
"Selamat pak, istri anda sedang mengandung, kondisinya masih sangat lemah, dan dia harus melakukan perawatan selama dua hari di rumah sakit" ujar dokter.
Ilham terkejut sampai tak bisa berkata-kata, dia begitu bahagia mendengar semua perkataan dokter tentang Zihan yang mengandung.
"Dokter, ini ... ini benarkan, istri saya hamil?" tanya Ilham memastikan.
dokter mengangguk dan Ilham dengan cepat memeluk Zihan tanpa menghiraukan keberadaan dokter, dia begitu bahagia karena bisa kembali menjadi seorang ayah, baginya ini adalah anak kedua, tapi anak pertama dari pernikahannya dengan Zihan.
Zihan juga merasakan hal yang sama dengan Ilham, dia begitu terharu karena kini bisa merasakan apa yang selama ini dirasakan pasiennya, mengandung benih dari orang yang dia cintai, sangatlah anugerah yang luar biasa dari Tuhan.
Ilham dan Zihan keluar dari ruangan dokter, Ilham terus memegang erat tangan Zihan, seakan dia takut Zihan terluka, dokter menyarankan agar Zihan lebih hati-hati, kondisi trisemester pertama akan membuat tubuhnya sedikit melemah, jadi butuh banyak asupan gizi untuk membuat perkembangan janin lebih baik.
Dengan keadaan yang semakin hari semakin bahagia, semakin berwarna, ditambah dia akan menjadi seorang ayah lagi, membuat Ilham semakin bersyukur dengan kehidupannya.
"Aku hubungi Ibu dulu, pasti Ibu senang mendengar berita ini, kamu duduklah, sebentar lagi perawat akan membawamu ke ruang perawatan," kata Ilham sambil mengeluarkan ponselnya
Ilham tak berhenti tersenyum dan mengingat perkataan dokter yang menyatakan Zihan hamil, dia merasa hidupnya semakin berharga dan semakin bermakna, namun dia sadar, tanggung jawabnya semakin besar, dia harus semakin melindungi keluarganya dari gangguan-gangguan hama seperti Joanna dan Carlos.
*****
__ADS_1
"Kamu serius nak?, Ibu dan Syamil akan segera ke rumah sakit, Kabari Ibu di mana kamar Zihan" kata Retno dan dia langsung bersiap menuju ke rumah sakit.
"Syamil" panggilnya
"Iyah Neli," sahutnya dan berlari menghampiri.
"Kita ke rumah sakit" ujar Retno.
"siapa yang sakit Neli?" tanya Syamil serius.
"bukan sakit, tapi Mhiu dan Phiu, punya kabar gembira untuk Syamil," kata Retno.
Syamil mengikuti langkah Retno untuk masuk ke dalam mobil, Retno sangat terburu-buru, dia tidak sabar ingin mengucapkan selamat kepada menantunya, dia juga ingin menunjukkan rasa senangnya karena kabar kehamilan Zihan.
"Aku sangat bersyukur, ternyata Zihan bisa segera hamil, aku sempat khawatir dia akan sama seperti Joanna, sulit hamil karena kondisi Ilham yang tidak memungkinkan untuk membuahi sebelum masa subur istrinya" terpancar rona bahagia diwajah Retno.
Syamil yang melihat neneknya senyum-senyum sendiri membuatnya semakin bingung, neneknya jarang bertingkah aneh seperti yang dia lihat saat ini.
"Neli, kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Syamil yang tak tahan dengan rasa ingin tahunya.
__ADS_1
"nanti kamu juga akan tau, semua ini surprise untuk kamu" ujar Retno.
"emang ada ya, surprise di rumah sakit? aku semakin enggak faham dengan sikap orang dewasa!" gundahnya sambil menggaruk-garuk kepala.
Syamil hanya bisa menahan rasa ingin tahunya, sebelum mereka sampai ke rumah sakit, neneknya tidak akan pernah memberitahukan apapun karena sudah bilang kalau itu adalah surprise.
melihat mobil neneknya masuk area rumah sakit dan menurunkan mereka di depan lobby, Syamil kembali penasaran.
"Neli, ada apa sih?" tanyanya lagi namun tak di jawab kali ini.
Retno terus menggandeng tangan Syamil dan mereka sedikit berlari mencari kamar perawatan Zihan.
"Ah, ini dia" Retno langsung masuk ke kamar VVIP yang Ilham pesan untuk Zihan.
"Bu," Ilham menyambut ibunya.
"Mhiu! Mhiu sakit? kata Neli ada kabar gembira, tapi kok Mhiu sakit?" Syamil sontak langsung mengalirkan air matanya hingga suaranya pecah.
"Sayang, Mhiu enggak sakit, sekarang Syamil tenang dulu, nanti Phiu akan jelaskan," kata Ilham sambil menyetarakan tinggi tubuhnya dengan putranya.
__ADS_1
orang tua ketika ingin berbicara dengan anaknya, ketika anaknya berdiri maka setarakan tinggi badan kita dengannya, itu akan memudahkan anak menerima informasi yang kita berikan.