
Zihan kembali bersiap untuk membuat sarapan pagi untuk keluarganya, keluarga yang begitu berharga untuknya.
namun saat zihan masuk ke dalam dapur, dia melihat sosok pria yang sedang mengolah bahan masakan, untuk dibuat menjadi sarapan pagi.
zihan menghampiri Ilham, suami yang begitu sempurna di dalam hidupnya, ia melihat suaminya sedang memegang sutil dan juga wajan, sungguh pemandangan yang jarang sekali ia lihat, karena selama ini memang Ilham jarang pergi ke dapur.
"Mas ini beneran kamu, kan?" kata zihan sambil takjub melihat suaminya.
"really honey, it's me! your husband," kata Ilham sambil menatap wajah zihan
"hari ini aku membuatkan sarapan untuk kalian, spesial untuk keluargaku tercinta dan terkasih," kata Ilham sampai terus membuat menu masakan ala Ilham.
"ada angin apa kamu masuk ke dalam dapur dan membuat sarapan untuk kami semua?" tanya Jihan tidak percaya dengan apa yang ia lihat pagi ini.
"sayang, sekarang, kan, hari Sabtu jadi karena libur, aku mau membuatkan masakan untuk kalian dan ini adalah bentuk rasa syukurku karena kamu telah mengandung benihku," kata Ilham lalu mencium zihan dengan cepat.
__ADS_1
zihan yang melihat Ilham memasak, membuat dirinya semakin kagum kepada suaminya, Ilham bukan hanya sosok suami yang pandai dengan urusan perkantoran dan pekerjaannya, tapi Ilham juga sosok seorang pria yang pandai mengurus dan melindungi keluarganya, itulah mengapa yang membuat dirinya selalu jatuh cinta kepada Ilham setiap hari.
"kamu tunggu saja di ruang makan, setelah makanannya siap, aku akan ke sana, jangan lupa bangunkan Syamil dan juga Ibu," kata Ilham.
zihan segera pergi ke kamar putranya dan juga ke kamar Ibu mertuanya, zihan membangunkan mereka secara bergantian.
"Mhiu sarapannya mana? kok masih kosong meja makannya?" protes Syamil ala anak kecil, saat melihat meja makan yang masih kosong.
"tunggu sebentar ya! sebentar lagi makanannya pasti akan siap," kata zihan sambil mengelus kepala suami dengan lembut.
"zihan ada apa? kenapa makanannya belum siap? apa mbok Min belum menyiapkan sarapan pagi untuk kita semua? dia kan seharusnya tahu sarapan pagi ini penting untukmu seorang ibu hamil!" kata Retno agak kesal.
Retno, Syamil dan zihan menunggu sarapan pagi mereka datang.
tak lama Ilham masuk dalam ruang makan membawa nampan yang berisikan sarapan pagi, Retno yang melihat putranya membawa nampan itu terkejut namun sekaligus ia berbangga, karena Ilham benar-benar menjadi seorang sosok suami sempurna.
__ADS_1
"nak! ibu bangga kepadamu, ibu sangat-sangat bangga, karena kamu bisa menjadi sosok seorang laki-laki sejati, yang bertanggung jawab terhadap istri dan anak-anak, ibu harap kehidupan kalian di masa depan nanti, akan semakin bahagia," ucapnya dengan haru, Retno menatap wajah Ilham putra semata wayangnya.
Ilham pun tersenyum dan tersentuh dengan kata-kata ibunya, Ilham tidak percaya apa yang dia lakukan hari ini membuat ibunya begitu terharu, saat ia melihat ke arah zihan, zihan pun sedikit menitikkan air mata harunnya, mereka semua hanyut dalam suasana haru.
"Aku melakukan ini untuk istri, anakku dan juga untuk ibu, aku merasa hidupku menjadi semakin berharga, bahagia karena kehadiran zihan di tengah-tengah kehidupanku dan Syamil," Ilham berkata penuh syukur.
"hidupku kini untukmu, zihan," kata Ilham sambil memegang erat kedua tangan istrinya.
.
.
.
.
__ADS_1
hai teman-teman baca juga karya temanku yaa....