
hari yang cerah membuat perjalanan dinas Ilham dan Zihan semakin lancar, Ilham harus pergi mengunjungi cabang pabrik milik Ilham yang ada di Semarang.
"mas, berapa hari kita disemarang?" tanya Zihan yang duduk disamping Ilham.
"lima hari" jawab Ilham
Zihan dan Ilham pergi iesemarang menggunakan pesawat terbang, kali ini semua dipersiapkan oleh Ilham sehingga Zihan terkejut kepergian mereka cukup lama.
"kenapa?" tanya Ilham
"aku, hanya khawatir Syamil akan seperti kemarin lagi" Zihan menunjukkan kekhawatiran yang dalam dikarenakan Syamil cukup lama mengalami gejala itu.
"kamu tidak perlu khawatir ada Ibu dan Dina yang menjaga Syamil, lagi pula Roy juga akan sering berkunjung saat aku pergi dinas" jelas Ilham.
Zihan menjadi lega dengan perkataan Ilham, ia memang baru menjadi ibu Syamil tapi baginya Syamil sudah seperti putranya sendiri, melihat Syamil begitu tenang saat berada disampingnya membuat Zihan menjadi tidak nyaman jika meninggalkan Syamil terlalu lama, apalagi ini untuk pertama kalinya ia pergi berhari-hari bersama Ilham dan meninggalkan Syamil.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ilham dan Zihan memasuki hotel, mereka pergi ke resepsionis untuk meminta kunci kamar mereka, setelah mendapatkan kunci kamar mereka menuju kamar untuk beristirahat sebelum besok pergi ketempat yang mereka tuju.
"mandilah dulu setelah itu kita makan malam" kata Ilham
"baik mas, aku mandi dulu"
Zihan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Ilham sibuk dengan ponselnya.
"sudah dipersiapkan semuanya?" tanya Ilham kepada seseorang lewat ponselnya.
ceklek Zihan selesai mandi dan Ilham bergantian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Zihan memakai makeup karena akan makan malam bersama Ilham direstoran hotel, Zihan berdandan senatural mungkin agar tidak membuat Ilham risih dan ia mengenakan dress bernuansa biru muda membuatnya terlihat sangat cantik.
Ilham keluar dari kamar mandi dan mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk namun saat ia sedikit mengibaskan handuk tak sengaja melirik kearah Zihan yang sudah rapih, ia tak bisa memalingkan pandangannya dari wajah cantik Zihan.
"mas, mas" panggil Zihan namun Ilham masih tak mengedipkan matanya dari pandangannya kepada Zihan.
"maaas, mas Ilham" Zihan sedikit menaikkan suaranya agar didengar Ilham.
Ilham pun akhirnya mendengar suara Zihan dan tersadar dari lamunannya.
"maaf, aku bersiap dulu" Ilham sedikit kikuk karena malu kepada Zihan.
"aku tunggu di ruang tamu" kata Zihan
Ilham memesan kamar hotel tipe suit room agar mereka berdua nyaman selama lima hari menginap disana.
Ilham selesai mengenakan pakaiannya dan mereka berdua pun menuju restoran yang berada didalam hotel.
"mas, kayaknya ada acara ya disini, soalnya suasanyanya romantis banget" kata Zihan.
"kamu duduk ajah ya, nikmati suasananya" kata Ilham mempersilahkan Zihan duduk.
Ilham memanggil beberapa pelayan lalu pelayan pun langsung membawakan menu untuk disajikan kepada Zihan dan ilham.
Zihan sangat terkejut karena baru kali ini ia menginap dihotel mewah dan mendapatkan pelayanan restoran yang sangat ramah.
"silahkan dinikmati hidangannya tuan dan nyonya" setelah mempersilahkan Ilham dan Zihan menikmati makanan yang disajikan pelayan itu menepuk tangannya dua kali dan musik pun di mainkan, alunan musik romantis membuat Zihan semakin terkagum.
"mas kamu..." Zihan menghentikan perkataannya karena Ilham mengeluarkan sebuah kotak dari saku bajunya lalu membuka kotak itu, disana ada sebuah kalung indah.
__ADS_1
"maukah kamu menerima ku menjadi suami mu seutuhnya? dan maukah kamu membuka hati untuk ku?" tanya Ilham dengan sangat romantis
Zihan menitikkan air matanya, ia tak menyangka Ilham akan membuat hatinya berdebar kencang, Zihan menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Ilham.
"aku akan belajar mencintaimu dan menjadi istrimu seutuhnya" kata Zihan penuh haru.
Ilham bangun dari duduknya, mengambil kalung dari dalam kotak dan memakaikannya di leher Zihan yang sangat indah, terlihat semakin cantik wanita yang kini resmi menerima dirinya sebagai seorang suami.
Zihan dan Ilham menikmati sajian makanan sambil ditemani alunan musik yang sangat terdengar indah bagi dua insan yang kini saling menerima satu sama lain.
"Zihan, terimakasih sudah mau menerimaku" kata Ilham disela-sela menikmati makanannya.
"aku juga mas sangat berterimakasih karena kamu mau membuka hatimu untukku" kata Zihan.
"dari pada keduluan Willy, lebih baik aku nyatakan secepatnya" gumam Ilham yang nyaris tak terdengar Zihan.
"kenapa mas? kamu terlalu kecil suaranya" kata Zihan sambil mendekatkan wajahnya ke Ilham.
cup satu kecupan mendarat di pipi Zihan ketika wajahnya mendekat kearah Ilham.
Zihan semakin tersipu merasakan kecupan yang baru pertama kali ia dapatkan dari seorang pria.
Zihan dan Ilham saling melempar senyuman dan Ilham meraih tangan Zihan, digenggamnya tangan istri yang begitu cantik dimatanya.
setelah selesai makan malam, Ilham mengajak Zihan ke taman dekat restoran yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap, mereka menikmati indahnya malam sambil saling berpegangan tangan dan melihat awan malam yang bertaburan bintang seperti hati mereka yang sedang bertaburan rasa cinta.
haii sedikit othor kasih gambar Zihan dan Ilham yang sedang menikmati malam indah ya, biar semakin indah menghalunya..
__ADS_1
nantikan ke uwuan pasutri ini ya dibab berikutnyaaaa... trims jangan lupa tap like, tap favorite dan kasih kopi biar aku bisa terus melek bikin cerita yang bagus...