Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Membuka lembaran baru


__ADS_3

Zihan dan Willy yang sudah sampai dirumah, langsung menemui Rubby.


"apa kabar Bu" tanya Willy


"aku sangat baik" jawabnya.


"Zihan, aku sepertinya sangat mengenal mu" kata Rubby sambil menyentuh wajah Zihan


"Bu, buat Zihan istirahat dulu" kata Willy.


Willy dan Zihan keluar dari kamar Rubby.


"Zihan kita bicara dulu" kata Willy.


Zihan mengikuti Willy masuk kedalam ruangan pribadi Willy.


"Zihan, begini, aku rasa ibu sebenarnya sangat mengenalmu, karena dia adalah ibumu, Zihan sebenarnya, ayahku sudah menikahi ibumu setalah lima bulan dari kecelakaan"


"apa?"


"jadi, ayah bilang, karena ibu lupa ingatan dan tidak percaya, ibu minta ayah menikahinya lagi, karena itu ayah mengumpulkan keluarga nya dan menikahi ibumu, jadi secara tidak langsung kita adalah saudara tiri, karena ibumu adalah ibu sambungku" papar willy.


Zihan sangat tidak percaya kalau ternyata ibunya dinikahi oleh ayah Willy.


"ayah juga bilang kepada keluarga besarku, dia takut saat dia meninggal dunia, ibuku akan tersingkirkan, maka dari itu dia menyetujui pernikahan ini, itu semua demi aku yang saat itu sangat membutuhkan ibuku" lanjut Willy.


"jika kita sekarang saudara, aku ingin kau tau Zihan, aku akan merelakan perasaanku terhadapmu, aku hanya ingin ibuku" kata Willy.


"jadi sekarang aku punya seorang kakak?" tanya Zihan tidak percaya jika dia telah memiliki seorang kakak


Willy mengangguk perkataan Zihan, dia disisi lain juga merasa bersalah karena dia dan ayahnya, Zihan menderita selama tujuh tahun karena berfikir ibunya telah tiada.


"aku punya satu pertanyaan" kata Zihan


"apa?" tanya Willy.


"saat ibumu dimakamkan apa mereka datang untuk berziarah?" tanya Zihan.


"aku dengar diri mama, kalau mereka semua datang kepemakaman sehari setelah dimakamkan, mereka terlambat mendapatkan informasi dimana tempat tinggal kamu!" jelas Willy.


Zihan merasa lega, jika tidak sungguh kasihan karena keluarganya tidak ada yang melihat kuburannya.


"keluarga ibuku, ternyata sering berkunjung," kata Willy.


"pantas saja kuburan ibu selalu bersih dibandingkan kuburan bapak, aku tau alasannya sekrang" kata Zihan.


"Zihan, kau resmi menjadi adikku dan aku resmi menjadi kakakmu, kita buka lembaran baru untuk hidup bersama sebagai keluarga" kata Willy.


Zihan menyetujuinya, dia berharap Willy bisa menepati janjinya, usia mereka memang terpaut dua tahun, jadi Zihan rasa itu cukup menjadi syarat untuk jadi kakak beradik.


Zihan keluar dari ruangan Willy dan dia kembali menemui Rubby, Zihan menahan air matanya.


"istirahatlah, besok sebelum pergi kita bawa ibu ke rumah sakit dulu, kita akan periksakan ibu" kata Willy.


"di rumah sakit harapan, ada dokter saraf yang cukup bagus pak" kata Zihan.


"panggil aku Abang Wil" kata Willy


Willy benar-benar melepaskan rasa sayangnya untuk Zihan, dia tak mau merusak kebahagiaan Zihan lagi, cukup dia dan ayahnya merusak kebahagiaan Zihan tujuh tahun lalu.


"bang Wil" panggil Zihan dan Willy pun menoleh.

__ADS_1


"apa?" jawab Willy.


"panggil aku zi, semua yang sayang padaku selalu panggil aku zi" kaya Zihan.


Willy senang Zihan bisa menerimanya sebagai seorang Abang, Willy berjanji dia akan segera menyelesaikan permasalahan Zihan dan Willy dengan rekaman yang bisa membuktikan bahwa dia dan Zihan tidak pernah selingkuh.


Willy kembali ke kamarnya begitu juga dengan Zihan yang kembali ke kamar tamu di mana dia tidur.


*****


saat Willy di dalam kamarnya, Willy menuliskan sebuah puisi yang begitu puitis untuk Zihan dibuku hariannya.


Di bawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang


Aku menatap satu bintang yang paling terang


Aku menatapnya dengan penuh harapan


Seolah itu kau


Yang kini jauh seakan hilang..


Selama ini


Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku


Namun ternyata semua masih semu ku rasakan


Nama yang terukir dalam karang hatiku


Kini seakan terkikis


Aku dan jenuhku, bersama membisu


Terlalu jauh untuk meraih bintang yang sedang ku tatap


Aku dan senyumku


Mengikuti diam termenung


Namun tercipta sebuah mimpi


Yang hilang hanya dalam sekejap


Teriakan Hati


Disaat terpikir tentang dia


Yang entah ada di mana


Terkadang hati teriak dengan kehampaannya


Mencari dan menunggu hati cintanya


Ku menangis tanpa air mata


Ku teriak tanpa suara


Hanya merasakan sakitnya hati


Begitu tersiksa menunggu yang di nanti

__ADS_1


Begitu berat melepaskan rasa ini


Yang sudah merasuk dalam hati


Mungkin bila aku nanti mati


Sesalku akan abadi


Akankah penantian ini berujung bahagia


Ataukah hanya asa semata


Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya


Walau akhirnya hanya membuat luka


Bu ku harian di tutup oleh Willy dan dia bersiap untuk beristirahat untuk menyambut hari baru besok.


*****


"silahkan dicicipi, aku sendiri yang masak, kemarinkan kita gagal makan masakan buatanku, sekarang aku buat masakan lagi" kata Zihan sambil menata sarapan pagi di meja makan.


"jadi ini penebusan dari mu?" tanya Willy.


"hmm... benar sekali, masakan ini akan membuat bang Wil rindu pulang, jadi tidak akan pergi jauh lagi dari ibu" kata Zihan melirik dan mengerlingkan satu matanya kepada ibunya.


"ada apa ini? kenapa kalian berdua malah bermain mata di depanku? tidak sopan!" kata Willy sambil sedikit tersenyum.


"hmmm rahasia, ya kan Bu" Zihan menggenggam tangan ibunya.


"kapan kamu kembali Wil?" tanya Rubby.


"aku disana sekitar empat hari, setelah urusanku selesai, aku akan kembali pulang. kata Willy.


"oh ya, Zihan ada drama baru namanya sweet love, apa kamu sudah melihatnya?" tanya ibunya


"belum Bu" Zihan menggeleng namun wajahnya sedikit sedih.


"kamu kenapa zi?" tanya Willy.


"aku hanya teringat ibu mertuaku, yang kemarin mengajakku nonton drama itu bersamanya.


"oh ya? mertuamu juga suka? itu film baru sayang, ibu sudah punya video episode satunya, nanti kita nonton bareng ya." kata ibunya.


"tapi kan ibu sudah nonton" kata Zihan.


"ibu sih enggak akan bosan liat sampe berkali-kali, seru soalnya, ibu sampe ketawa-ketawa sendiri sayang" kata ibu nya.


mendengar ibunya memanggil dirinya dengan sebutan sayang, sungguh itu sangat menyentuh hatinya, sudah lama dia tidak mendengar kata-kata itu keluar dari bibir ibunya.


Zihan sangat bersyukur karena Willy yang menemukan ibunya, ibunya dirawat dengan sangat baik, bahkan ibunya sekrang lebih senang bolak balik ke luar negeri, karena ayah Willy memang membelikan rumah di Australia untuk ibunya.


Zihan melihat wajah ibunya terus selama sarapan bersama.


"kalo liatin wajah ibu terus, bisa kenyang ya zi?" tanya Willy.


"kenyang dong, kan hati aku bahagia bisa lihat wajah ibu" kata Zihan sambil terus menatap wajah ibunya.


Willy geleng-geleng kepala melihat kelakuan Zihan yang terus menatap ibunya tanpa berkedip sedikitpun.


"sudah, jangan begitu, nanti matamu copot lagi" ledek Willy.

__ADS_1


__ADS_2