
Zihan dan Ilham pergi kepasar bersama membeli bahan masakan untuk makan siang mereka hari ini.
"saya mau ikannya setengah kilo Bu" kata Zihan sambil menunjuk ikan yang dia pilih.
"kita beli apa lagi sayang?" tanya Ilham.
"kita beli sayuran dulu ya mas, habis itu aku mau membeli cemilan untuk kita dirumah" ujar Zihan merincikan beberapa barang belanjaan yang akan dia beli.
Ilham dan Zihan kembali berjalan menyusuri pasar swalayan yang tak jauh dari rumah Zihan, sehingga mereka dari rumah kepasar dengan berjalan kaki.
"kamu dulu suka belanja juga?" tanya Ilham penasaran dengan kegiatan istrinya sebelum menikah dengan dirinya.
"aku biasanya kepasar jika bukan shift satu dan saat aku libur saja" cetusnya.
"sendiri?" tanya Ilham.
"hmm" Zihan mengangguk dengan senyum yang dilipat.
"sama pacar mungkin dulu?" Ilham mengorek informasi masala lalu Zihan dari istrinya sendiri.
"pacar, kalau boleh jujur meski aku malu..." kata Zihan malu dan hak itu membuat Ilham semakin penasaran, pasalnya dia tidak rela Zihan memiliki jalinan kasih dengan pria lain meski dimasa lalunya.
"sayang ayo beritahu aku penasaran, apa pernah dengan pacar mu? desak Ilham.
"sayangnya aku tidak pernah melakukan hal seperti itu" jawab Zihan.
"kenapa? apa pacar mu terlalu sibuk bekerja? tidak suka berbelanja? atau ..." Zihan menutup mulut suaminya dengan satu jari lentik miliknya.
Ilham berhenti mengoceh dan Zihan menurunkan tangannya.
"dengarkan aku baik-baik, aku tidak pernah melakukannya karena aku tidak pernah memiliki kekasih!" tegas Zihan.
"benar kah? apa mereka tidak pernah melirik wanita cantik dan pintar seperti mu?" tanya Ilham kembali heran.
"bukan itu! banyak pria yang memintaku menjadi kekasihnya tapi aku tidak bisa menerima mereka, aku tidak punya waktu untuk menjalin hubungan karena harus fokus dengan kuliah ku" jelas Zihan sambil tersenyum kaku menahan malu.
"haaah syukurlah istriku tidak pernah terkontaminasi dengan pria lain dan itu artinya aku satu-satunya pria yang berada di sisi mu?" tanya Ilham setelah panjang lebar berbicara.
Zihan mengangguk dan tersenyum tersipu malu begitu juga dengan Ilham.
Ilham merasa bangga karena hanya dia lah pria satu-satunya yang singgah dihati Zihan.
sepanjang jalan Ilham terus bersiul sangking senangnya.
"bukankah itu pak Ilham dan Zihan?"
setelah melihatnya dia langsung memotret pasangan sejoli itu.
"aku akan membuat kegaduhan untuk kalian, tapi kenapa mereka bisa ada disekitar lingkungan ini?"tanyanya
"aku akan mengikuti mereka berdua"
__ADS_1
Riska mengikuti Zihan dan Ilham yang dia lihat dipasar.
Ilham dan Zihan sama sekali tidak sadar dengan keberadaan Santi dibelakang mereka berdua, apalagi Ilham yang sibuk dengan rasa senangnya.
sesampainya dirumah Ilham dan Zihan masuk dan Ilham mengunci pintu rumah Zihan.
"kenapa harus dikunci mas?" tanya Zihan.
"aku takut saat kita membuat junior ada seseorang yang masuk mengganggu kesenangan kita." ujar Ilham yang sepertinya sudah merencanakan aksi ranjang panas.
"kesenangan mu kali mas" goda Zihan.
"hmmm" Ilham berlari menghampiri Zihan
"apa kamu tidak senang merasakan kenikmatannya yang bisa membuat dirimu melayang?" Ilham menatap Zihan.
Zihan tersenyum dan mengangguk.
"nah benar kan kamu akan selalu menyukai aksi Ki diatas ranjang karena sangat perkasa!" Ilham sangat percaya diri mengatakannya membuat Zihan tertawa melihat kelakuan lucu yang ditimbulkan oleh suaminya.
Zihan mulai menyiapkan bahan masakan, dia mencuci dan membersihkan ikan, lalu ikan di marinasi, bumbu dihaluskan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, karena dia akan membuat pesmol ikan, selesai dengan semuanya Zihan mulai merajang beberapa sayuran untuk dibuat capcay.
Zihan sangat senang ketika memasak apalagi masakan kali ini di buah khusus untuk suaminya.
"waaah harus sekali" Ilham menghirup harumnya bumbu yang sedang ditumis.
Ilham menghampiri Zihan dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang sexy istrinya yang sedang memasak.
"setelah ini kamu akan buat apa lagi?" tanya Ilham.
"hmmm sudah selesai semua setelah bumbu ini matang aku tinggal menyiramnya diatas ikan dan selesai" jelas Zihan.
"baik lah" ujar Ilham setelah memastikan kegiatan istrinya akan berakhir di dapur.
Ilham mulai menghirup bau tubuh Zihan laku mengecup kecil area tengkuk istrinya.
Zihan mulai terganggu dengan kegiatan Ilham ditubuhnya.
"mas, please jangan sampai bumbu ini gosong" kata Zihan.
Ilham yang masih memeluk Zihan dari belakang langsung mematikan kompor dan membalikkan badan istrinya agar bisa berhadapan dengannya.
tidak perlu waktu lama Ilham langsung menguasai permainan dia sudah mengabsen seluruh isi mulut Zihan dengan lidahnya.
"aku sangat bahagia bersamamu, percayalah sayang" bisik Ilham ditelinga Zihan.
Ilham pun menggiring Zihan ke sofa yang ada di ruang tamu, Ilham langsung membuat serangan mesra agar bisa merangsang gairah istrinya dan benar Zihan mulai melingkarkan kedua tangannya ke leher Ilham dan mengikuti permainan.
*****
"jadi mereka tinggal disana, hohohoo sungguh hal yang mengejutkan"
__ADS_1
"tapi kenapa pak Ilham disana bersama Zihan? apa mereka melakukan hal yang tidak seharusnya disana?" pikir Riska menebak-nebak.
"aku akan menggunakan foto ini untuk rencana terakhir ku" Riska terlihat sangat senang.
*****
"sayang, bisakah kamu telepon ibu agar besok membawa Syamil kerumah ini, aku sangat merindukan Syamil" pinta Zihan sambil mengenakan baju tidurnya.
"baiklah sayang aku akan menghubungi ibu sekarang"
Ilham membuka kunci layarnya dan langsung mencari kontak ibunya.
"hallo Bu ... "
tok tok tok
terdengar suara pintu terketuk, Ilham langsung melangkah keluar kamar untuk melihat siapa yang datang sambil berbicara dengan ibunya di telepon.
"siapa?" tanya Ilham pada gadis muda yang berdiri didepan pintu.
"teman Zihan" jawabnya.
"masuk" setelah menyuruhnya masuk Ilham kembali kekamar.
*****
"waaaw lihat siapa yang datang" kata Zihan ketika melihat sahabatnya.
"aku kira, aku salah masuk rumah" kata Ghina
"apa dia suami mu?" tanya Ghina saat sudah duduk di sofa.
"benar, itu mas Ilham suami ku" jawab zihan.
"kalian sudah berbaikan?" tanya Ghina lagi.
"sudah, kami sudah berbaikan dan kami berencana tinggal disini untuk beberapa hari" Zihan memberitahukan rencananya yang akan tinggal.
"syukurlah, aku sempat khawatir kau akan patah hati" ujar Ghina yang mengkhawatirkan sahabatnya.
"kamu khawatir?" Zihan kini mengajukan pertanyaan kepada Ghina.
"hmmm menurut mu?" Ghina berbalik bertanya.
Zihan tersenyum karena dia sangat bersyukur memiliki sahabat yang sangat baik dan menyayangi dirinya.
"minum lah" Zihan memberikan segelas teh hangat untuk Ghina.
"apa kau habis ...," Ghina tertawa kecil.
Zihan mengerti maksud ucapan Ghina yang terputus karena dia melihat rambut Zihan yang masih basah.
__ADS_1
mereka berdua tertawa, dua sahabat yang selalu mensupport satu sama lain membuat mereka seperti saudara kandung.