Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Pengadilan agama


__ADS_3

Ilham berjalan masuk kedalam ruangan kementerian agama yang mengurus surat perceraian.


"permisi ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas pengadilan.


"saya mau mengajukan gugatan cerai talak" kata Ilham


"silahkan duduk, saya bisa lihat berkasnya?" tanya petugas.


Ilham duduk di bangku yang telah disediakan dan dia memberikan dokumen yang sudah dia siapkan.


"disini bapak yang akan menggugat cerai, apa boleh saya tahu alasannya?" tanyanya.


"saya melihat istri saya bercinta dengan pria lain dua tahun lalu dan dia mengurung anak kami" jelas Ilham.


"dua tahun lalu dan baru mengajukan cerai sekarang?" petugas itu benar-benar tidak percaya dengan ucapan Ilham.


"saya baru menggugatnya karena dua tahun lalu dia mengalami kecelakaan setelah terpergok berselingkuh" Ilham kembali meneruskan ceritanya.


"lalu sekarang istri anda sudah sehat kembali?"


"benar pak, dia sudah sehat kembali dan saya akan meneruskan gugatan cerai yang sempat tertunda.


"kamu akan proses ini, tapi sebelumnya akan ada proses mediasi juga" kata petugas.


"apa proses mediasi itu bisa diabaikan?" tanya Ilham.


"tidak pak, itu sudah sesuai prosedur" kata petugas lagi.


******

__ADS_1


Ilham pergi kesebuah taman untuk menenangkan dirinya setelah semua yang dia hadapi, istri pertama yang dulu bagaikan selebriti yang dia puja-puja, ternyata mengkhianatinya, sekarang dia memiliki istri sebaik Zihan tapi godaan rumah tangga mereka lebih parah, Joanna tidak mau mengalah.


"Tuhan, buatlah aku bisa segera menyelesaikan semua ini, aku benar-benar sudah sangat muak dengan Joanna, dia benar-benar selalu berulah tanpa menyadari kesalahannya" Ilham duduk disebuah bangku taman.


taman yang sepi membuat dirinya bisa meluapkan segala apa yang ada dihatinya, Ilham benar-benar merasa frustasi dengan keadaannya sekarang ini.


*****


Zihan menunggu Ilham yang tak kunjung pulang, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, tidak biasanya Ilham seperti ini.


"mas, kamu dimana?" tanya Zihan kepada dirinya sendiri.


Zihan mulai cemas, dia takut suaminya menjadi buntu arah karena permasalahan dalam rumah tangganya.


"aku berjanji mas, aku tidak akan salah faham lagi dengan mu, pulanglah" lirih Zihan.


istri kedua yang dinikahi secara siri ini selalu menunggu suaminya pulang, inilah salah satu yang membuat Ilham sangat mencintai Zihan.


pintu rumah terbuka, pria yang ditunggunya akhirnya pulang juga.


Zihan langsung menyambutnya.


"mas kamu kenapa?" tanya Zihan.


"aku sudah menyerahkan berkas proses perceraianku dengan Joanna, tolong bersabarlah, kita akan bahagia" bisik Ilham dengan menyatukan kening mereka berdua.


mereka berdua menangis bersama, rasa lelah dihati mereka sudah tak terbendung lagi.


******

__ADS_1


pagi datang dengan sinarnya, Zihan yang sudah bangun sejak subuh dan menyiapkan menu sarapan pagi untuk keluarganya.


"selamat pagi anak Mhiu yang gantengnya maksimal" sapa Zihan ketika Syamil keluar dari kamarnya sudah rapih dengan seragam sekolahnya


"selamat pagi, Mhiu" sahutnya dengan senyuman yang lebar.


"hari ini Syamil siap pergi kesekolah?"


"siap dong" sahutnya lagi dengan senyum yang lebih merekah.


"anak Phiu sudah rapih, semakin hari semakin pintar saja nih jagoannya Phiu" Ilham mengangkat tubuh Syamil mengecupnya.


"hmmm... wangi lagi" endus Ilham saat mengecup pipi putranya yang tembam.


"wangi, kan? ini parfum dari Mhiu" ujarnya pamer kalau dia dibelikan parfume oleh Zihan.


"wah, Mhiu curang, masa hanya Syamil yang dibelikan parfum, Phiu juga mau dong" Ilham berkata seakan dia iri kepada Syamil.


"Phiu enggak boleh iri, Phiu kan parfumnya udah banyak" kata Syamil sambil merentangkan tangannya.


"Iyah deh, Iyah" Ilham menurunkan Syamil dan meletakkannya di atas kursi.


"pagi," Joanna mengecup Ilham tanpa persetujuan.


Zihan melirik kearah Ilham dan memberikan kode agar tidak bertengkar lagi dengan Joanna dihadapan Syamil.


"ayo kita sarapan bersama" ajak Zihan kepada Joanna.


"hmmm... aku tidak berselera, aku mau makan di restoran saja" Joanna berlenggang meninggalkan ruangan makan.

__ADS_1


Ilham dan Zihan merasa aneh, untuk apa dia ke meja makan jika akan makan di restoran.


"Syamil, jangan hiraukan mommy mu, kita makan saja bersama" ujar Ilham sambil memberikan potongan roti panggang.


__ADS_2