Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
hentikan! dia istriku


__ADS_3

Joanna langsung menarik rambut Zihan tanpa ampun, Dia meluapkan semua amarahnya kepada Zihan.


perlakuan Joanna membuat semua tetangga Zihan keluar dari rumahnya, Joanna memaki Zihan dengan seluruh perkataan kotornya, Joanna memang jago dalam mengumpat orang.


"dasar wanita ******!, kamu telah menggoda suami ku, sekertaris macam apa kau yang menggoda bossnya sendiri! dasar tidak tau malu!" Joanna meludahi Zihan.


Zihan meringis kesakitan karena jambakkan Joanna di rambutnya dan dia juga merasa malu karena Joanna menghinanya didepan umum.


Zihan menangis karena dia bukan lah seorang wanita penggoda yang dituduhkan oleh Joanna kepadanya.


"kamu! apa kamu memang seorang penggoda laki-laki? mencari uang dari lelaki kaya? bermanja di pangkuannya? dasar wanita murahan!" lagi-lagi Joanna melemparkan kata-kata yang membuat Zihan semakin menangis.


"usir saja dia" kata warna yang menonton adegan melabrak.


"benar pak RT usir saja dia, nanti komplek kita akan tercemar dengan kelakuan hinanya"


teriakan terus mengarah kepada Zihan, Zihan semakin ketakutan, dia semakin tidak tau apa yang akan dia lakukan.


"rasakan kau Zihan, pembalasan ku telah usai, aku puas sudah membuat mu malu dihadapan umum" kata Riska yang menjadi penonton paling belakang.


plak


Joanna kembali menyerang Zihan. kini tamparan panas mendarat di pipi Zihan yang sangat lembut.


Zihan semakin menangis.


"Bu Joanna, dengarkan penjelasan ku dulu" Zihan berusaha bicara.


"sudah jangan dengarkan kata-kata pelakor, dia sudah pasti akan berkelit, seret saja dia ke kantor polisi agar mendapat hukuman!" teriak salah satu warga yang ikut menggebu-gebu amarahnya.


"saya tidak pernah menganggu mas Ilham!" teriak Zihan.


"apa? mas Ilham? bahkan kamu juga memanggilnya dengan sebutan mas?" Joanna menjambak rambut Zihan sampai kepalanya mendongak.


"le ... lepaskan sakit" kata Zihan sambil memegang tangan Joanna.


"sakit ini tak seberapa dengan sakitnya hatiku yang mengetahui suamiku direbut oleh pelakor sepertimu!" bentak Joanna.

__ADS_1


******


"Bu, Joanna belum juga pulang?" tanya Ilham.


"ibu juga tidak tahu ham, istrimu yang satu itu memang tidak pernah bisa diandalkan" kata Retno yang semakin hari tidak suka dengan kelakuan Joanna.


"Bu, aku mau kerumah Zihan dulu ada berkas yang harus aku ambil disana" kata Ilham.


"memang tidak bisa jika Zihan saja besok yang membawanya? ini sudah malam" kata Retno.


"tidak bisa Bu, Zihan aku minta untuk istirahat dulu selama satu Minggu agar tidak ada gangguan dari Joanna"


Ilham tau, jika dia pulang kerumah dan Joanna berfikir macam-macam akan berbahaya untuk Zihan.


"aku pergi dulu Bu" pamit Ilham


ilham mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang, dia harus mengambil dokumen yang akan dibahas dalam pertemuannya dengan beberapa client yang sempat tertunda.


tak sampai tiga puluh menit Ilham sudah sampai di depan gerbang komplek Zihan. karena gang dirumah Zihan agak sempit dan dia tidak lama disana maka Ilham memarkir mobilnya di sebuah lapangan buku tangkis.


Ilham berjalan memasuki gang rumah Zihan dan dia melihat banyak kerumunan disana, Ilham memperhatikan bahwa itu tepat didepan rumah istrinya, Ilham berjalan semakin cepat dan dia terkejut melihat Joanna sedang memaki-maki Zihan didepan umum.


ilham yang mendengar dan menyaksikannya sangatlah murka, dia mengepalkan tangannya dan melangkah semakin dekat.


"DIA ISTRI KU!" teriak Ilham yang membuat setiap pasang mata melihat kearahnya.


Joanna terkejut mendengar suara Ilham.


"dengar, wanita yang kau hina ini adalah istri ku, istri yang selalu berbakti kepada ku, istri yang bisa membuat anakmu kembali mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah dia dapatkan dari dirimu!" ilham berkata dengan keras tanpa jeda karena begitu marah kepada Joanna.


"apa perlu aku mempermalukan mu juga didepan umum?" kata Ilham sambil menatap tajam kearah Joanna.


Joanna mulai ketakutan jika orang tau dia terlibat skandal dengan boss nya, pastilah dia akan menjadi sorotan keras mereka.


"dengar! Joanna kamu bukanlah istri yang baik! bukan istri setia, semua yang kamu tuduhkan kepada Zihan adalah semua yang telah kamu lakukan dulu dia tahun lalu sebelum aku menggunggah cerai dirimu!" ilham akhirnya membuka aib Joanna.


Zihan mendengarnya semakin menangis kencang, dia tidak mau suaminya nanti juga di cap jelek oleh orang lain karena membuka aib rumah tangga.

__ADS_1


"sudah mas, sudah kita selesaikan didalam rumah saja" kata Zihan menenangkan Ilham.


"lihat Joanna! wanita yang tadi kamu maki, kamu hina, dia merasa kasihan kepadamu karena aku membuka aibmu!"


"dengar semua, wanita ini bernama Zihan dia dinikahkan dengan ku atas permintaan orang tua ku, dia tidak pernah menggoda ku, bahkan setelah kami menikah, setelah berjalan dua bulan aku yang lebih dulu jatuh cinta kepadanya dan perlu kalian tau, wanita yang tadi memakai dan menghina adalah wanita yang sering berselingkuh dengan bosnya sendiri"


ilham membeberkan semua kelakuan joanna. seluruh warga kini bersorak kearah Joanna.


"huh dasar wanita kejam! licik! pembohong!" kini Joanna mendapat umpatan dari warga yang tadi membelanya.


"mas, kenapa kamu mengatakan itu didepan umum?" teriak Joanna tak terima.


"kamu yang berulah lebih dulu, kamu yang lebih dulu menghina Zihan didepan umum!"


"aku tidak tau kalau dia istri mu!" ucap Joanna mencoba menenangkan Ilham.


semua warga yang menonton bubar dan tidak lagi ingin mendengar keributan rumah tangga Ilham dan Joanna.


Riska yang melihat itu semua menjadi kesal karena ternyata dia bekerja sama dengan seorang wanita yang tidak punya moral, yang suka berselingkuh dengan pria lain.


"dasar wanita tak bermoral, untung saja aku sudah mendapatkan uang dari mu, tidak ku sangka bukan hanya emosimu yang mudah meledak tapi kamu juga suka meledak bersama pria lain diatas ranjang" cibir Riska yang menghina Joanna.


joanna benar-benar tak bisa lagi berkata-kata, lidahnya kelu karena ternyata dia membuat diri sendiri dipermalukan.


"ayo Zihan kita masuk kedalam, maafkan aku yang telah terlambat menolong mu" kata Ilham.


"tidak mas, kamu datang diwaktu yang tepat, aku sudah sangat ketakutan dengan sikap Bu Joanna" kata Zihan sambil terus menitikkan air matanya.


"duduklah, aku buatkan teh hangat untukmu"


ilham membuat segelas teh hangat untuk Zihan, sementara Joanna masih terdiam kaku di tengah jalan komplek.


"minumlah"


"terimakasih mas" Zihan menyeruput teh hangat buatan suaminya dan menghela nafas panjang untuk menenangkan hatinya.


"Zihan, mas ambilkan kotak obat dulu, kita obati luka-luka mu"

__ADS_1


"nanti saja mas, aku hanya butuh dipeluk oleh mu saat ini" kata Zihan yang kembali menangis mengingat semua perlakuan Joanna kepadanya.


ilham memeluk erat Zihan dan Zihan menelusupkan kepalanya kedalam dekapan Ilham.


__ADS_2