Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
fitnah yang kejam


__ADS_3

Joanna kembali mengobarkan api yang ada di dalam hati ilham dengan memerintahkan anak buahnya, anak buah joanna memberikan paket amplop berisikan rekaman suara zihan dan willy saat mereka sedang di taman.


Record on


"zihan, kamu kenapa? Aku mohon jangan menangis" kata willy dalam rekaman tersebut.


"aku lelah, lelah terus berpura-pura untuk menyayangi anak dari mas ilham, aku lelah terus berpura-pura menjadi istrinya, aku ingin bersamamu" jawab zihan


"bertahanlah, urusanku dengan ilham sebentar lagi selesai" kata willy


"setelah itu kamu akan membawaku pergi?" tanya zihan


"ya, kita akan pergi dan kita akan menikah, bertahanlah sayang"


Record off


Zihan yang mendengar percakapan dalam rekaman suara itu sangat terkejut, dia yang hendak menceritakan kejadian kemarin saat di taman, kini hanya bisa mematung di pintu.


"mas, apa maksud semua itu?"tanya zihan dan ilham terkejut zihan sudah berada di kantornya lagi.


Ilham beranjak dari kursinya dan menutup pintu ruangannya yang terbuka karena kehadiran zihan.


"kamu bertanya apa maksud dari rekaman suara itu?" tanya ilham setelah pintu ruangan tertutup dan terkunci.


"apa kamu sedang berpura-pura?" tanya ilham lagi


"apa kamu sudah lupa dengan apa yang kamu ucapkan dan apa yang telah kamu lakukan?"


Ilham terus mencecar zihan dengan berbagai pertanyaan, ilham merasa kini dirinya sudah tertipu oleh zihan.


"kau tahu zihan? Aku bahkan tak mengerti dengan semua ini! Tapi aku bersyukur orang itu mengirimkan video dan juga mengirimkan rekaman suara ini, semua ini telah membuka mataku! Mataku yang selama ini kamu butakan! dengan sikap sok polos dan sok baiknya dirimu! Kau bahkan lebih jahat dari joanna!" ilham bicara dengan kasarnya sambil terus menunjuk-nunjuk zihan.


"mas, aku benar-benar tidak mengerti apa maksud semua ini! Aku tidak pernah berpura-pura mencintai atau menyayangi, bagi ku kalian adalah keluarga yang saat ini aku punya, kalian berharga untukku" zihan berbicara sambil terisak.


"keluarga? Ini yang kamu sebut keluarga? Berharga? Ini yang disebut berharga? Menusukku dari belakang dan kamu bertemu dengan willy di belakangku? Aku tau dia dulu adalah pasienmu dan tempo hari dia juga meminta secara khusus bertemu denganmu di rumah sakit tempat dulu kamu bekerja! Kamu fikir aku tidak tau zihan?" ilham semakin membuas saat berbicara dengan zihan.


terlihat dengan jelas dari tatapan mata ilham ada kemarahan, kekecewaan dan juga ada rasa sakit.

__ADS_1


"mas, aku tekankan sekali lagi, aku tidak pernah bicara seperti itu, willy datang tiba-tiba ke taman, di sana dia menemukanku yang sedang menangis karena kejadian di sekolah syamil kemarin! Kamu tidak tau apa yang aku alami kemarin mas" kata zihan mulai membela diri dengan menceritakan sedikit tentang kejadian kemarin.


"jika memang itu permasalahnnya, kenapa kamu tidak datang kepadaku? Kenapa harus willy yang memelukmu dan menenangkanmu?" tanya ilham.


"karena... Karena aku fikir, aku bisa menangani rasa sakit itu sendirian dengan menenangkan diri di taman! Aku tidak tau kalau willy akan datang!" zihan bersikukuh meyakinkan suaminya.


"willy? Hah... Sekarang bahkan kamu memanggil dia hanya dengan menyebut namanya saja" ilham terus mendebatkan apa yang zihan katakan.


"mas, maaf, aku berkata seperti itu karena aku fikir, aku bukan lagi sekertarismu dan tidak ada hubungan kerja lagi dengan willy, makanya aku hanya menyebut nama saja" kata zihan berusaha menjelaskan semuanya kepada ilham.


Ilham masih tidak menerima jenis alasan apapun dari zihan, otaknya seperti sudah di cuci setelah mendengar rekaman suara tadi.


bagi ilham tidak mungkin rekaman suara itu dapat dipalsukan, tidak ada suara orang yang bisa sama dengan orang lainnya.


"sekarang, kamu keluar! Aku tidak mau berdebat lagi denganmu! Aku tidak mau lagi mendengar ucapanmu ataupun alasanmu!" ilham duduk dikursinya dan menaruh kepalanya di meja dengan ditumpu tangannya.


ziham masih mematung dengan isakkan tangisnya, dia tidak tau harus berbuat apalagi untuk meyakinkan suaminya yang saat ini sedang terbakar amarah.


"kau tidak mendengarku? Aku minta kamu keluar! Sebelum aku semakin marah" kata ilham.


Zihan keluar ruangan ilham kini dengan hati yang lebih sakit, hatinya bagaikan dihujam sebilah pisau hingga berdarah-darah namun tak terlihat.


*****


zihan sampai disebuah hotel besar dan sangat terkenal, hotel itu adalah milik willy, dia kesana untuk menemui willy.


"permisi pak, saya ingin bertemu dnegan pak willy" kata zihan kepada petugas keamanan hotel.


"maaf bu, apakah sebelumnya sudah membuat janji dengan pak willy?" tanya penjaga.


"saya, belum membuat janji, tapi bapak bisa sampaikan kalau zihan mencarinya"


"maaf bu, tapi saya tidak berani jika belum ada janji, saya takut akan dimarahi pihak pak willy" kata satpam itu.


Zihan berfikir sejenak, apa yang bisa dia lakukan agar bisa menemui dan berbicara dengan willy.


"saya hubungi pak willy dulu" kata zihan.

__ADS_1


"silahkan bu, jika ibu mau menghubungi pak willy langsung" katanya dengan sedikit nyeleneh.


"dia fikir, dia siapa? Semudah itu mendapatkan nomor telepon pak willy, kami saja karyawannya tidak punya" katanya dengan sedikit berbisik dan merendahkan Zihan.


"hallo, ini saya zihan, saya ada di lobby hotel anda" zihan menutup teleponnya.


"saya boleh menunggu pak willy di sini?" tanya zihan


"silahkan" katanya yang terus bersikap tidak bersahabat.


Tidak lama zihan menunggu willy pun datang dan penjaga kemananan langsung terkejut melihat sosok boss besarnya kini ada di hadapannya.


"lain kali jika dia kemari, langsung antar keruangan saya, jangan buat dia menunggu" kata willy.


Penjaga keamanan hanya bisa terdiam sambil menganga sedikit, dia terkejut karena tidak percaya semudah itu wanita ini bertemu dengan boss besarnya.


"siap pak" jawabnya segera sebelum terkena teguran dari boss besar.


"ada apa zihan?" tanya willy kepada zihan yang sudah menunggunya.


"boleh saya minta waktunya sebentar?" tanya zihan


"ada sesuatu hal yang harus saya bicarakan" sambungnya.


"kita keruanganku saja, lebih baik bicara di sana" kata willy sambil mengajak zihan untuk keruangannya.


Mereka meninggalkan lobby dan menuju ruangan willy dengan menggunakan lift.


"apa ada masalah?" tanya willy


"hmm" jawab zihan.


"ada apa?" tanya willy yang penasaran


"saya ceritakan nanti" kata zihan, dia tak mau ada orang yang mendengar percakapannya, karena saat ini di lift bukan hanya ada mereka berdua.


ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka dan mereka keluar dari lift, setelah keluar dari lift mereka berdua masuk ke dalam ruangan willy yang sangat luas dan megah.


__ADS_2