
malam yang indah, dingin dan membuat setiap insan ingin merasakan kehangatan yang alami.
"sayang, kita buat Ilham junior versi kamu lagi yuk" ajah Ilham penuh goda.
"hmmm... kebiasaan deh pasti mau yang anget-anget" senyum Zihan.
Ilham mulai menyentuh lembut rambut Zihan dan mulai mencum** mesra Zihan, hal yang sama dilakukan Zihan untuk membalas sentuhan suaminya, malam ini akan kembali menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua, setelah beberapa hari lalu mereka tidak melakukan penyatu** karena Zihan datang bulan.
"aku mencintaimu selamanya" Ilham memberikan kata cinta penuh kemesraan membuat permainan mereka semakin menggebu.
Ilham terus menerus membuat tanda ditubuh Zihan yang membuat istrinya menggel*at.
kemesraan yang didapatkan Ilham malam ini membuatnya semakin tidak mau kehilangan sosok Zihan yang membuat dirinya kembali menikmati hidup ini yang sebelumnya kehidupan selama dua tahun ia habiskan dikantor dan pulang hanya untuk sekedar memejamkan mata saja.
"berjanjilah kau tidak akan pergi dari ku dan selalu menjadi milikku" kata Ilham sebelum menuntaskan permainannya.
"aku akan selalu setia dan mendampingimu selamanya" janji Zihan saat permainan mereka selesai.
Zihan dan Ilham menarik nafas panjang bersama untuk menjadi bukti berakhirnya permainan mereka berdua.
Ilham mengecup kening Zihan dan merebahkan tubuhnya di samping istri tercinta.
"haaah lelah dan mengesankan" seru Ilham sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat permainan panas selama satu jam.
Zihan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya agar kembali harum.
Zihan selalu merawat dirinya sampai saat mau tidurpun ada beberapa ritual yang ia lakukan sebelum berada disisi Ilham saat diatas ranjang tidur mereka.
Zihan akan menggunakan lotion, parfume bahkan sedikit bedak tabur dan lipstik tipis-tipis agar suaminya selalu bahagia dan nyaman berada didekatnya.
"sayang jangan terlalu cantik dan harum malam ini, nanti kamu bisa membuat mas nambah lagi" teriak Ilham sambil duduk di tepi kasurnya setelah nafasnya longgar.
Zihan yang berada didalam kamar mandi hanya bisa tersenyum mendengar teriakan yang terdengar sangat mesra ditelinga nya.
******
__ADS_1
pagi ini Joanna seperti berubah 180 derajat.
"nyonya biar mbok min saja yang siapkan semuanya" kata Mbok Min.
"biar saya saja mbok, saya mau membuatkan masakan untuk anak dan suami saya" kata Joanna sambil sibuk meracik masakannya.
"duuuh gimana ini kalo nyonya Joanna lihat nyonya Zihan, bisa-bisa ada perang" batin Mbok Min.
"Mbok kok malahan diem? kerjain yang lainnya dong" perintah Joanna
"i...Iyah nyonya" mbok min mulai mencuci piring.
Joanna sibuk memasak sarapan untuk anggota keluarga dirumah, Joanna biasanya selalu bangun saat Ilham sudah pergi kerja tapi hari ini ia bangun sangat pagi.
*******
"Maas, sudah dong kita kan mau berangkat anter sekolah Syamil dan juga pergi kerja, inget hari ini kita harus urus plant yang rusak agar pekerjaan para pekerja tidak semakin terhambat"
"maaf sayang, habis kamu cantik dan harum banget, bikin mas tergoda" Ilham menghentikan aksinya dan merapihkan pakaian kerjanya.
"aku cari antingku dulu, kamu duluan saja mas" kata Zihan sambil sibuk mencari anting dilaci meja rias.
"jangan lama-lama"
"hmm" jawab Zihan.
tap tap tap
Ilham menuruni tangga rumahnya dan langsung pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama Syamil.
"Syamil" panggil Ilham sebelum sampai di ruang makan.
Ilham masuk keruang makan dan betapa terkejutnya ia melihat Joanna sudah duduk disana.
"Phiu" panggil Syamil
__ADS_1
"Phiu?" heran Joanna.
"Syamil itu Daddy sayang" kata Joanna.
"Syamil mau panggilnya Phiu!" marah Syamil.
Syamil memeluk Ilham dan tak mau melepaskannya.
"Syamil mau berangkat sekolah sekarang" Rajuk Syamil.
"sayang kita sarapan dulu baru nanti berangkat sekolah, Phiu suapin ya" bujuk Ilham.
tap tap tap
Zihan mulai memasuki ruang makan dan ia melihat Syamil digendong Ilham.
"Syamil" panggil Zihan.
"Mhi..." Syamil menghentikan kata-katanya karena Ilham menutup mulutnya.
"Syamil mau minum susu ya" Ilham melangkah mendekat ke meja makan.
"kamu? siapa kamu?" tanya Joanna ketika melihat Zihan yang berdiri didepan ruang makan.
"a...aku.." Zihan tak tahu harus bicara bagaimana.
"dia sekertaris baru Ilham, kamu sudah pernah bertemu dengannya waktu malam itu" kata Retno dengan cepat.
"kenapa dia bisa disini?"
sebuah pertanyaan yang sangat sulit dijawab oleh siapapun.
akankah Ilham memperkenalkan Zihan sebagai istri keduanya???
nantikan kisah selanjutnya.
__ADS_1