Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Siapa Dia?


__ADS_3

"mas, siapa dia?" tanya Joanna


Ilham hanya bisa diam, ia mencari cara untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Joanna.


"mas, dia siapa? kok kamu diam?" Joanna terus mencecar Ilham dengan pertanyaan.


"saya Zihan nyonya, sekertaris pribadi pak Ilham dikantor" Zihan berinisiatif menjawab pertanyaan Joanna.


mendadak Ilham terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Zihan.


"Mhiu" panggil Syamil.


"Syamil, ayo ganti baju dulu" ajak Dina yang lalu membawa Syamil masuk kedalam kamarnya untuk menghindar dari situasi ini.


"kamu ganti sekertaris mas?" tanya Joanna


Ilham semakin bingung, ia juga marah karena Zihan tidak mengakui bahwa dia adalah istri kedua Ilham.


"Joanna, masuklah, Ilham lelah, dia harus beristirahat" kata Retno agar Ilham dan Zihan terlepas dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Joanna.


"mas kamu lelah? ayo masuk kekamar kita" Joanna meraih tangan Ilham lagi dan menariknya.


Ilham langsung melepaskan genggaman Joanna dengan sangat kasar.


"pergilah ke kamarmu, aku tidak akan pernah bersamamu lagi" Ilham meninggalkan Joanna, Zihan dan ibunya.


Zihan melihat jelas kemarahan dari nada bicara Ilham, kemarahan itu bukan hanya ditujukan untuk Joanna tapi juga untuk dirinya, Zihan siap menerima konsekuensi dari perbuatannya.


"pergilah! suamiku lelah, kau boleh pulang!" kata Joanna mengusir Zihan.


"Zihan duduklah" panggil Retno dengan nada yang sangat lembut sehingga membuat Joanna merasa iri, karena sikap Retno sangat lembut kepada Zihan yang Joanna tau adalah sekertaris pribadi suaminya.


"Bu, untuk apa menyuruhnya duduk?" Joanna meraba langkahnya.


"ibu yang meminta Zihan untuk kerumah ini" ketus Retno

__ADS_1


"masuklah ke kamarmu Joanna" perintah Retno.


Joanna pun pergi kekamarnya.


"Zihan segeralah susul suamimu"


Zihan langsung naik kekamarnya dan melihat suaminya sedang berdiri didepan jendela kamar.


Zihan memeluk Ilham dari belakang dengan sangat mesra dan perasaan bersalah.


"maafkan aku" kata Zihan


Ilham membalikkan badannya dan melepaskan tangan Zihan yang melingkar di pinggangnya.


"katakan, mengapa kamu bicara seperti itu tadi didepan Joanna?" tanya Ilham


"mas, aku seorang perawat, tahu kondisi pasienku" kata Zihan


"dia bukan lagi pasien mu yang harus kau khawatirkan" kata Ilham.


"biarkan saja dia, dia adalah wanita yang telah mengkhianati ku!" tangis Ilham.


"mas bukan kah kita juga mengkhianatinya? dengan menikah tanpa persetujuan darinya" kata Zihan.


"kita berbeda, aku tidak selingkuh sepertinya selama bertahun-tahun dibelakang ku" Ilham benar-benar sakit hati mengingat pengkhianatan yang dilakukan joanna terhadapnya.


"kalau begitu jangan berfikir dari sudut kondisi kita, tapi berpikirlah dari sudut Syamil mas, jika ia dewasa nanti jangan sampai menyimpan kesedihan dihatinya"


"Syamil mungkin saat ini takut dengan Joanna, tapi tetap mas Joanna ibu kandungnya, akan ada rasa rindu dihatinya, jika kita memperburuk kondisi Joanna bukan tidak mungkin dia akan menyalahkan kita kelak, anak tetaplah anak jadi aku mohon fikirkan kondisi saat ini untuk kondisi saat Syamil dewasa nanti"


Zihan berusaha membujuk Ilham.


"tapi, dengan kamu berbicara begitu, joanna saat nanti sudah sembuh total tidak akan membiarkan dirimu tinggal disini" kata Ilham


"nanti kita fikirkan lagi mas, sekarang kita harus pergi menemui pak Willy" Zihan mengingatkan janji pertemuan dengan Willy.

__ADS_1


*****


Cafein one pukul 13.00 Wib


"selamat siang Pak Willy, maaf kami terlambat" ucap Ilham sambil berjabat tangan.


mereka duduk bersama di satu lingkaran meja.


"Pak Ilham, bagaimana kelanjutan pembuatan keramik dinding nya?" tanya Willy.


"sudah tujuh puluh lima persen sebentar lagi selesai" jelas Ilham.


"maaf Zihan apa kamu sakit?" tanya Willy dengan memandang Zihan.


"tidak pak, saya baik-baik saja" jawabnya yang terkejut dengan pertanyaan Willy.


"wajahmu pucat, apa suamimu tidak merawatmu dengan baik?" Willy tiba-tiba menyinggung tentang suami Zihan.


Rey, Ilham dan Zihan terkejut dengan pertanyaan Willy yang menjurus keurusan pribadi.


"maaf maksudnya apa ya?" tanya Zihan tidak mengerti dengan maksud pertanyaan yang Willy tujukan kepadanya.


"ya kamu terlihat pucat, aku hanya berfikir apa suamimu tidak melihat kondisi mu sampai mengizinkanmu untuk tetap bekerja?"


Ilham yang mendengar pertanyaan Willy menjadi kesal seakan-akan pertanyaan itu adalah sindiran keras untuk Ilham.


"haduuuh, si pak bos kenapa kok jadi melenceng begini sih? " Rey menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"saya sehat dan suami saya juga sangat menjaga saya dengan baik dan penuh perhatian" jawaban Zihan menyingkirkan rasa kesal yang sudah mengumpul dihatinya dan ia tersenyum.


Ilham melihat kearah Willy, seakan ia merasa Willy mengetahui status Zihan sebagai istrinya.


"tidak mungkin kan, dia tahu Zihan adalah istri ku?" gumam ya dalam hati.


Willy hari ini memang bertemu hanya untuk melihat Zihan.

__ADS_1


"andai aku menemukanmu lebih cepat Zihan, pasti saat ini yang menjadi suamimu adalah aku, bukan pria yang sudah memiliki istri dengan satu putra"


__ADS_2