
ilham dan zihan kini sah menjadi suami istri, zihan kini menempati kamar ilham dilantai dua.
zihan membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur, ia keluar dari kamar mandi dan melihat kamar yang kosong, mata zihan megamati sekelilingnya namun tak menemukan sosok yang ia cari yaitu ilham.
zihan menuruni tangga dan mencari keberadaan ilham.
"kamu mencari siapa?" terdengar suara sosok yang sedang ia cari dan suara itu membuat Zihan terkejut.
"aku cariii" zihan terbata
"aku tidur dikamar syamil dan kamu bisa tidur di kamar ku" ilham berjalan melewati zihan yang terdiam.
Zihan sadar pernikahan ini adalah pernikahan yang dipaksakan tanpa ia tahu alasan mengapa ilham menalak joanna dan zihan sadar ia tak akan bisa memikat hati ilham yang sudah beku.
Zihan menaiki anak tangga dengan hati yang sedih dan putus asa meratapi nasibnya.
zihan menangis didaam kamar meratapi nasibnya menikah degan laki-laki yang tak ia cintai dan yang tak mencintainya.
malam pertama yang sunyi sepi menemani malam panjang zihan hingga matahari terbit.
"ham kamu kok keluar dari kamar syamil?" tanya retno yang melihat ilham keluar dari kamar cucunya.
"iyah aku semalam tidur dikamar syamil" jawab ilham dengan santai
retno mengerti sekali kondisi putranya saat ini, dia dinikahkan dengan wanita yang tidak dicintainya pasti sangat berat.
"ham jangan begitu, bagaimana pun zihan sekarang adalah istri mu, jangan kamu abaikan dia" kata retno
"ilham akan berusaha bu" jawab ilham
"perawaaaaat" panggil joanna sambil berteriak
Ilham dan ibunya yang mendengar teriakan joanna langsung menoleh kearah kamar joanna.
Zihan yang juga mendengarnya langsung berlari menuju kamar joanna.
__ADS_1
"kamu tidak perlu masuk" cegah ilham dengan memegang tangan zihan.
Zihan melihat kearah tangannya yang digenggam oleh ilham dan ilham melepas genggamannya.
"tapi pak bu joanna memanggil saya" kata zihan.
"kamu sekarang Istriku bukan lagi perawat untuk joanna dan panggil aku dengan sebutan nama saja tidak perlu pakai pak" tegas ilham
"tapi kan pak ilham lebih tua dari saya" kata zihan
"seeeeut jadi maksud mu aku sudah tua?" kesal ilham (seuuut itu gaya kaya di drakor kalo lagi kesel ya bestie hehehe tau kan?)
"bukan begitu maksudnya, saya hanya tidak nyaman bicara kepada orang yang usianya diatas saya hanya dengan menyebut namanya saja" jelas zihan
"terserah kamu mau panggil dengan awalan apapun asal tidak panggil saya pak lagi" Ilham menekankan kata pak dalam pembicaraannya.
Ilham pergi meninggalkan Zihan yang masih berdiri didepan pintu kamar Joanna, Zihan menoleh bergantian ke arah kamar Joanna dan kearah Ilham yang pergi meninggalkannya.
"mbok min bantu Zihan, Bu Joanna mencari Zihan tapi pak Ilham melarang aku untuk melayani Bu Joanna" cerita Zihan dengan wajah bingung
"mbok kok panggil Zihan pake kata ibu?" tanya Zihan
"kamu kan sekarang juga nyonya dirumah ini jadi wajar kalo mbok panggil ibu" jelas mbok min.
"panggil Zihan saja mbok seperti biasa" kata Zihan
mbok min hanya tersenyum dan berjalan kekamar Joanna diikuti oleh Zihan.
Zihan memperhatikan mbok min yang sedang merapihkan kotoran Joanna, ia takut Joanna akan bertindak kasar seperti yang tempo hari Joanna lakukan kepada Zihan.
flashback on
Zihan membawa troli air untuk mandi Joanna, Zihan pertama-tama membuka baju Joanna dan memiringkan tubuh Joanna.
brak prang
__ADS_1
Joanna tiba-tiba menyerang Zihan dengan cepat sehingga Zihan tidak sempat menahannya, kening Zihan terluka akibat dari piring yang dilempar oleh Joanna, Zihan berhasil menghindar namun tetap mendapat sedikit hantaman piring dan piring itu jatuh kelantai hancur berantakan.
tak lama setelah Joanna melempar piring, Joanna juga memaki Zihan sampai ia merasa puas.
flashback off
"kenapa kamu masih disini?" tanya Ilham yang berada di belakang Zihan
Zihan terkejut Ilham sudah berada di belakangnya dan menegurnya.
"aduuuh aku harus bilang apa ini??" Zihan bertanya-tanya dalam hatinya sambil terus menjentikkan jari-jari tangannya.
"Zihan apa kamu tidak mendengar ku?" Ilham bicara dengan nada keras
"maaf pak eh maaf mas Ilham aku hanya memperhatikan mbok min, aku takut mbok min mendapat perilaku kasar dari Bu Joanna" jelas Zihan
"sudah tinggalkan saja, mbok min lebih terbiasa menghadapi Joanna dibandingkan kamu" Ilham meremehkan Zihan.
"baik lah" jawab Zihan singkat.
.Zihan masuk ke dapur dan melihat isi kulkas lalu mengeluarkan beberapa bahan masakan untuk makan siang.
Zihan memotong kembangkol, brokoli, wortel, sawi dan beberapa bahan sayuran lainnya untuk dibuat sayur capcai kesukaannya.
Zihan juga mengambil ayam yang sudah di filled lalu membumbuinya karena akan dibuat ayam teriyaki.
"haruuum" Syamil mengendus wangi masakan dan berlari kearah dapur.
"ibu Zihan lagi masak apa?' tanya Syamil kepada ibu sambungnya itu
Syamil yang menyaksikan pernikahan antara Ilham dan Zihan sangat merasa senang karena bisa memiliki ibu selembut Zihan
"ibu nanti suapin Syamil ya" girang Syamil.
"oke siap boss junior ibu Zihan pasti suapin" Zihan mengiyakan permintaan anak sambungnya itu dan tersenyum.
__ADS_1