Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Aku benci Mommy


__ADS_3

Syamil dan Retno ingin pergi ketempat Zihan namun tiba-tiba Joanna datang dengan wajah membuat Syamil ketakutan dan bersembunyi di belakang Retno.


Joanna kini berdiri dihadapan Retno ibu mertuanya.


"Bu, aku mau tanya dimana mas Ilham sekarang?" tanya Joanna dengan mata yang terbuka lebar.


"apa maksudmu? bukannya Ilham sedang dinas keluar kota kemungkinan besok dia akan pulang" kata Retno memberi alasan.


"Bu, aku yakin ibu tau dimana mas Ilham sekarang, aku bahkan menemukan beberapa foto yang ada didalam amplop coklat, ibu menyembunyikannya didalam kamar!" Joanna semakin marah ketika Retno memberikan alasan.


"ibu bukan ingin menyembunyikannya, tapi ibu hanya takut kamu akan melakukan hal yang membuatmu dalam masalah lagi, ibu hanya tidak ingin kamu bertengkar dengan Ilham lagi nanti saat dia pulang" Retno sedikit berusaha membuat Joanna percaya dengannya.


"hah, apakah aku harus percaya dengan kata-kata ibu?" Joanna mendongakkan sedikit kepalanya dan menyapu rambutnya ketika dia merasa ada yang janggal dengan perkataan mertuanya itu.


"sebaiknya kamu kesampingkan dulu masalah foto-foto itu, kamu tidak lihat! anakmu ketakutan saat melihat dirimu? kamu memang tidak pernah memikirkan perasaan Syamil!" ujar Retno sambil menunjuk Joanna.


Joanna terdiam, lidahnya kaku saat sadar dan melihat putranya bersembunyi dibalik badan ibu mertuanya.

__ADS_1


ketika Joanna mencoba meraih Syamil namun dia menghindar, dan semakin bersembunyi.


"Syamil, ini mommy, Syamil sama mommy dulu ya malam ini, mommy kangen sama Syamil" Joanna berusaha mengambil hati anaknya dengan berkata lembut.


Syamil menggeleng tidak mau bersama Joanna, dan Joanna pun berdiri lagi dia kehabisan akal menghadapi anaknya.


"Syamil! mommy bilang ayo sama mommy malam ini, kenapa kamu malah menggeleng?" teriak Joanna yang membuat Syamil terkejut dan menangis.


"aku benci Mommy, mommy tidak pernah sayang Syamil, mommy jahat!" teriak Syamil dan dia berlari masuk kedalam kamarnya.


"terus saja teruuus, terus salahkan aku, yaaa memang ini semua salahku!" Joanna berteriak seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.


******


"sayang kamu jadi pulang hari ini?" tanya Zihan pada Ilham.


"jadi sayang, aku kasihan dengan Syamil, dia pasti disana sangat takut dengan Joanna, dan besok juga jadwal Syamil terapi ke psikolog" Ilham menyentuh lembut pipi Zihan.

__ADS_1


"aku akan kesana menyusul kalian besok" kata Zihan.


"terimakasih sayang, kamu memang ibu yang hebat untuk Syamil, pasti dia sangat senang kamu berada disana" kata Ilham yang sedikit mendongakkan kepalanya kedepan sambil menopang dagu melihat wajah istrinya yang sangat cantik.


"mas, besok pagi aku boleh pergi kerumah sakit sebentar?" izin Zihan.


"ada perlu apa kamu kesana?" tanya Ilham sambil menaruh kedua tangannya di meja makan.


"aku hanya ingin bertemu dengan teman-teman ku" ujar Zihan.


"baiklah, tapi ingat harus hati-hati dan jangan terlalu lama"


"siap mas, kan aku sudah janji juga mau menemani Syamil terapi besok"


Ilham selalu menikmati momen bersama Zihan, saat ini hatinya dipenuhi cinta untuk Zihan seorang, wajahnya seringkali masih merona saat melihat Zihan seperti pertama kali dirinya mulai menyukai istri keduanya itu.


bersama Zihan selalu memiliki sensasi yang berbeda, Zihan selalu membuatnya mabuk kepayang dan Zihan sanggup mencairkan hatinya yang beku selama dua tahun setelah peristiwa pengkhianatan yang dilakukan joanna.

__ADS_1


__ADS_2