
sejak pulang dari kantor Ilham, Joanna terus merenung karena tidak biasanya Ilham tidak masuk kantor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada para staffnya, ditambah sekertaris nya juga tidak masuk kerja.
"Bu, apa mas Ilham ada bilang sama ibu mau kemana? karena aku cari di kantornya tidak ada" tanya Joanna.
"Ilham pergi dinas ke luar kota!" kata Retno ketus.
"Bu, kenapa ibu selalu ketus dengan ku?" Joanna mencari tahu seberapa banyak mertuanya mengetahui tentang perselingkuhannya.
"karena kau telah berselingkuh!" kata Retno
Retno berdiri dari duduknya karena sudah tidak tahan duduk dalam satu meja makan yang sama dengan Joanna.
"Bu, itu sudah dua tahun yang lalu, aku mohon ibu bisa melupakannya dan biar kan aku kembali bersama mas Ilham" teriak Joanna.
"aku tidak akan memberikan mu kesempatan kedua, dari pada aku memberikan kesempatan itu untuk mu lebih baik aku berikan kesempatan itu untuk wanita lain!" Retno menutup pintu kamarnya dengan kasar karena jengkel dengan sikap Joanna.
******
"angkat telepon ku" ujar Joanna yang sedang menghubungi seseorang lewat ponselnya.
"mas!" teriak joanna karena kesal Ilham tidak mengangkat panggilan telepon dari nya.
"keterlaluan kamu mas, apa kamu sudah bermain di belakangku?" umpat Joanna.
__ADS_1
"aku tidak akan membiarkan mu menceraikan ku!" tekad Joanna.
*****
"bagaimana masakan ku?" tanya Ilham saat Zihan mencicipi masakan buatannya.
"hmm lumayan, hanya saja daunnya kurang matang sedikit" kata Zihan.
"wah berarti aku sudah cukup mahir memasak" Ilham memuji dirinya sendiri.
"ya ... bisa dikatakan seperti itu" Zihan tertawa.
"kok kamu malahan tertawa sih sayang?"
"justru karena masakan pertama kali dan khusus untuk sang istri perlu sekali penilaian yang objektif dan sedikit pujian" tuturnya panjang lebar.
"ah satu lagi, jangan lupa hadiah nya nanti malam" lanjut Ilham ketika teringat tentang hadiah.
"hadiah?" Zihan sedikit menaikan nada bicaranya.
"hadiah spesial yang hanya bisa diberikan oleh mu" Ilham berbisik ditelinga Zihan membuat istrinya sedikit menggeliat.
"selalu seperti ini, kamu pamrih mas namanya" Zihan kembali terkekeh.
__ADS_1
"kalau aku pamrih kepada mu itu hal yang wajar" tutur Ilham tak mau kalah.
"baiklah aku akan memberikannya untukmu" bisik Zihan
"aku menantinya" Ilham juga membalas dengan bisikan.
mereka melanjutkan makan malam.
********
Riska selesai membungkus amplop yang akan dia kirimkan besok pagi ke tempat pengiriman paket.
"aku akan mengirimkan foto-foto ini, istrimu pasti akan terkejut pak Ilham, ini balasan kecil untukmu dariku karena sudah memecat ku secara tidak hormat" Riska memutar-mutar amplop yang dipegangnya sambil membayangkan kejadian yang akan menimpa Ilham.
"untukmu Zihan, kamu akan mendapatkan dampak dari keributan suami istri ini!
Riska benar-benar merasa kesal dengan Zihan karena dirinya lah dia terpaksa menjadi pengangguran.
*****
"Ronal! minta anak buah mu untuk mengawasi gerak-gerik dari istri Ilham, dan coba kamu cari tahu kenapa bisa Ilham membenci istrinya!" perintah Willy kepada Ronal.
Ronal sebenarnya bingung dengan sikap bosnya yang entah mengapa sangat perhatian dengan Zihan, setahu dirinya Willy sangat jarang memperhatikan wanita dan dia tidak akan pernah ikut campur masalah pribadi orang lain, baru kali ini dia melihat boss nya berubah menjadi pribadi yang perhatian dan lembut.
__ADS_1