Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Rencana Ilham


__ADS_3

setelah menikmati makan siang dan juga makan malam di Tafso Barn mereka semua menuju hotel yang terletak tidak terlalu jauh dari Tafso Barn.


Ilham sengaja memilih hotel terdekat, karena memang rencananya mereka akan berkeliling ke tempat wisata yang ada di kota Bandung, yang terletak tidak jauh dari Tafso Barn.


"Kamu istirahat dulu, aku akan pergi ke kamar ibu, untuk memeriksa Syamil, aku takut Syamil akan merepotkan ibu!" kata Ilham sambil menyimpan koper mereka berdua.


Zihan melihat ke arah Ilham, pria yang sangat bertanggung jawab itu adalah suaminya, suami yang selalu membuatnya jatuh cinta.


Zihan sangat tau Ilham tidak bisa jauh-jauh dari anaknya, bahkan setiap kali pulang kerja, Ilham selalu menemui Syamil terlebih dahulu sebelum menemui dirinya.


"aku berharap, kamu selalu menjadi sosok suami seperti saat ini, sayang!" ujar zihan.


****


Ilham mengetuk pintu kamar ibunya, setelah di persilahkan masuk, Ilham masuk dan menemui Syamil.


"Syamil, baik-baik sama Neli yan bobo nya, Phiu dan Mhiu di kamar sebelah, kalau nanti kangen bisa langsung ketuk pintu kamar Phiu ya!" Ilham mengecup pipi Syamil.


anak yang begitu menggemaskan, meski terlahir dari rahim wanita yang membuat hatinya hancur.

__ADS_1


"Bu, aku titip Syamil dulu!" kata Ilham


"siap nak, pasti ibu jaga meski kamu tidak memintanya," senyum Retno.


"ham, besok kita mau kemana lagi?" tanya Retno pemasaran akan kemana putranya membawa mereka pergi.


"ibu tenang saja, kali ini akan seru juga!" kata Ilham memastikan


Retno mengangguk percaya, kepada putranya, yang pastinya akan membuat mereka bahagia.


*****


"hai Will, bisa kita bicara sebentar," kata Ilham sambil menepuk pundak Willy.


"Boleh" jawabnya.


Ilham dan Willy pergi ke cafe dekat hotel, ada hal yang ingin dibicarakan oleh Ilham kepada Willy, sehingga mereka pergi untuk membicarakannya.


Ilham tahu, Willy belum sepenuhnya merelakan zihan kepada dirinya dan Willy juga belum sepenuhnya melupakan perasaannya kepada zihan.

__ADS_1


"duduk will" kata Ilham


"ada apa Ilham? kenapa kamu mengajak kemari dan apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya Willy


"Aku berharap kita benar-benar menjadi saudara ipar, aku tahu kamu belum sepenuhnya melupakan perasaanmu kepada zihan, tapi aku tidak akan marah akan hal itu, karena aku tahu bagaimana rasanya merelakan seorang wanita yang kita cintai untuk orang lain," kata Ilham kepada Willy berdasarkan pengalamannya selama bersama dengan Joanna.


"kamu pasti tahu bagaimana, aku dengan Joanna, kamu juga pasti tahu bagaimana aku dikhianati oleh Joanna," ujarnya.


"aku tahu Ilham, kau bahkan selama dua tahun, kamu belum bisa merelakan Joanna, meski hatimu sudah disakiti olehnya" Willy menempali perkataan Ilham.


"kamu tenang saja Ilham, meski aku belum melupakan perasaanku, belum merelakannya, dan belum melepaskannya, tapi aku akan pastikan! Aku tidak akan menghianati kepercayaanmu dan zihan" lanjut willy


"Aku percaya kepadamu Willy! maka dari itu, untuk besok, aku sebenarnya ingin mengajak kalian semua ke suatu tempat, yang menurut zihan itu adalah tempat yang memiliki kenangan indah dia bersama ibunya dan ayahnya," kata Ilham memberitahukannya kepada Willy.


"Benarkah? bukankah begitu banyak kenangan mereka di Garut? karena yang aku dengar dari zihan saat kami pergi ke sana untuk menemui makam ibuku, zihan bilang banyak tempat indah di Garut bersama ibu dan ayahnya, yang ia kunjungi" kata Willy


"benar! tapi tempat ini lebih memiliki ikatan, karena menurut Jihan, tempat ini adalah tempat di mana kedua orang tuanya dulu saling bertemu, sehingga mereka berdua membawa Jihan pergi ke sana." cerita Ilham


"baiklah! atur saja Ilham, aku akan mengikutimu, Aku berharap ini akan membantu ibu untuk mengingat masa lalunya," harap Willy

__ADS_1


__ADS_2