya dan bergegas pulang kerumahnya.


"hallo, kamu cepat kedalam rumah dan hentikan nyonya!" ilham menelepon satpam rumahnya.


*****


"tuan tadi telepon, katanya kita harus hentikan nyonya didalam" kata salah satu satpam.


mereka berdua langsung masuk kedalam rumah dan terkejut melihat mbok min sedang melerai Joanna dan Zihan, Zihan sudah seperti ikan yang kehilangan airnya, nafasnya sudah mulai tersengal-sengal.


"mb...aaa" Zihan sudah tak lagi mampu bicara karena Joanna semakin keras mencekiknya.


"kita tarik" kata satpam.


"satu, dia, tiga" mereka menarik tubuh Joanna dan berhasil melepaskan cekikan Joanna.


"wanita jalaaaang, aku akan membunuhmu!" teriaknya saat kedua satpam itu memegang dan menahan tubuh Joanna.


ilham sampai di rumahnya dan dia langsung menghampiri Zihan yang lehernya sudah sangat memerah, cap tangan Joanna membekas di lehernya dan Zihan terduduk lemas sangking terkejut dan menahan sakit.


"Zihan, kamu tidak apa-apa? kita kedokter ya" pinta Ilham namun ditolak oleh Zihan.


"aku ingin istirahat di kamar saja" ujarnya.

__ADS_1


ilham kemudian menggendong Zihan dan menaiki anak tangga menuju kamar mereka berdua.


"AKU MEMBENCIMU, ZIHAN!!!" teriak Joanna.


__ADS_2