Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Istriku yang malang


__ADS_3

...Setiap insan didunia ini tidak ada yang pernah luput dari kesalahan, rasa bersalah, kekecewaan dan penyesalan didalam hidupnya, walaupun semua itu adalah sebuah pemanis dalam kehidupan tetap rasanya menyakitkan....


******


Ilham seorang suami yang dikhianati istrinya karena perselingkuhan membuatnya merasakan kekecewaan yang teramat dalam, meski ia adalah sosok suami yang sempurna tetap tidak bisa memungkiri tidak akan terjadi pengkhianatan dan kini Ilham berada dalam dilema besar, disaat istri pertamanya kembali normal sekarang ia harus pusing karena istri keduanya belum kunjung pulang kerumah, akibat ke khilafah sesaatnya kemarin.


"Zihan kamu dimana, kenapa sudah sepagi ini kamu belum juga pulang kerumah?" cemas Ilham sambil terus memandangi ponselnya.


Tok Tok Tok


pintu kamar Ilham diketuk.


Ilham bingung antara membukakan pintu atau tidak, tapi percuma jika ia tak membukakan pintu, nanti dibawah pun akan ketahuan oleh ibunya kalau Zihan tidak ada dirumah.


Ceklek


pintu dibuka oleh Ilham.


"Bu, ada apa?" tanya Ilham sambil menutup pintu kamarnya.


"Ibu ingin bicara dengan mu didalam" kata Retno.


Ilham pun membuka kembali pintu kamarnya dan masuk kedalam kamar bersama ibunya.


"Ham, dimana Zihan?"


Ilham tak bisa menjawab pertanyaan ibunya.


"Zihan ... aku tidak tahu Bu, kemarin ada sesuatu yang terjadi sampai membuat Zihan marah"jelas Ilham.


"Nak, ibu sudah pernah mengingatkan mu tentang pernikahan ini, kamu harus bertindak tegas dengan Joanna, jangan sampai Zihan yang menjadi korbannya" kata Retno kembali mengingatkan Ilham.


"baik Bu, aku akan selalu mengingatnya"


"sekarang datanglah ke alamat ini, disana kamu akan menemukan Zihan" Retno memberikan selembar kertas kecil yang berisikan sebuah alamat rumah.


Ilham langsung mengambil kertas kecil itu dan bersiap pergi kesana untuk menyusul Zihan.

__ADS_1


Ilham menuruni tangga dengan sangat cepat sambil memakai jaketnya.


"mas, kamu mau kemana buru-buru sekali?" tanya Joanna.


Ilham sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Joanna, bahkan melirik kearahnya pun tidak.


******


"jalan Bougenville nomor 113" Ilham mencari alamat yang diberikan ibunya.


Ilham mengendarai mobilnya dengan sangat pelan, untuk mencari nomor rumah yang tertulis di kertas kecil.


*****


"hoaaam" Zihan bangun dan ia langsung mencari ponselnya untuk melihat jam.


"ah... aku ketiduran dan lupa mengisi daya baterai" kata Zihan yang lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mengisi daya baterai ponsel miliknya.


Tin Tin Tin


terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya dan membunyikan klakson mobil.


"mobil mas Ilham" kaget Zihan.


"ya Tuhan aku lupa memberi kabar kepadanya, pasti dia sangat cemas, tapi dari mana dia tahu rumah ku disini?" Zihan menutup hordeng jendela dan membuka pintu rumah yang tidak sempat ia kunci kemarin sangking hatinya sakit.


ceklek


Zihan membuka pintu dan Ilham yang melihat Zihan benar ada dirumah itu langsung turun dari mobil dan membuka pintu pagar rumah untuk segera menemui Zihan.


"sayang" peluk Ilham


Zihan membalas pelukan suaminya meski sakit dihatinya masih membekas.


"Zihan kenapa kamu tidak pulang semalaman?" tanya Ilham.


"maaf mas, aku kemarin rindu rumah ku, jadi aku pulang tapi ternyata aku ketiduran" jelas Zihan namun tidak menatap kearah Ilham.

__ADS_1


"Zihan, kita masuk kedalam ada yang ingin mas bicarakan" Ilham menggandeng tangan Zihan dan mereka berdua masuk kedalam rumah.


"duduk lah" Ilham meminta Zihan untuk duduk disofa kecil yang hanya cukup untuk satu orang.


Ilham tahu betul istrinya sedang dilanda kesedihan, Zihan yang masih sangat muda dan harus menikah dengan pria beristri pasti lah sulit sekali, ditambah istri pertama suaminya semakin gencar menggoda agar diterima kembali.


"maafkan mas, mas tau itu sebuah kesalahan yang fatal" kata Ilham


"mas, mas enggak salah! dia adalah istri mas yang sah, sedangkan aku hanya istri siri yang bermimpi suatu saat suaminya akan menjadi miliknya seutuhnya!" kata Zihan dengan menahan air matanya agar tak mengalir dipipinya.


"enggak Zihan, kamu istriku, aku tahu kita menikah secara siri, tapi kamu adalah wanita yang sempurna untukku dan hanya kamu yang aku cintai" Ilham berkata dengan air mata yang mengalir dari matanya.


"mas, maafkan aku yang lemah ini, aku tidak bisa mengendalikan diriku saat kamu bersamanya, aku tak mau egois tapi aku hanya wanita biasa"


"Zihan, dengarkan aku, aku akan berusaha semampuku dan saat Joanna sudah kembali seratus persen normal lagi, aku akan melanjutkan gugatan cerai ku!" tegas Ilham untuk meyakinkan istrinya.


mereka berdua berpelukan untuk saling menguatkan dan saling melepas rindu.


"Maafkan aku Zihan, aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu lagi"


*******


...manusia tak akan pernah bisa berbuat adil!...


...manusia tidak selalu bisa mengendalikan nafsunya, seperti Ilham yang tak mampu mencegah tubuhnya untuk merespon permainan Joanna, meski fikirannya ingin menolak! sehingga menyakiti Zihan istrinya yang lain....


...ketika suami memiliki dua istri pastilah tak akan pernah bisa adil, disatu sisi akan ada kekurangan suami Dimata istri yang satu dan yang lainnya, disisi lain ada kelebihan Dimata istri yang satu dan lainnya, mereka para istri juga akan berlomba memperebutkan perhatian suaminya, maka akan terjadilah keretakan dalam rumah tangga dan permusuhan diantara istri-istrinya....


..


.


.


.


mampir juga ke karya teman ku yaaa.

__ADS_1



__ADS_2