Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
CCTV


__ADS_3

"Syamil Syamil" teriak teman-teman Syamil.


Syamil bersama teman-temannya sedang bermain bakiak untuk pengambilan nilai motorik kasar dan keseimbangan tubuh.


"horeeeee" teriak Syamil dan kedua temannya yang juga ikut memakai bakiak


"keren Syamil" puji salah satu teman Syamil.


Syamil tersenyum senang karena ia dan kedua temannya berhasil sampai garis finish.


Retno dan suster Dina datang kesekolah untuk menjemput Syamil.


disekolah Syamil tidak boleh ditunggu oleh siapapun baik didalam kelas maupun di luar kelas dan karena jarak sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh maka suster dan supir selalu antar jemput Syamil.


"Neli" teriak Syamil


"gimana sekolahnya sayang?" tanya Retno sambil menggandeng Syamil.


"tadi aku dapat bintang captein dari ibu guru" cerita Syamil.


"oh ya, hebat sekali cucu Neli, nanti sampai dirumah kasih tau Neli ya bintang captein nya" pinta Retno.


"siap Neli"


Syamil, Retno dan suster Dina masuk ke dalam mobil.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ilham yang berada dikantor selalu berusaha menyibukkan dirinya agar tidak memikirkan masalah rumah tangganya.


"dua tahun sudah kamu terbaring ditempat tidur tanpa menebus dosa-dosa munkepada ku dan Syamil" kata Ilham.


"sekarang kamu menyiksaku seperti ini, bekerja bagaikan orang yang punya rasa lelah demi membuang masa pahit itu" Ilham menitikkan air matanya.


Ilham selalu mencoba tidak pernah mengingat semua itu, namun ketika dirumah masa itu kembali didalam ingatannya.


tok tok tok


"silahkan masuk" ujar Ilham.


"pak ini jadwal meeting untuk proyek yang ada di luar kota" Riska menyerahkan beberapa dokumen kepada Ilham.


"jadi kita akan meeting di Bandung untuk Minggu ini?" tanya Ilham


"benar pak kita ada pertemuan dengan pak Surya dari PT. Mahkota Jaya hari Jum'at jam sepuluh pagi" jelas Riska dengan detail.


"kalo begitu kamu persiapkan dokumen yang diperlukan dan sepertinya kamu juga harus ikut ke Bandung" kata Ilham pada Riska.


Riska sangat senang karena bisa ikut meeting keluar kota.

__ADS_1


Ilham menyelesaikan semua pekerjaannya dan bersiap untuk pulang kerumah.


"Daddy" Syamil langsung memeluk Ilham saat sampai dirumah.


"hallo anak Daddy sayang" sapa Ilham.


"Daddy tadi aku dapat bintang captein dari ibu guru" Syamil menunjukkan bintang yang ia dapat dari ibu gurunya.


"anak Daddy emang pinter banget" Ilham mengecup pipi anak tercintanya


Joanna mendengar percakapan antara suami dan anaknya matanya berkaca-kaca dan ia teringat semua kesalahan yang ia terlah lakukan kepada suami dan putranya.


"Bu, besok aku harus berangkat ke Bandung dan pulang hari Sabtu mungkin sore aku baru pulang kejakarta lagi" kata Ilham.


"kamu ada dinas luar kota nak?" tanya Retno.


"Iyah Bu, ada meeting dengan clien di Bandung"


"apa sekertaris mu ikut?" tanya Retno


"ikut Bu"


"awas kamu jangan macam-macam, ibu tidak mau kamu mengkhianati Joanna, meski dia seperti sekarang ini kamu harus tetap ingat dia adalah istri mu" pesan Retno kepada anaknya


Ilham hanya bisa terdiam mendengar nasihat yang ibunya berikan untuknya.


Ilham mempersiapkan semua kebutuhannya untuk menginap beberapa hari di Bandung.


saat pagi menjelang Ilham bersiap untuk berangkat bekerja.


"Tante Zihan aku mau sarapan disuapin Tante Zihan" rengek Syamil.


"oke siap" Zihan mengambil sarapan Syamil dan mulai menyuapinya


"ngeeeeng ngeeeng" Zihan membuat sendok menjadi pesawat dan mendarat di dalam mulut Syamil


"nyam nyam nyam" kata Zihan saat Syamil mengunyah makanannya


Syamil terlihat bahagia bersama Zihan, melihat semua itu membuat Ilham sedikit risih karena ia tak mau anaknya dekat dengan wanita mana pun.


"Syamil sini Daddy ajah yang suapin ya" kata Ilham.


"Syamil maunya sama Tante Zihan ajah" tolak Syamil.


"hmm Syamil tau nggak kalo Daddy mau pergi nginep dibandung karena ada kerjaan, jadi Daddy mau suapin Syamil sebelum pergi" kata Zihan untuk membujuk Syamil agar mau di suapi oleh daddy-nya.


Ilham melihat ke arah Zihan yang sedang berbicara dengan Syamil.


"perempuan ini sertinya pandai memikat hati orang lain" gumam Ilham dalam hati.

__ADS_1


Ilham meraih piring yang diberikan Zihan kepadanya dan ia langsung menyuapi Syamil.


"Syamil dirumah baik-baik ya sama Neli dan juga suster Dina" pesan Ilham.


"siap Daddy, Syamil akan jadi anak yang baik" jawab Syamil.


setelah semua selesai sarapan pagi, Ilham berpamitan dan segera berangkat ke Bandung dengan mengendarai mobilnya.


Ilham mengendarai mobil dengan kecepatan yang stabil karena hari ini ia chekin sekitar jam dua siang.


ditempat lain Riska yang berkhayal akan satu mobil dengan Ilham ternyata benar-benar hanya khayalan.


"kirain bakal satu mobil sama di bos, taunya naik kreta" kesal Riska.


Riska diperintahkan untuk naik kereta karena harus berada di Bandung lebih dahulu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


pagi hari dibandung


Ilham membuka laptopnya dan melihat beberapa rekaman cctv untuk mengecek keadaan dirumahnya.


saat ia membuka satu file video ia lihat Zihan yang sedang asyik bermain dengan Syamil, terlihat Syamil bahagia bersama Zihan.


Ilham membuka satu berkas video lagi yang mengarah ke kamar Joanna, ia lihat kamar Joanna yang masih tertutup dan menandakan sang pemilik kamar belum siuman dari tidurnya.


jam menunjukkan pukul 9.30 Ilham bersiap untuk menemui cliennya.


Ilham dan Riska sampai di kantor pak Surya.


"selamat pagi pak Ilham, apakabar?" tanya Surya salah satu clien yang selalu reaped order keperusahaan Ilham


Ilham yang bergerak di bilang pembuatan kramik dengan kualitas tinggi selalu mendapatkan kepercayaan dari para cliennya untuk mensuplay kramik ke beberapa matrial bahkan perusahaan besar yang bergerak di bidang property.


"terimakasih pak Surya sudah selalu percaya dengan perusahaan saya" katabilham sambil berjabat tangan.


"pabrik kramik terbaik memang hanya ada di perusahaan yang pak Ilham kelola" sanjung Surya kepada Ilham


Ilham kembali ke hotel setelah seharian meeting di PT. Mahkota Jaya.


"Riska kamu segera rangkum semua hasil pertemuan hari ini dan kirim email ke saya" perintah Ilham.


Riska yang melihat Ilham sama sekali tidak meliriknya membuat ia kehilangan kesempatan besar, yang awalnya Riska berfikir akan menjadi momen untuknya dan Ilham malah hanya sekedar urusan pekerjaan.


Ilham merebahkan tubuhnya ke diatas kasur, lelah ia rasakan setelah seharian bekerja.


Ilham melihat langit-langit atap kamar hotelnya, fikirannya melayang jauh entah apa yang sedang ia fikirkan.


Ilham sebenarnya sosok pria tampan yang memiliki banyak harta, disaat istrinya tak berdaya seharusnya ia bisa mendapatkan kehangatan dari wanita lain tapi ia tak pernah melakukan hal itu selama duatahu terakhir, image Ilham sebagai pengusaha tampan dan bermoral selalu dapat ia pertahankan.

__ADS_1


__ADS_2