
"kamu siapa?" tanya Syamil.
"aku suster Zihan yang merawat mommy Joanna" jelas Zihan.
"oooh yang merawat mommy" jawab Syamil mengerti
Zihan mengangguk perlahan
"Tante Zihan" panggil Syamil
"Iyah" jawab Zihan
"Tante sibuk enggak?" tanya Syamil lagi
"enggak karena mommy Joanna sedang tidur" jawab Zihan
"temenin Syamil main di taman rumah yuk Tante" ajah Syamil.
Zihan pun mengikuti Syamil dari belakang.
melihat pa yang dilakukan Syamil pada Zihan adalah hal yang langka sebab Syamil tidak mudah dekat dengan orang baru.
Retno yang melihat sikap cucu semata wayangnya itu tersenyum penuh makna.
"Tante Zihan tangkap" teriak Syamil
Zihan menangkap bola yang dilempar oleh Syamil kearahnya.
mereka bermain lempar bola di taman
"huft Syamil cape" ujar Syamil
__ADS_1
mendengar ucapan Syamil Zihan langsung masuk kedalam.
"minum dulu Syamil biar lelahnya hilang" Zihan menyodorkan gelas kepada Syamil.
diraihnya oleh syamil gelas yang berada di tangan Zihan.
Syamil meminum habis air yang ada didalam gelas
"Syamil kita masuk yuk nanti takut Neli cari Syamil" ajak Zihan sambil memberikan tangannya untuk diraih Syamil.
Syamil meraih tangan Zihan dan bangun dari duduknya
Syamil menggandeng tangan Zihan dan melangkah sambil bernyanyi riang
terlihat Syamil sangat nyaman dan senang berada di dekat Zihan.
"Syamil" panggil suster Dina.
"aku disini suster" teriak Syamil.
"habis main sama Tante Zihan" jawab Syamil.
"oooh sama suster Zihan" kata Dina.
"bukan suster Zihan tapi Tante Zihan" Syamil menolak Zihan dipanggil dengan sebutan suster.
"kalo suster itu suster Dina kalo ini Tante Zihan" Syamil menunjukkan ketidak setujuannya tentang panggilan untuk Zihan.
Retno yang mengamati sikap cucunya itu semakin geleng-geleng kepala.
berbeda dengan saat Syamil dekat dengan Riska seberusaha apapun Riska Syamil tetap tidak terlalu menyukai Riska bahkan tidak pernah meminta Riska untuk menemaninya bermain saat berada dikantor Ilham.
__ADS_1
"Syamil mau panggil suster Zihan dengan sebutan Tante ya?" tanya Retno yang tiba-tiba menghampiri Syamil.
"Iyah Neli" jawab Syamil cepat.
"boleh kok pasti Tante Zihan suka" Retno menoleh ke arah Zihan.
"Iyah boleh" kata Zihan sambil tersenyum manis.
Retno melihat senyuman tulus yang terpancar dari wajah Zihan tak hanya Syamil yang menyukai Zihan tapi Retno pun menyukai Zihan.
Ilham yang baru pulang bekerja harus mendengar Omelan Joanna lagi dan lagi.
"dasar perawat enggak bec*s" teriak Joanna.
Zihan hanya bisa terdiam dan bersabar menghadapi Joanna yang emosinya tidak stabil.
Zihan lalu kembali membersihkan kotoran Joanna dan mengganti semua nya agar Joanna kembali nyaman.
"semua sudah rapih Bu Joanna, ibu bisa tidur dengan nyaman sekarang" Zihan bicara dengan nada yang lembut.
Ilham yang mendengar perkataan Zihan dari balik kamar Joanna merasa Zihan adalah sosok yang penyabar.
Ilham selalu ragu untuk masuk kedalam kamar yang dulu ia tempati bersama istrinya, begitu banyak kenangan manis dan bahagia bersama Joanna terukir disana, sehingga ia tak sanggup jika harus masuk kedalam kamar itu lagi.
"jam kamu mau masuk?" tanya Retno yang melihat Ilham hanya diam di depan pintu.
"ayo ibu temani" kata Retno lagi
"mas mas Ilham" panggil Joanna ketika mendengar ibu mertuanya menyebut nama Ilham.
Ilham pergi dari kamar joanna dan naik ke atas kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"aaaah joannaaaaa" teriak Ilham sambil meremas rambutnya.
Ilham terlihat sangat kecewa dengan Joanna, tak pernah Joanna berubah sedikitpun meski sudah dalam keadaan tidak berdaya.