
Setelah mereka bermain bersama di taman, willy mengundang keluarga ilham untuk makan malam bersama.
"Aku mengundang kalian, untuk makan malam bersama, semoga usaha ini bisa membuahkan hasil untuk ibu, tolong ajak ibumu juga Ilham" kata Willy dengan menepuk lengan ilham.
Willy dengan Ilham adalah dua pria dewasa yang sebaya, hanya saja Willy masih belum bisa melabuhkan hatinya pada seorang wanita, sekalinya melabuhkan hati, ternya wanita itu sudah bersuami, yaitu zihan, wanita yang kini dia anggap sebagai seorang adik perempuannya.
Bagi Willy, kini ibunyalah wanita yang benar-benar dia inginkan berada di sisinya, Willy tidak mau kehilangan ibu lagi, cukuplah dia menanggung kesedihan ini, tapi dia tetap bisa bahagia bersama keluarga barunya.
Willy memilih tempat sebuah cafe yang cukup elit, cafe yang memiliki sudut begitu cantik, di area indoor kesan mewah dan elegan begitu nyata adanya, sementara di area outdoor terasa lebih santai, fresh dan menyatu dengan alam. Berkat pepohonan rimbun yang ada di sekelilingnya, di sana juga terdapat sebuah kolam renang yang cantik, dengan konsep infinity pool, juga memberikan tambahan kesegaran dan relaksasi untuk para tamu yang akan menikmati makan bersama dengan keluarga besar.
Willy juga memesan sebuah menu yang akan disantap oleh mereka bersama, sebuah paket lengkap mulai dari appetir, main course, hingga dessert. di sana menyajikan beberapa paket modern makanan Indonesia, sehingga membuat makanan ini menjadi kuliner asli khas Indonesia nan lezat dan pastinya porsinya pas untuk membuat para tamu merasakan kenikmatan dari makanan yang disajikan.
Willy, mempersiapkannya dengan sangat sempurna, hanya untuk makan malam bersama keluarga besarnya yang baru ia miliki.
"Selamat datang, silahkan masuk" kata para pelayan menyambut kedatangan keluarga Ilham.
Willy yang melihat Ilham, Zihan dan keluarganya, langsung bangun dari duduknya, dia ikut menyambut kedatangan keluarga dari adiknya yaitu keluarga Zihan.
Hati Willy sangat senang, pasalnya kini dia seakan memiliki sebuah keluarga yang utuh, kini dia memiliki seorang adik, meski bukan sedarah, walaupun Willy masih memiliki keluarga besar, tapi mereka semua sudah sangat sibuk dengan kehidupan masing-masing.
"Hallo, Syamil" sapa Willy dengan melambaikan tangan ke Syamil.
"Hallo Paman Wil, Paman Wil ini keren" Syamil mengacungkan kedua jempol nya dan Willy mengikuti sambil tersenyum.
"silahkan duduk" Willy mempersilahkan duduk keluarga Zihan.
Zihan dan Ilham kemudian bingung karena bangku yang ada hanya empat saja, sedangkan jika dihitung mereka ada berenam.
"Zihan dan Ilham, kalian bisa menikmati makan malam romantis di ruangan yang telah di sediakan" kata Willy sambil menunjukkan ruangan mereka.
seorang pelayan cafe sudah berdiri didepan pintu dan bersiap menyambut mereka berdua.
Willy sengaja menyiapkan makan malam romantis untuk Zihan dan Ilham, dia ingin memberikan kejutan manis untuk Zihan yang selama ini sudah cukup menderita karena kehilangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Ilham dan Zihan berjalan menuju ruangan mereka, ruangan yang sudah di dekor dengan begitu cantik. hiasan dinding, lilin yang menyala, bunga yang bertaburan, dan juga makanan yang sudah tersaji untuk mereka.
"Terima kasih, Wil, kamu sudah mengundang kami makan malam dan juga mempersiapkan malam malam romantis untuk mereka" kata Retno setelah melihat sekilas ke arah ruangan Zihan dan Ilham.
"sama-sama Tante, saya buatkan itu untuk menebus rasa bersalah kepada Zihan" kata Willy.
Retno kagum dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Willy, seorang anak orang kaya raya, tapi berpikiran luas dan juga bisa merima kenyataan yang mungkin, bagi sebagian orang sangat sulit merelakan seseorang yang dicintai.
Retno berbincang-bincang dengan Rubby, Retno sangat senang melihat sahabatnya masih ada didunia ini meski tidak mengingatnya.
"nanti, ceritakan lebih banyak tentangmu dan juga anak-anak" kata Rubby kepada Retno
"pasti, aku pasti akan menceritakannya, sekarang fokuslah untuk sembuh, Willy pasti akan memberikan pengobatan yang terbaik" kata Retno.
Syamil dan Willy yang duduk bersampingan merasa terharu dengan suasana yang ditimbulkan oleh kedua sahabat ini.
"Syamil, panggilnya omma ya, dia Immanuel Syamil" kaya willy.
"benar, jadi sekrang nenek Syamil dia, Neli dan omma" kata Willy menjelaskan.
"waaah, aku seneng banget, jadi orang yang sayang sama aku, bertambah satu" ucap Syamil gembira.
Willy senang karena bisa berkumpul dengan keluarga barunya, kini, tugasnya bertambah, yaitu memberi perlindungan dan juga memberikan kebahagiaan untuk keluarga barunya.
Willy melihat kearah ibunya, rona kebahagiaan terpancar, Rubby terlihat seperti sangat sehat, padahal beberapa hari ini dia harus melalui therapi yang cukup menyakitkan.
"aku pastikan, kita semua akan bahagia, Bu, aku akan membantumu mendapatkan memorimu kembali" kata Willy dalam hatinya.
Willy seorang anak yang sangat baik, seorang pria yang hebat, berperang melawan rasa ingin memiliki dan memberikan seseorang yang dia sukai untuk orang lain adalah sesuatu yang begitu sulit, tapi dia mampu melakukannya, dia mempres perasaannya dan perlahan akan membuangnya, dia berusaha merubah hatinya agar tetap bisa bersama ibu yang selama ini dia anggap ibunya.
"aku memang lebih dulu menyukainya, perasaan ini sudah tumbuh saat pertama kali bertemu dengannya, wajahnya selalu kuingat, cinta ini sudah tumbuh selama dua tahun, tapi saat aku bertemu dengannya lagi, aku pun sadar, ketika aku berani mencintai, berarti aku juga harus berani patah hati! aku sudah Melawati semuanya, aku akan baik-baik saja" batin Willy.
*****
__ADS_1
Ilham dan Zihan yang berada di ruangan khusus, menikmati makan malam romantis yang dibuat oleh Willy untuk mereka.
"Zihan, terimakasih, kamu sudah bertahan sampai titik ini, rumah tangga kita memang bukan pernikahan yang pertama untukku, tapi kenyataannya kamulah wanita yang pertama yang mampu membuatku menggila, wanita tangguh pertama yang aku kenal, dan wanita pertama yang Tuhan datangkan untuk memperbaiki hidupku yang kelam" kata Ilham.
Suasana romantis ini, membuat mereka berdua terbawa suasana, Ilham dan Zihan saling mengungkapkan semua hal yang mengganjal di hati mereka.
Ilham mengakui, dirinya terlalu lemah sehingga mampu tergoyahkan oleh rencana licik orang lain.
Zihan juga menyadari satuhal, apapun yang sedang dia hadapi, sesulit dan seberat apapun, dia harus menceritakannya kepada suaminya, tidak memendamnya sendiri. karena sesuatu yang difikirkan sendiri tidak lebih baik daripada dua orang yang berfikir.
rumah tangga bukanlah hanya untuk menikah, saling menghangatkan, punya anak, membesarkan anak, tapi menikah adalah sebuah perjalanan yang dimana setiap ujiannya harus dihadapi bersama, segala sesuatunya harus dipikul bersama, agar nantinya kebahagian pun akan dinikmati bersama.
berumah tangga juga harus saling melengkapi, suami harus sering bertanya tentang kondisi hati istrinya, istri juga harus bisa menempati dirinya.
berumah tangga suatu komitmen yang harus dibangun bersama.
.
.
.
.
.bestie, jangan lupa ya, aku ada giveaway buat pembaca setia ku yang membaca karya ini sampai tamat. diundi 2bulan sekali sesuai dengan author yang gajiannya dua bulan sekali dari NT...
catatan: minimal nama akun harus ada di laporan mingguan selama 6minggu berturut-turut, maximal 8 Minggu berturut-turut.
pembaca teraktif Minggu ini...
1 poin untuk kak Iffanah dan Putri Santi Sitompul...
__ADS_1