Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Paket surat


__ADS_3

Joanna, Ilham dan Syamil sudah sampai dirumah kembali, Syamil merasa senang karena bisa kembali memeluk Zihan ibu sambungnya.


"Mhiu...aku kangen sama Mhiu" ujar Syamil sambil terus memeluk Zihan.


Zihan sangat senang bisa memeluk Syamil dan saat memeluknya membuat hatinya menjadi damai, pelukan Syamil bisa menghilangkan segala kegelisahan di dalam hatinya.


"kamu sehat?" tanya Ilham sambil menyentuh kedua pipi Zihan yang terlihat sedikit tirus.


"aku sehat kok mas" Zihan mengecup tangan Ilham.


Zihan rasanya ingin menangis di pelukan Ilham, ingin rasanya dia meluapkan semua perasaan sedihnya dan bingungnya kepada Zihan.


"kita naik keatas" ajak Ilham kepada Zihan.


mereka berdua menaiki anak tangga sambil bergandengan tangan, Joanna masih menyaksikan drama keluarga Cemara itu, Joanna seperti bom waktu dalam keluarga ini, dia bisa menyalakan bomnya segera untuk meluluhlantakkan rumah tangga Zihan dan Ilham yang masih seumur jagung.


"blm waktu itu akan tiba, dan saat dia tiba Duaaar kalian akan hancur!" gumam Joanna penuh kesenangan.


bagi Joanna rumah tangga hanya sekedar saling melengkapi saja, saat ada cinta maka akan utuh rumah tangga itu, tapi cinta tidak ada yang tau itu tulus atau hanya pura-pura, Joanna tulus mencintai Ilham tapi Ilham memiliki kekurangan dalam hal bercinta makanya dia memilih saling memuaskan dengan Carlos.


******


"kamu terlihat sedikit kehilangan berat badanmu" kata Ilham sambil memperhatikan bobot tubuh istrinya.


"benarkah? aku rasa, aku sudah makan dengan sangat teratur" ujar Zihan


"makan teratur tidak cukup untuk menjaga bobot tubuh, harus ada pendamping yang selalu mendampingimu agar kamu juga menjadi bahagia" Ilham menyentil kecil ujung hidung Zihan.


"kamu tau kan banyak orang bilang, aku gendut karena suamiku memberiku kesenangan dan kebahagiaan!" ucap Ilham.


"kamu denger itu dari mana? norak banget kata-katanya" Zihan mengkritik apa yang dikatakan Ilham sambil tersenyum.


Zihan kini bisa tersenyum kembali berkat kehadiran Ilham di sisinya. Zihan sangat bahagia memiliki suami seperti Ilham.


"bersamamu aku semakin bahagia, hidupku semakin sempurna, hariku semakin cerah, setiap langkahku terasa sangat nyata, setiap nafasku terasa sangat berharga, aku ingin selalu seperti ini, selamanya bersamamu,mas" batin Zihan.


"sayang, aku merindukanmu" Ilham mulai mencumbu istri yang sudah dua malam tak disentuhnya itu.


mereka melalui penyatuan yang sangat mesra dan penuh kerinduan, disela-sela penyatuan mereka, Zihan sedikit menitikkan air mata tanpa diketahui Ilham, dirinya hanyut dalam permainan Ilham tapi fikirannya masih memikirkan kejadian kemarin.

__ADS_1


******


"Zihan, kemana saja kau beberapa hari tanpa kami?" tanya Joanna dengan menyalak kearah Zihan.


"aku? hanya pergi ke sebuah toko kue dan tidak kemana-mana lagi" kata Zihan menjawab pertanyaan Joanna.


"oh ya? betah sekali dirumah" ujar Joanna.


"ayo lah Bu, bicara! aku yakin kau sudah mendengarnya dari kedua satpam itu! aku ingin semuanya keluar dari mulutmu, aku mau tau reaksimu untuk menantu yang kini sedang kau agungkan! " kata Joanna dalam batinnya.


Joanna juga cemburu dengan kasih sayang yang diberikan ibu mertuanya kepada Zihan, semua itu dulu dia dapatkan, tetapi kini dia diabaikan karena skandal itu, maka kini dia ingin tau apa reaksi yang akan mertuanya berikan untuk Zihan.


"Joanna! sudah makan saja tidak perlu menyulut api setiap kali mau makan!" tegas Ilham yang kesal kepada Joanna.


mereka semua kemudian makan dengan tenang, namun Joanna terlihat sangat kesal dengan suasana yang tenang ini.


"aku akan buat kau memaki menantumu terbaikmu itu, Bu! aku tidak terima dengan penghinaan yang kau buat kepadaku!" Joanna kembali kesal.


setelah sarapan pagi selesai, Joanna meminta untuk mengantar Syamil ke sekolah bersama ibu mertuanya, dia ingin memastikan bahwa kedua satpamnya menyampaikan apa yang disampaikan oleh sopir taksi itu.


"kita berangkat dulu" kata Joanna.


setelah mereka semua masuk mobil dan diantar ke sekolah oleh supir, Ilham mendekati Zihan lagi.


"sayang kamu benar seharian hanya di rumah saja? kenapa tidak pergi jalan-jalan dengan ibu?" tanya Ilham.


"tidak, mas" Zihan menjawab suaminya dengan senyuman yang sedikit dipaksakanya.


"ya sudah, hari ini aku akan pulang cepat, kamu tunggu aku di rumah" Ilham mengecup kening Zihan dan berangkat bekerja.


******


"apa tidak ada kejadian apa-apa di rumah,Bu?" tanya Joanna.


"kejadian apa maksudmu?" tanya Retno yang berpura-pura tidak ada kejadian apapun.


"ya, aku tidak tau, kan aku pergi dengan mas Ilham dan Syamil berkemah, mungkin saja ada kejadian kecil yang membuat itu terusik, karena aku lihat ibu sedikit berbicara dengan Zihan tidak seperti biasanya" Joanna mulai memancing ibu mertuanya agar mau bicara kepadanya.


tapi sayang, pancingan Joanna tidak berhasil, ibu mertuanya tetap bungkam, dia bahkan tidak membalas perkataan Joanna lagi seperti biasa.

__ADS_1


"orang tua ini sungguh membuatku jengkel, dulu aku bisa tahan dengannya karena dia bersikap baik kepadaku! tapi kini sikapnya yang kasar membuatku semakin muak, apalagi kalau dia sedang memuja menantunya si Zihan itu!" Joanna terus menggerutu dihatinya.


mereka akhirnya sampai di sekolah Syamil, Joanna dan Retno mengantar Syamil sampai di gerbang sekolah.


"Bu, kita shopping bareng yuk, seperti dulu, aku rindu pergi ke mall bareng ibu" kata Joanna sembari merayu mertuanya.


"tidak! aku lebih baik menunggu Syamil di sini!" kata Retno menolak mentah-mentah ajakan menantunya.


******


ilham sampai di kantornya, dia langsung menuju ke ruangannya, kini Zihan sudah tidak lagi menjadi sekertaris pribadinya di kantor.


"sepi tanpamu sayang" gumam Ilham sambil berhenti sejenak di depan meja kerja yang dulu ditempati Zihan.


ilham kembali melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam ruang kerjanya.


"dua hari sudah aku tidak bekerja, pasti sangat menumpuk dokumen yang harus aku periksa"


Ilham seorang pria yang sangat tidak menyia-nyiakan waktunya, sesampainya di kantor dan memasuki ruang kerjanya, Ilham langsung mengerjakan pekerjaannya agar tidak ada yang tertunda.


"tolong ke ruangan saya, bawakan dokumen yang harus saya chek, dan kalau ada pesan atau paket bawa keruangan saya" perintah Ilham kepada HRD nya.


tok tok tok


pintu ruangan Ilham diketuk.


"masuk"


"permisi pak, ini beberapa dokumennya, dan ini ada beberapa paket surat untuk bapak" pria itu menarik semua nya di meja kerja Ilham.


"surat dari siapa?" tanya Ilham.


"saya kurang tau pak, disana tidak ada nama pengirimnya hanya ada nama penerimanya saja" jelasnya kepada Ilham.


"baik, terima kasih, kamu bisa lanjut bekerja" ujar Ilham sambil melihat satu-persatu dokumennya.


Ilham memeriksa tiap dokumen dan menandatangani jika diperlukan tanda tangannya. ilham penasaran dengan amplop surat yang ditujukan untuknya, dia meraih amplop itu dan dia perhatikan dengan seksama.


"benar-benar tidak ada nama pengirimnya"

__ADS_1


Ilham membuka perlahan amplop suratnya dan dia sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam amplop.


__ADS_2