Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Surat Panggilan


__ADS_3

Praaaang


semua yang ada di atas meja rias Joanna hempaskan.


"Aaaaaaaaaaaah" teriaknya.


Joanna kesal karena Ilham ternyata benar-benar sudah mengabaikannya, suaminya kini sudah benar-benar berpaling.


"Zihan! kau telah merebut suamiku!" kesal Joanna sambil melihat ke cermin.


"jika benar-benar aku bercerai dengan Ilham, akan ku pastikan kamu juga menderita!" ucapnya.


******


"Bu, sepertinya nyonya sedang marah dikamarnya" kata Mbok min.


"biarkan saja Mbok, biar dia meluapkan semuanya, sebentar lagi kita tidak akan mendengar suara nya lagi!" kata Retno sambil membalik majalah yang dibacanya.


"baik Bu"


mbok min kembali ke dapur, di melewati kamar Joanna dengan perasaan sedikit takut, takut Joanna keluar dan melahapnya sangking marahnya.


"Joanna ... Joanna, kamu benar-benar tidak bisa berubah!" pekik Retno.


*****


"mas, apa itu suara dari kamar Joanna?" tanya Zihan.


"jangan hiraukan Joanna sayang, biarkan saja, dia pasti sedang kesal karena tadi aku beritahukan kalau gugatan cerai sudah diproses" kata Ilham.


flashback on


Ilham pulang dari pengadilan agama langsung menemui Joanna yang sedang asyik mewarnai kukunya dengan cat kuku mahalnya.


"mas, kamu kok kekamar kita sore-sore sih, bukannya janjiannya kita nanti malam ya" Joanna meletakkan tangannya didada bidang Ilham.


Ilham menarik tangan Joanna dan mencengkeramnya kuat.


"aku kemari hanya ingin memberitahumu, aku sudah memasukkan berkas perceraian kita ke pengadilan agama!" kata Ilham dan menghempaskan tangan Joanna dengan kasar.

__ADS_1


Joanna terduduk lemas dikursinya.


flashback off


.


.


.


"mas kamu yakin ini waktu yang tepat?" tanya Zihan sambil memeluk Ilham dari belakang.


"aku tidak mau menundanya lagi, dia sudah cukup berbuat semaunya, aku tidak suka dia semakin membuat Syamil menderita" pekik Ilham.


Zihan mengecup lembut pipi Ilham.


"aku hanya bisa berharap, ini adalah keputusan terbaik dan jalan terbaik untuk kita semua.


"sayang, kamu belum cerita kenapa kamu bisa pergi dari sekolah Syamil hari itu?" tanya Ilham yang penasaran.


Zihan memang belum menceritakan kejadian itu kepada Ilham, Zihan tidak mau lagi membahas hal itu, tapi kali ini suaminya kembali bertanya.


"mas, bisa kita tidak bahas hal itu dulu? aku belum siap untuk menceritakannya" Zihan menekuk wajahnya.


mereka naik ketempat tidur dan saling memberi kehangatan dimalam yang dingin.


*****


"Mhiu, hari ini kan aku libur sekolah, boleh tidak kita ke kantor Phiu" bujuk Syamil.


"coba Syamil tanya sama Phiu" Zihan menunjuk kearah Ilham yang sedang berbicara di telepon.


Syamil berlari kearah Ilham dan menarik-narik celana ayahnya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Syamil, ada apa?" tanya Ilham setelah selesai berbicara ditelepon.


"aku mau ke kantor Phiu" kata Syamil.


"hmmm... boleh, tapi Syamil harus bujuk Mhiu supaya punya Dede bayi" kata Ilham dengan melihat kearah istrinya yang sedang tersenyum.

__ADS_1


wajah Zihan ketika tersenyum, membuat Ilham semakin hari, semakin jatuh cinta, banyak hal yang harus dia mengerti tentang istrinya yang usianya cukup terpaut jauh dengannya.


Zihan memang wanita yang mandiri dan dewasa, tapi ada kalanya dia akan bersikap manja dan merajuk seperti anak kecil.


Syamil berlari kembali ke arah Zihan dan membisikkan sesuatu yang diperintahkan Ilham.


Zihan tertawa mendengar Syamil menyampaikan pesan Ilham.


mereka bertiga pergi menuju kantor Ilham.


*******


Ting tong suara bel rumah berbunyi.


"permisi Bu, ada yang ingin bertemu" kata satpam ketika melihat Retno dari balik pintu.


"mencari siapa ya pak?" tanya Retno.


"saya mencari ibu Joanna, ada surat panggilan dari pengadilan agama" kata pria yang menjadi kurir pengantar surat.


"benar ini rumahnya, saya yang akan menerimanya dan memberikan kepada menantu saya" kita Retno.


"baik Bu, ini suratnya dan saya minta tanda tangan ibu disini"


Retno menandatangani kertas sebagai tanda bukti bahwa suratnya telah diterima.


Retno menutup pintu rumah dan mengetuk pintu kamar Joanna.


beberapa hari ini Joanna lebih sering dirumah dan berdiam diri di dalam kamarnya.


"Joanna" teriak Retno ketika berada didepan pintu kamar menantunya.


Joanna beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamar.


"ada apa Bu?" tanya Joanna sambil menguap.


"ini, surat dari pengadilan agama untuk mu, segera bercerai lah, aku sudah tidak Sudi melihatmu disini!" Retno memberikan surat itu ketangan Joanna.


"iiiiish, kenaoa sih nenek sihir itu semakin jahat kepadaku!" Joanna menutup kasar pintu kamarnya dan menatap surat yang berada di tangannya.

__ADS_1


"surat panggilan mediasi?" Joanna tersenyum.


"ini kesempatanku untuk meminta rujuk kembali!"


__ADS_2