
Ilham hari ini siap menemui Joanna dalam sidang perceraian, Ilham sudah sangat menantikan proses sidang ini, dia sudah melewati berbagai proses persyaratan persidangan cerai, mulai dari proses mediasi yang bertujuan, agar kedua belah pihak tergugat dan penggugat bisa sama-sama menyelesaikan masalahnya, namun Ilham menolah mediasi.
Ilham melewati sidang jawaban yaitu pihak tergugat akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelaan, namun Joanna tidak dapat melakukan hal itu, Ilham juga melewati proses replik penggugat atau pemohon. setelah itu Ilham juga sudah melewati proses duplik tergugat yaitu ketika sudah dibantah argumennya, pihak tergugat bisa kembali beragumen, tapi Joanna tidak dapat melakukan hal itu lagi, karena dia sudah berada di sel penjara saat proses itu terjadi.
sidang pembuktian surat, yang diajukan penggugat sudah Ilham lakukan, sekarang sudah pada sidang kesimpulan, yaitu proses pembuktian, baik dari penggugat maupun tergugat,
majelis hakim akan melakukan diskusi dan pembacaan kesimpulan atas semua yang telah dibuktikan oleh saksi maupun surat yang diberikan oleh kedua pihak.
hari ini majelis hakim akan memutuskan atau membacakan keputusan perceraian yang yang diajukan oleh Ilham akan diterima atau tidak.
"Aku pergi dulu," Ilham berpamitan kepada zihan
"semoga keputusan majelis hakim adalah yang terbaik untuk kita semua," kata Zihan
"kita berdoa saja, semoga sidang perceraian ini dikabulkan oleh majelis hakim," Ilham tersenyum.
zihan memeluk Ilham untuk menguatkan suaminya, dalam proses perceraian ini, zihan dari lubuk hati yang paling dalam, memang sangat ingin Ilham dan Joanna berpisah, bukan karena keserakahannya, tapi itu untuk kebaikan rumah tangganya dan juga kebaikan Joanna serta Syamil, anak Ilham dan Joanna.
******
Ilham masuk ke dalam ruang persidangan, di sana ia melihat Joanna sudah duduk dan dia pun duduk di samping Joanna.
__ADS_1
Joanna dan Ilham duduk di hadapan hakim, hakim melihat ke arah mereka berdua keduanya kini akan sama-sama mendengar keputusan majelis hakim.
"hadirin semuanya sidang hari ini dibuka" hakim membuka persidangan.
ketukan palu terdengar
"kepada penggugat, apakah benar Anda ingin bercerai?" hakim bertanya kepada Ilham.
"benar Pak hakim, saya sudah tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangga ini, karena saya adalah korban dari sebuah penghianatan," Ilham menjelaskan maksud dari perceraiannya dengan Joanna.
"apakah anda yakin, atas semua keputusan yang diambil?" hakim kembali bertanya kepada Ilham untuk meyakinkan keputusan yang sudah diambil penggugat.
"apakah anda tidak ada niat untuk rujuk kembali dengan pasangan anda?" tanya hakim
"maaf Pak hakim saya sudah memberikan kesempatan berkali-kali kepadanya, namun dia masih juga berselingkuh," Ilham menolak perkataan Pak hakim.
"kepada pihak tergugat, apakah anda setuju dengan keputusan suami Anda yang saat ini sebagai pihak penggugat?" tanya hakim kepada Joanna.
"tidak! saya tidak setuju dengan hal tersebut, saya masih ingin mempertahankan rumah tangga ini," kata Joanna dengan wajah palsunya yang memelas.
Joanna kembali bermain flying victim di depan hakim, agar dia bisa kembali rujuk dengan Ilham.
__ADS_1
"apa alasan anda tidak setuju?" tanya hakim lagi kepada Joanna.
"karena saya masih ingin memperbaiki rumah tangga saya dan saya berjanji, untuk tidak akan pernah mengulangi hal itu lagi," kata Joanna sambil bermuka sedih.
"maaf pak hakim! alasan dari tergugat tidak bisa diterima, karena beberapa kali sudah dinyatakan bahwa tergugat kembali melakukan hal yang sama," pengacara memberi sanggahannya.
sidang perceraian Ilham dan Joanna, penuh dengan pertanyaan dari hakim dan penuh dengan sanggahan dari pengacara mereka berdua, Ilham sangat muak dengan keadaan seperti ini, dia ingin segera menyelesaikan semua persidangan.
satu jam sudah sidang perceraian diselenggarakan, kini majelis hakim akan membacakan keputusannya.
"hadirin semuanya, hari ini kita sudah mendengar semua pernyataan dari kedua belah pihak, yang satu sebagai penggugat dan satu sebagai tergugat," majelis hakim kembali mengetuk palu.
"untuk saudara penggugat, saya nyatakan gugatan perceraian ini dikabulkan oleh majelis hakim setelah menimbang semuanya." kata hakim menyatakan keputusannya.
Ilham begitu lega, karena kini dia sudah terbebas dari Joanna, kini dia dan Joanna resmi berpisah secara agama dan secara hukum.
"mas ... aku mohon mas, mas jangan biarkan aku sendirian, mas aku masih sangat mencintaimu!" Joanna berusaha membujuk Ilham, dia berteriak di dalam ruang persidangan.
Ilham terus berjalan dan meninggalkan Joanna, dia tidak ingin menghiraukan Joanna sama sekali, dia tidak mau lagi berurusan dengan Joanna dalam bentuk apapun itu.
Joanna terduduk lemas di lantai persidangan, dia kini hanya bisa merenungi nasibnya menjadi seorang janda dan harus mendekam di dalam penjara.
__ADS_1