Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Syamil


__ADS_3

pagi yang cerah menjadi awal yang baik untuk kehidupan manusia.


pagi ini pun menjadi kehidupan yang bahagia untuk Zihan dan Ilham.


"selamat pagi kesayangan ku" kecup lembut Ilham di kening Zihan.


"selamat pagi sayang" jawab Zihan sambil menggeliat seperti bayi.


"pagi ini kita olah raga jalan santai atau olah raga ranjang?" ujar Ilham


"aku sih pilihnya olah raga jalan santai ya, kalo kamu enggak tau deh pilih yang mana" jawab Zihan.


"aku sih mau nya abis olah raga jalan santai habis itu olah raga ranjang" manja ilham


Zihan yang mendengar perkataan suaminya langsung beranjak dari tempat tidur dan kini dia sudah berdir dan meraih handuknya.


"aaah aku siap-siap dulu untuk olah raga jalan santai sambil makan bubur ayam dan teh tawar hangat" Zihan keluar kamar dan menuju kekamar mandi.


Ilham tersenyum melihat istrinya dia sudah tau kalau nanti pasti akan ada olah raga ranjang dipagi hari, karena dia tau ciri-ciri jika istrinya menyetujui keinginannya.


*****


cekrek cekrek cekrek

__ADS_1


beberapaganbar diambil oleh seseorang dari kejauhan ketika Ilham dan Zihan keluar dari rumah. orang itu lantas mengikuti Zihan dan Ilham berlari kecil mengitari komplek dan menuju sebuah taman fasilitas umum.


"mas aku pengen makan bubur ayah yang banyak kaldunya terus banyak sambelnya, hmmm aku udah ngiler niih" ujar Zihan sambil membayangkan nikmatnya menyantap bubur ayam.


*****


"Syamil sayang ayo cepat nanti kita terlambat kesekolah" kata Retno.


"Bu, biar Syamil aku yang antar kesekolah" kata Joanna yang sudah siap untuk mengantar Syamil ke sekolah


"tidak usah, Syamil pasti tidak suka jika kamu yang antar" ketus Retno.


"tapi Bu, aku ini ibunya, sudah seharusnya aku mengantar Syamil kesekolah" geram Joanna yang mendengar perkataan ibu mertuanya.


"Bu, saat itu aku hanya khilaf dan kehilangan sedikit akal sehat ku, aku sudah berubah saat ini Bu" pekik Joanna.


"berubah kata mu? kamu bahkan tak berubah seujung kuku pun Joanna!" Retno melangkah pergi kekamar Syamil.


"sudah siap?" senyum Retno saat berada di depan pintu kamar Syamil.


"sudah Neli" ujar Syamil.


Retno menggandeng tangan Syamil dan langsung bergegas keluar dari rumah.

__ADS_1


"Bu ... ibuuuuu!" teriak Joanna dan dia membanting kasar tas yang awalnya dia pegang.


Joanna menarik nafas panjang agar emosinya bisa stabil kembali dan dia bisa menguasai kembali suami dan anaknya yang sudah mulai menjauh.


"aku ingin sekali kamu keluar dari rumah ini Bu, kamu hanya akan membuat ku semakin jauh dari mereka" kesal Joanna.


****


"Neli, pokoknya aku tidak mau diantar saya momy, Syamil takut momy" Syamil hampir meneteskan air mata namun dengan sigap Retno memeluknya agar Syamil tenang.


"Neli yang akan mengantar dan menjemput Syamil seperti biasa, jadi jangan menangis ya sayang" ujar Retno sambil menepuk-nepuk pundak Syamil agar semakin tenang.


mereka tak lama sampai di sekolah, Syamil dan Retno turun dari mobil.


"selamat pagi Syamil" sapa Bu guru yang bertugas menyambut murid pagi ini.


Syamil tak menjawab salam pagi Bu gurunya dia langsung berjalan menuju kelas dengan wajah sedikit murung.


"maaf Bu, ada apa dengan Syamil?" tanya Bu guru.


"suasana hatinya sedang tidak baik hari ini Bu guru, mohon dapat dihibur" mohon Retno.


"baik Bu" ujar Bu guru.

__ADS_1


__ADS_2